JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana wajah baru skuad Macan Kemayoran di bawah racikan tangan dingin pelatih sekelas Shin Tae-yong?
Penantian panjang Jakmania tentu akan segera terjawab. Menyambut bergulirnya kompetisi Super League musim 2026/2027 yang semakin dekat, manajemen Persija Jakarta kini tengah tancap gas menyusun agenda pramusim yang super matang.
Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia ini di kursi juru taktik membuat persiapan tim ibu kota menjadi salah satu yang paling disorot, memancing rasa penasaran publik mengenai siapa lawan uji coba yang akan dihadapi.
Ada angin segar bagi skuad Persija Jakarta tahun ini. Kalender sepakbola nasional resmi mengalami penyesuaian yang cukup signifikan.
Kick-off kompetisi kasta tertinggi, Super League 2026/2027, yang biasanya dimulai lebih awal, kini dijadwalkan baru akan bergulir pada bulan September mendatang.
Perubahan jadwal ini bukan tanpa alasan kuat. Sepanjang akhir Juli hingga Agustus 2026, kalender sepakbola Asia Tenggara akan difokuskan pada pergelaran bergengsi Piala AFF 2026.
Tidak hanya itu saja, jadwal liga juga harus memberikan ruang bagi potensi penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
Mundurnya jadwal kick-off ini praktis memberikan keuntungan tersendiri. Skuad kebanggaan warga Jakarta ini otomatis memiliki waktu yang jauh lebih panjang untuk mematangkan taktik sebelum benar-benar terjun ke medan pertempuran sesungguhnya.
Waktu persiapan yang melimpah ini tentu tidak ingin disia-siakan begitu saja. Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa saat ini seluruh fokus manajemen tertuju pada pematangan program latihan.
Prapanca menyebutkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intens dan berkoordinasi langsung dengan pelatih Shin Tae-yong terkait rancangan kegiatan krusial tersebut.
"Kebutuhan pramusim atau jadwal friendly match nanti saya harus diskusi dengan Coach Shin Tae-yong, seperti tim kapan kumpul dan schedule-nya," ujar Prapanca, seperti dikutip dari laman resmi I.League.
Menurutnya, pandangan teknis dari pelatih asal Korea Selatan tersebut sangat krusial sebagai fondasi awal pembentukan karakter tim.
Lebih lanjut, Prapanca juga menyoroti pentingnya menyelaraskan aspek lapangan dengan sisi bisnis klub.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Detik Sepakbola