PT Transjakarta (Nugroho Sejati)
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu lagi capek-capeknya pulang kerja atau kuliah, terus bus Transjakarta yang kamu tunggu akhirnya datang, tapi di dalam udah penuh sesak sama orang yang ternyata nggak bayar?
Yap, belakangan ini lini masa media sosial lagi heboh membahas fenomena penumpang "gratisan" di layanan bus feeder atau Non-BRT Transjakarta.
Buat kamu yang tiap hari naik transportasi umum di Jakarta, isu ini pasti relate banget dan bikin bete. Gimana nggak?
Kita yang sudah tertib tap kartu dan bayar sesuai aturan, malah harus berdesak-desakan dengan mereka yang memanfaatkan celah sistem dengan santainya.
Fenomena ini pertama kali di-spill dan jadi sorotan panas akibat keluhan seorang pengguna di Threads dengan akun @angmr*.
Baca juga: Keren Banget! Rute Transjakarta PIK 2-Blok M Tembus 1,4 Juta Penumpang Selama Setahun Terakhir
Dalam cuitannya, ia curhat kalau belakangan ini makin sering menemukan penumpang nakal di rute Non-BRT (bus yang beroperasi di jalan raya biasa, bukan jalur khusus).
Menurutnya, celah sistem pembayaran ini makin meresahkan karena banyak banget penumpang yang naik-turun di titik pemberhentian (bus stop) tanpa melakukan tap in maupun tap out sama sekali.
Usut punya usut, kondisi ini marak terjadi karena di dalam armada Non-BRT saat ini sudah tidak ada lagi petugas pramusapa yang berjaga.
Di sisi lain, sang sopir (pramudi) juga dinilai mustahil harus merangkap tugas mengawasi mesin tap sambil tetap fokus berjuang menembus macetnya lalu lintas Jakarta.
Alhasil, pengawasannya jadi super longgar dan banyak yang curi-curi kesempatan.
Melihat isu yang makin ramai di jagat maya, pihak Transjakarta tidak tinggal diam. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, langsung angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa saat ini perusahaannya tengah melakukan evaluasi besar-besaran, baik dari segi sistem pengawasan lapangan maupun teknologi ticketing.
Tujuannya, untuk menekan risiko kebocoran pendapatan perusahaan akibat penumpang yang tidak taat aturan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IDN Times