JAKARTA — Penerapan teknologi Intelligent Traffic Control System (ITCS) di sejumlah persimpangan Jakarta dinilai mampu membantu menurunkan tingkat polusi udara sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa sistem ITCS mampu mengatur lalu lintas secara dinamis, sehingga mengurangi frekuensi kendaraan harus berhenti dan jalan berulang kali di lampu merah.
“Ketika pergerakan stop and go bisa ditekan, maka emisi kendaraan pun berkurang drastis di area persimpangan,” ujar Syafrin dalam sesi Podcast Rabu Belajar, Rabu (20/8).
Syafrin menambahkan, selain berdampak positif pada kualitas udara, pengaturan lalu lintas yang lebih efisien ini juga membantu pengemudi menghemat bahan bakar karena kendaraan tidak lagi harus sering berhenti mendadak atau maju perlahan.
Lampu Lalu Lintas yang Bisa Beradaptasi Teknologi ITCS memungkinkan lampu lalu lintas untuk menyesuaikan waktu hijau berdasarkan jumlah kendaraan secara real-time di setiap kaki simpang. Artinya, ruas dengan volume lalu lintas lebih tinggi akan mendapatkan durasi lampu hijau lebih lama, sementara yang lebih sepi akan mendapat waktu lebih singkat.
“Dengan sistem ini, distribusi waktu lampu hijau menjadi lebih seimbang dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Target 2030: Semua Simpang Pakai ITCS Saat ini, baru sekitar 65 dari 321 persimpangan prioritas di Jakarta yang telah dilengkapi sistem ITCS.
Pemprov DKI menargetkan seluruh simpang jalan di ibu kota akan menerapkan teknologi ini paling lambat pada tahun 2030.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah Dipicu Kebijakan S&P dan Sentimen The Fed
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA