JAKARTA– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana rebranding besar-besaran terhadap 10 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di ibu kota.
Seluruh RSUD itu nantinya akan berganti nama menjadi Rumah Sakit Royal Batavia, sebagai bagian dari upaya peningkatan citra dan kualitas layanan.
Menurut Pramono, banyak rumah sakit daerah di Jakarta sebenarnya telah memiliki fasilitas sekelas rumah sakit internasional.
Namun, penggunaan label "RSUD" membuat kesan layanan menjadi kurang eksklusif dan cenderung dipandang sebelah mata.
"Nama RSUD itu membuat rumah sakit kita seolah tidak bisa berkembang. Padahal beberapa di antaranya sudah setara rumah sakit internasional," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (26/8).
Ia mencontohkan RSUD Tarakan sebagai salah satu rumah sakit unggulan yang layak naik kelas. Fasilitas dan pelayanannya sudah modern dan berstandar tinggi.
Karena itu, RSUD Tarakan direncanakan termasuk dalam daftar rumah sakit yang akan menjalani penggantian nama. Pemilihan nama "Royal Batavia" sendiri bukan keputusan sembarangan.
Pramono menjelaskan bahwa prosesnya melalui diskusi dan penyaringan dari 10 nama, kemudian dipersempit menjadi tiga, sebelum akhirnya diputuskan dalam rapat bersama jajaran Pemprov DKI, termasuk Wakil Gubernur Rano Karno dan Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati.
"Saya yang memutuskan nama akhirnya. Ini hasil pertimbangan matang," ujar Pramono.
Langkah awal dari program ini akan dimulai dengan pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung yang ditargetkan rampung pada tahun 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.
Rumah sakit ini akan dibangun di atas lahan seluas 1,9 hektare, memiliki 13 lantai dan 282 kamar, serta diklaim siap memenuhi standar layanan kesehatan bertaraf global.
Baca juga: PPSU dan SDA Bangun Pondasi Dua Kontrakan Usai Longsor di Ciracas, Jaktim
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA