Selasa, 16 JUNI 2026 • 16:34 WIB

Seorang Pemuda di Kemayoran Nekat Tusuk Tetangga Hingga Tewas Gegara Dendam Ditinggal di Pesantren

Author

Ilustrasi Pelaku Penusukan (Getty Images via detik News)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan sebuah kesalahpahaman masa lalu yang sepele justru bisa berujung pada melayangnya nyawa seseorang?

Kejadian nahas ini baru saja menggegerkan warga di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Seorang pria berinisial TA (23) nekat menghabisi nyawa tetangganya sendiri, AJ (35), dengan dua tusukan mematikan.

Lebih mengejutkannya lagi, motif di balik aksi keji ini terdengar sangat personal. Sang pelaku menyimpan dendam kesumat lantaran merasa ditinggalkan oleh korban di sebuah pondok pesantren di kawasan Garut.

Insiden berdarah ini menjadi pengingat keras betapa bahayanya amarah yang terpendam, di mana niat baik seseorang bisa berakhir dengan tragedi tragis.

Baca juga: Update Kasus Tewasnya Wanita di Hotel Kebayoran Baru: Polisi Berhasil Ringkus Pelaku yang Ternyata Masih Dibawah Umur!

Peristiwa tragis yang menghebohkan warga sekitar ini bermula ketika TA secara mendadak menyerang AJ di lingkungan tempat tinggal mereka.

Tanpa ampun, pelaku menghunuskan senjata tajam dan mendaratkan dua tusukan ke tubuh korban.

AJ yang langsung tersungkur dan bersimbah darah segera dievakuasi oleh warga sekitar untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

Namun takdir berkata lain, luka parah yang diderita membuat nyawa pria berusia 35 tahun itu tak bisa diselamatkan.

Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengonfirmasi kabar memilukan tersebut. 

"Betul (korban ditusuk tetangganya). Korban meninggal dunia pada saat perjalanan ke rumah sakit," terang Agung, dikutip detik News.

Mendapat laporan dari warga, pihak kepolisian Polsek Kemayoran bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP).

Nggak butuh waktu lama, polisi berhasil membekuk pelaku TA sekaligus mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan dalam melancarkan aksinya tersebut.

Setelah pelaku berhasil diamankan, fakta demi fakta mulai terbuka ke publik. Kasus penusukan ini rupanya nggak ada hubungannya dengan motif perampokan atau bentrok antar geng, melainkan murni karena rasa dendam dan sakit hati pelaku di masa lalu.

Menurut penjelasan kepolisian, rentetan masalah ini berawal saat orang tua TA menitipkan anaknya kepada korban (AJ) untuk diantarkan ke sebuah pondok pesantren di Garut, Jawa Barat.

AJ yang berstatus sebagai tetangga menyanggupi permintaan tersebut. Tapi, entah bagaimana persisnya kejadian di sana, TA merasa dicampakkan dan ditinggal begitu saja oleh AJ di pesantren.

"Ini kan ke pondok pesantren disuruh orang tuanya itu, diantar ke pondok pesantren. Ditinggalinnya dia berarti ada salah paham dia, mungkin dia agak emosi marah, dendam gitu, sementara ini," jelas Kompol Agung.

Rasa kesal karena merasa ditinggalkan itulah yang terus dipendam oleh TA.

Baca juga: Awas Kena Derek! Ratusan Kendaraan di Jakarta Utara Terjaring Razia Parkir Liar Pekan Ini

Puncaknya, pas mereka nggak sengaja bertemu lagi di lingkungan rumah di kawasan Utan Panjang, emosi TA yang sudah meledak-ledak berujung pada tindak kekerasan yang memakan korban jiwa.

Meski pelaku sudah tertangkap, kasus ini masih terus bergulir di meja penyidik Polsek Kemayoran.

Saat ini polisi masih melakukan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan memanggil sejumlah saksi mata di lokasi kejadian.

Pihak berwajib juga masih menelusuri akar masalah utama, yakni memastikan alasan pasti kenapa korban sampai meninggalkan pelaku saat berada di pondok pesantren tersebut.

"Itu makanya, lagi di dalam penyelidikan ini kenapa ditinggalin," tambah Agung.

Di sisi lain, polisi juga sedang mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini.

Mengingat barang bukti berupa pisau sudah diamankan, penyidik ingin memastikan apakah senjata tersebut memang sengaja disiapkan oleh TA sejak awal untuk menghabisi nyawa tetangganya.

"Barang bukti berupa pisau. Masih pendalaman apakah ada unsur perencanaan. Motif dendam," tutupnya.

Kasus kriminal di Jakarta Pusat ini menambah daftar kelam kekerasan yang dipicu oleh konflik personal.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. 

Kalau kamu sedang punya masalah atau salah paham dengan orang lain, pastikan untuk selalu menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik dan kepala dingin.

Jangan biarkan emosi sesaat merugikan diri kamu sendiri dan orang lain!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU