JAKARTA - Siapa sih yang nggak suka healing ke pantai sambil nikmatin sunset?
Buat warga Jakarta, Kepulauan Seribu pastinya selalu jadi destinasi pelarian favorit buat kabur sejenak dari penatnya hiruk-pikuk ibu kota.
Tapi, coba bayangin kalau vibes liburan estetik kamu tiba-tiba rusak gara-gara tumpukan sampah plastik yang berserakan di pinggir pantai. Nggak banget, kan?
Nah, sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam agar tetap Instagramable dan sehat, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu baru aja menggelar aksi bersih-bersih super keren di kawasan ikonik Pantai Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Kegiatan positif ini dilaksanakan secara serentak dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni.
Baca juga: Daftar Landmark Ikonik di Kepulauan Seribu yang Wajib Dikunjungi Para Wisatawan!
Bukan cuma kegiatan pungut sampah biasa demi konten, acara yang berlangsung pada hari Rabu (3/6/2026) ini punya visi jangka panjang yang jauh lebih besar.
Mengusung tema "Kelola Sampah Pulau Kecil Terstandar", aksi bersih pantai ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mengukuhkan gerakan pilah sampah di seluruh wilayah Kelurahan Pulau Tidung.
Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, menjelaskan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Pusat Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup.
"Tujuannya sangat jelas, kita ingin meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di wilayah pulau kecil yang ekosistemnya sangat rentan terhadap pencemaran laut," ujar Achmad.
Mengelola sampah di daratan saja sudah menantang, apalagi di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan lahan dan akses transportasi.
Oleh karena itu, standarisasi pengelolaan sangat dibutuhkan agar solusinya tepat sasaran.
Kebayang nggak gimana serunya kolaborasi lintas generasi ini? Aksi peduli lingkungan tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta yang super antusias!
Mereka terdiri dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), jajaran Sudin LH Kepulauan Seribu, anggota Pramuka Saka Kalpataru, unsur kecamatan dan kelurahan, hingga warga setempat yang peduli banget sama masa depan kampung halamannya.
Para peserta bahu-membahu menyisir sepanjang perairan di kawasan Jembatan Cinta untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah yang terbawa arus laut atau tertinggal oleh oknum wisatawan yang kurang bertanggung jawab.
Kerennya lagi, sampah yang terkumpul nggak asal dibuang jadi satu, melainkan langsung dipilah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik dan anorganik.
"Kami juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah yang memiliki nilai guna tinggi. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos yang menyuburkan, sedangkan sampah plastik dapat didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan tangan," terang Achmad.
Jadi, sampah yang awalnya dianggap sebagai masalah yang menjengkelkan, justru bisa disulap jadi sumber cuan tambahan buat ekonomi warga lokal!
Langkah progresif yang eco-friendly ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Camat Kepulauan Seribu Selatan, Muhammad Nur.
Baca juga: Lebih dari 6 Ribu Wisatawan Serbu Kepulauan Seribu Saat Libur Panjang, Cek Akses Keberangkatannya!
Menurutnya, gerakan pemilahan sampah ini sangat sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta yang berfokus pada penyelesaian masalah pengelolaan sampah langsung dari sumbernya.
"Pengelolaan sampah secara mandiri sebenarnya sudah dilakukan sejak lama oleh warga. Namun, melalui momentum spesial ini, kami ingin mengingatkan kembali betapa pentingnya konsistensi dalam memilah sampah di kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Ia menambahkan, status Pulau Tidung sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kepulauan Seribu tentu menuntut penerapan standar kebersihan yang ekstra tinggi.
Hal ini mutlak diperlukan guna memberikan rasa nyaman yang maksimal bagi para pelancong yang datang berkunjung.
"Pulau ini merupakan aset wisata yang tak ternilai. Jika lingkungannya selalu bersih dan tertata dengan baik, wisatawan akan merasa nyaman dan keindahan alam yang kita miliki dapat terus terjaga kelestariannya," tandasnya.
Memasuki era pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism), yuk mulai dari sekarang kita ubah mindset dan gaya hidup!
Kalau kamu lagi liburan traveling ke pulau atau sekadar nongkrong santai, biasakan untuk mengurangi plastik sekali pakai dan pastikan selalu membuang sampah pada tempatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta