Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 JUNI 2026 • 17:49 WIB

Tarif Transjabodetabek Naik? Begini Reaksi Warga Jakarta Hadapi Rencana Pemprov

Tarif Transjabodetabek Naik? Begini Reaksi Warga Jakarta Hadapi Rencana PemprovPanduan Transjakarta ke Indonesia Arena GBK (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu menghitung berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan hanya untuk transportasi?

Bagi kebanyakan warga ibu kota dan sekitarnya, transportasi umum yang terjangkau adalah urat nadi mobilitas yang sangat vital. 

Namun, kabar kurang sedap baru-baru ini berembus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mewacanakan kenaikan tarif angkutan Transjabodetabek. Rencana penyesuaian harga ini sontak menuai reaksi beragam dari masyarakat penggunanya.

Ada yang menolak keras karena khawatir pengeluaran bulanan membengkak, tapi ada pula yang memaklumi dengan syarat tertentu. 

Wacana kenaikan tarif ini langsung mendapat sorotan tajam dari para pengguna setia layanan Transjabodetabek.

Baca juga: Viral Penumpang Gratisan di Bus Non-BRT, Transjakarta Siapkan Aturan Ketat untuk Warga!

Salah satunya adalah Maria, seorang pekerja yang saat ini bermukim di Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Bagi Maria, transportasi umum bukan sekadar alat untuk menembus kemacetan saat berangkat kerja, tetapi juga andalan utama untuk rekreasi saat akhir pekan tiba.

Ia bercerita bahwa ia kerap bepergian dari halte Blok M menuju Bogor untuk sekadar jalan-jalan santai atau mengunjungi teman kuliahnya.

Saat ditemui secara langsung di kawasan Blok M pada Minggu (14/6/2026), Maria secara terang-terangan menolak wacana Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Ia mengaku bahwa kenaikan tarif, sekecil apa pun nominalnya, akan sangat merusak alokasi pengeluaran rutinnya.

"Kayaknya bakal pengaruh juga karena kadang kalau main bisa sampai ke Bogor. Soalnya teman aku ada yang kuliah di Bogor juga, jadi aku sering nyamperin ke kosan. Jadi kayaknya itu akan sangat pengaruh banget," ungkap Maria, dikutip detik News.

Ia menambahkan, tarif angkutan yang saat ini berlaku, yakni sebesar Rp 3.500, sudah dihitung sangat presisi dalam anggaran ketat bulanannya.

Sebagai pekerja rantau yang masih mengandalkan kamar indekos, stabilitas harga transportasi sangatlah krusial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik News

BERITA TERBARU

Tarif Transjabodetabek Naik? Begini Reaksi Warga Jakarta Hadapi Rencana Pemprov

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!