PT Transjakarta (Nugroho Sejati)
JAKARTA— PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas transportasi umum pasca kerusakan akibat aksi massa beberapa waktu lalu. Seiring dengan mulai pulihnya layanan, partisipasi publik dinilai penting agar moda transportasi tetap nyaman dan berkelanjutan.
"Transportasi publik adalah milik bersama. Kalau rusak, yang rugi kita semua," ujar Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, Sabtu (30/8).
Welfizon menegaskan bahwa Transjakarta terus memantau kondisi di lapangan secara langsung maupun melalui Command Center agar dapat merespons perubahan situasi dengan cepat.
Ia juga menyampaikan bahwa proses perbaikan halte dan fasilitas lainnya telah dijadwalkan sesuai tingkat kerusakan.
Kerusakan ringan: mulai diperbaiki Senin, 1 September Kerusakan sedang: dikerjakan mulai Rabu, 3 September Kerusakan berat: ditangani mulai Senin, 8 September "Proses perbaikan ini tidak murah dan tidak sebentar.
Maka dari itu, kami sangat berharap masyarakat ikut menjaga, karena kalau fasilitas ini rusak, dampaknya ke semua pengguna," tambahnya.
Saat ini, sebagian besar layanan Transjakarta telah kembali beroperasi. Termasuk di antaranya: 7 dari 14 koridor BRT 61 dari 94 rute non-BRT 76 dari 98 layanan Mikrotrans Namun demikian, beberapa halte BRT masih dalam kondisi rusak parah bahkan hangus terbakar akibat aksi demonstrasi.
Halte yang dilaporkan dibakar meliputi: Koridor 1: Polda, Senayan Bank DKI, Bundaran Senayan Koridor 2: Senen Toyota Rangga Koridor 5: Senen Sentral Koridor 9: Gerbang Pemuda (arah Pluit) Koridor 10: Pemuda Pramuka Halte Non-BRT: Kontainer Petamburan Sementara sejumlah halte lain mengalami kerusakan, penjarahan, dan vandalisme, seperti di Kampung Melayu, Semanggi, Petamburan, Jatinegara, hingga CSW Iconic.
Sebagai langkah antisipatif, Pemprov DKI Jakarta turut menggencarkan kampanye #JagaJakarta, dengan mengajak masyarakat turut menjaga ruang publik, khususnya sarana transportasi yang vital bagi mobilitas harian warga. "Transportasi umum ini adalah urat nadi kota.
Kalau kita bisa rawat bersama, maka aktivitas harian bisa berjalan lebih lancar dan nyaman," ujar Welfizon.
Pemerintah juga menyediakan kanal pengaduan 24 jam untuk warga melalui nomor darurat 112 dan aplikasi JAKI, apabila menemukan kerusakan fasilitas atau kondisi darurat di lapangan.
Baca juga: Pemprov DKI Kerahkan Ribuan Petugas Bersihkan Jakarta Pasca Unjuk Rasa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta