Wagub Rano Karno Jamin Pasokan Air di Jakarta Tetap Aman saat Kemarau, PAM Jaya Siap Turun Tangan
JAKARTA - Musim kemarau udah mulai berasa nih di berbagai wilayah dan mungkin kamu mulai khawatir soal ketersediaan air bersih di rumah.
Kekeringan emang sering jadi mimpi buruk buat warga perkotaan pas hujan nggak kunjung turun. Tapi, buat kamu warga DKI Jakarta, rasanya sekarang bisa napas lebih lega, deh.
Pasalnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, baru aja memastikan kalau kondisi pasokan air bersih di ibu kota saat ini masih aman terkendali.
Kuncinya ada di keberadaan waduk penampungan air atau reservoar yang tersebar di berbagai titik kota.
Penjelasan ini disampaikan langsung oleh Rano Karno saat merespons isu krisis air yang mulai melanda beberapa wilayah penyangga ibu kota seperti Kabupaten Tangerang.
Baca juga: Sambut HUT ke-500 DKI Jakarta, Wagub Rano Karno Tantang Seniman Gelar Pameran Raksasa
Menurutnya, infrastruktur penampungan air Jakarta udah disiapkan dengan cukup matang buat menghadapi skenario musim kemarau panjang.
"Untungnya kita ini punya reservoar yang cukup baik. Memang sumber air baku kita kan semua dari sungai. Alhamdulillah, kita punya reservoar-reservoar. Jadi, mudah-mudahan masih bisa dikontrol untuk air," kata Rano, dikutip detik News.
Nasib Jakarta dan Tangerang Beda Jauh Gara-gara Industri
Saat membahas kondisi wilayah penyangga, Rano membandingkan nasib Jakarta dengan Kabupaten Tangerang yang kini mulai teriak krisis air.
Perbedaan mencolok antara dua wilayah ini ternyata bukan cuma soal cuaca, tapi lebih ke cara pengelolaan dan penggunaan sumber daya air oleh masyarakat sekitar.
Rano menyebutkan jika tingginya aktivitas industri di Tangerang jadi biang kerok utama yang bikin kekeringan makin cepat terjadi.
Menurutnya, pabrik dan kawasan industri di Tangerang bergantung pada penggunaan air tanah dalam skala besar.
Sedotan pompa air tanah yang masif inilah yang bikin cadangan air alami di dalam tanah cepat menyusut drastis.
Makanya, Rano menegaskan kalau Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pengawasan ketat agar hal serupa nggak terjadi di wilayah Jakarta sehingga pasokan air warga tetap aman terkendali.
"Kalau kita compare kepada Kabupaten Tangerang, di sana sudah kekeringan karena banyak industri. Industri lebih banyak memakai air tanah. Ini yang juga membuat kekeringan cepat. Makanya ini yang kita kontrol," ujarnya.
PAM Jaya Diminta Bersiaga Bantu Wilayah Tetangga
Meskipun fokus utama pemerintah mengamankan kebutuhan warga Jakarta, wagub yang akrab disapa “Bang Doel” ini nggak mau tutup mata melihat penderitaan di wilayah tetangga.
Ia menyebut udah memberikan instruksi khusus ke PAM Jaya selaku pengelola air bersih Jakarta buat selalu bersiaga penuh.
Kalau sewaktu waktu cadangan air di Jakarta terbukti sangat mencukupi, Rano nggak bakal ragu buat nyalurin bantuan air bersih ke daerah penyangga yang lagi krisis.
Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban warga di wilayah Kabupaten Tangerang yang lagi kesusahan dapat pasokan air untuk kebutuhan sehari hari.
Baca juga: Wagub Rano Karno Beberkan Lima Poin Ubah Aturan Pajak Jakarta Termasuk Pembebasan UMKM
"Kemarin saya sudah siapkan kalau memang PAM Jaya harus membantu wilayah sekitar, kalau memang kita punya cadangan, kita bantu. Karena di beberapa tempat di Kabupaten Tangerang sudah terjadi kekeringan," tuturnya.
Antisipasi Skenario Terburuk Libatkan Gerakan Pramuka
Sebagai langkah antisipasi buat skenario terburuk, misalnya kalau musim kemarau berlangsung lebih lama dari prediksi, Rano ternyata juga udah nyiapin “Plan B”.
Ia secara khusus menyinggung peran aktif dari organisasi Gerakan Pramuka untuk menghadapi potensi bencana kekeringan ini.
Anggota Pramuka dinilai punya jiwa sosial dan ketangkasan yang dibutuhkan buat bantu mendistribusikan air atau memberikan penyuluhan hemat air kepada masyarakat luas.
"Kalaupun memang tidak terkendali, nanti tugas Pramuka akan menjadi bertambah," ungkapnya.
Pada akhirnya, ia berharap kondisi cadangan air ibu kota tetap melimpah agar seluruh kebutuhan kamu dan keluarga selama musim kemarau bisa terpenuhi tanpa hambatan.
Pemprov DKI Jakarta juga janji akan terus memantau situasi secara berkala dan menjalin koordinasi bersama PAM Jaya demi memastikan dampak kekeringan tahun ini bisa diminimalisir sekecil mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Detik News