JAKARTA– Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur turun tangan membangun pondasi untuk dua unit kontrakan yang terdampak longsor di RT 14/RW 06, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.
Longsor tersebut terjadi pada Kamis (21/8), dan sejak Selasa (26/8), petugas mulai melakukan penanganan dengan membawa material seperti batu dan karung pasir guna mencegah limpasan air dari Kali Cipinang ke area pengerjaan.
Beberapa petugas juga tampak menancapkan kayu sebagai penahan sementara di sekitar lokasi bangunan yang roboh. Ketua RW 06, Djaya Mursit, menyampaikan bahwa pengerjaan turap di wilayah tersebut sebenarnya telah dimulai dua minggu sebelum kejadian.
Namun, kondisi tanah yang labil ditambah getaran gempa di Bekasi dan penyempitan aliran kali menjadi pemicu utama longsor.
“Warga sebenarnya sudah menyuarakan keberatan sejak awal karena pembangunan turap membuat kali menyempit sekitar satu meter, mengubah aliran yang semula lurus menjadi berbelok. Ini yang bikin tekanan air ke sisi rumah meningkat,” jelas Djaya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Dua keluarga yang tinggal di bangunan terdampak berhasil dievakuasi meski harus kehilangan sebagian barang pribadi. Ketua RT 14, Komarullah, yang telah lama tinggal di kawasan tersebut juga menilai pembangunan turap oleh pihak SDA kurang tepat.
Menurutnya, normalisasi seharusnya dilakukan dengan memperlebar kali, bukan malah mempersempitnya.
“Alih-alih mengurangi risiko banjir, justru sekarang wilayah kami lebih rawan tergenang air saat hujan,” kata Komar.
Ia menyarankan agar turap yang sudah dibangun bisa dibongkar dan diposisikan lebih mundur agar aliran air bisa kembali lancar dan mengurangi potensi banjir.
Baca juga: Orang Tua Desak Polisi Bebaskan Anak yang Ditangkap Usai Demo di DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA