Selasa, 16 JUNI 2026 • 15:59 WIB

Gubernur Pramono Anung Lobi PM Singapura, Kebut Investasi Raksasa Fase 3 dan 4 MRT Buat Warga!

Author

Gubernur Pramono Anung Bertemu dengan PM Singapura, Lawrence Wong (Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan Jakarta punya sistem transportasi umum yang super canggih dan setara dengan negara-negara maju?

Bebas macet, stasiun terintegrasi rapi, dan kereta bawah tanah yang menjangkau hampir seluruh sudut kota? Mimpi itu kini semakin mendekati kenyataan! 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja melakukan manuver strategis dengan terbang langsung ke Singapura. Tujuannya, melobi Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, untuk menarik investasi raksasa ke ibu kota. 

Pada Senin (15/6/2026), suasana di Istana Perdana Menteri Singapura menjadi saksi perbincangan krusial antara dua pemimpin.

Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Gubernur Pramono dan PM Lawrence Wong membahas secara mendalam peluang investasi Singapura di sektor transportasi publik Jakarta.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Tegaskan Bakal Cabut KJP dan KJMU Bagi Semua Pelaku Bullying di DKI Jakarta

Fokus utamanya adalah pengerjaan megaproyek Transit-Oriented Development (TOD) serta kelanjutan pembangunan fisik MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4.

Sebagai informasi, konsep TOD ini nantinya akan menyulap kawasan sekitar stasiun menjadi area terintegrasi yang menggabungkan hunian, perkantoran, dan ruang komersial.

Jadi, ke depannya kamu nggak perlu lagi repot bawa kendaraan pribadi untuk sekadar pergi ngantor atau hangout di akhir pekan.

Berdasarkan siaran pers resmi Pemprov DKI Jakarta yang dirilis pada Selasa (16/6/2026), Pramono dengan sangat percaya diri menawarkan potensi emas ibu kota kepada mitra regionalnya tersebut.

“Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara," ujar Pramono, dikutip Berita Jakarta.

Ia meyakinkan bahwa derasnya arus modal yang masuk ke Jakarta tidak hanya menguntungkan perekonomian Indonesia, tetapi juga akan memperkuat stabilitas ekonomi ASEAN secara keseluruhan.

Tentu saja, untuk mengundang investor kelas kakap berskala internasional membutuhkan lebih dari sekadar janji manis.

Menyadari hal tersebut, Pramono menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan menjanjikan.

Ia berjanji akan menghadirkan birokrasi yang mudah, transparan, efisien, dan yang paling krusial adalah konsisten.

Bagi para pemodal, kepastian regulasi adalah faktor penentu sebelum mereka menggelontorkan dana triliunan rupiah.

Merespons hal itu, Pemprov DKI siap menggelar karpet merah dan memangkas segala birokrasi yang berbelit-belit.

“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten," jelas Pramono.

Inisiatif transformasi perkotaan ini diharapkan mampu mengakselerasi langkah Jakarta menuju status kota global yang modern dan berkelanjutan.

Baca juga: Warga Jakarta Timur Sukses Kelola Sampah Lewat Biopori Jumbo, Gubernur Pramono Anung Beri Applause!

Menariknya, pertemuan bilateral ini berjalan sangat cair dan produktif berkat kedekatan personal antara kedua tokoh.

Komunikasi antara Pramono dan PM Lawrence Wong nyatanya sudah terjalin kuat sejak lama, tepatnya ketika keduanya masih sama-sama bertugas di jajaran pemerintahan nasional.

Kala itu, Pramono menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) Republik Indonesia, sementara Wong memegang berbagai posisi strategis dan vital di Pemerintah Singapura.

Jam terbang tinggi di pemerintahan pusat inilah yang menjadi senjata rahasia Pramono dalam membangun trust di mata internasional.

Ia paham betul bagaimana cara menyelaraskan visi pemerintah pusat dengan eksekusi nyata di tingkat daerah, sehingga keraguan investor terhadap tumpang tindih kebijakan bisa ditekan seminimal mungkin.

“Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor,” tandasnya.

Lewat kolaborasi strategis ini, masa depan transportasi umum Jakarta terlihat sangat menjanjikan.

Tidak lama lagi, kamu mungkin akan merasakan nyamannya bepergian membelah ibu kota tanpa harus tua di jalan akibat macet.

Bagaimana menurut kamu? Apakah perluasan jaringan MRT dan kawasan TOD ini bakal jadi solusi pamungkas buat ngatasin macetnya Jakarta?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov DKI Jakarta, Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU