Jumat, 29 MEI 2026 • 18:51 WIB

Momen Dramatis Sujay Selamatkan Orang Tua di Tengah Kebakaran Tambora, Sebanyak 27 Rumah Hangus!

Author

Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk di Tambora, Jakarta Barat (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom)

JAKARTA - Bayangin kamu baru aja pulang kerja dalam keadaan capek, berniat buat istirahat tenang di rumah, tapi yang menyambut justru kobaran api raksasa yang siap melahap apa saja.

Kejadian mencekam inilah yang harus dihadapi oleh warga Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis (28/5/2026) malam.

Insiden kebakaran hebat di kawasan padat penduduk ini nggak cuma menyisakan puing-puing hitam, tapi juga cerita perjuangan heroik dari salah satu warga bernama Sujay (42), yang nekat menerjang bahaya demi menyelamatkan orang tuanya dari kepungan si jago merah.

Saat musibah itu mulai membesar sekitar pukul 19.47 WIB, Sujay baru saja tiba di rumah selepas bekerja.

Melihat api yang sudah berkobar terang dan berjarak sangat dekat dengan tempat tinggalnya, insting pertamanya bukanlah mengamankan harta benda, melainkan nyawa ibunya yang sedang tergolek lemah karena sakit.

Baca juga: Warga Tanjung Priok Dilatih Padamkan Api, Gulkarmat Jakarta Utara Terapkan SKKL Cegah Kebakaran

"Ya, kebetulan saya ada di rumah, pulang kerja, tapi api udah membesar. Karena api dekat, udah gede banget, saya nyelamatin orang tua saya dulu. Ke depan, lagi sakit dia," ungkap Sujay, dikutip detik News.

Kondisi yang serba chaos itu makin pelik lantaran ibunya tidak bisa berjalan mandiri.

Sujay bercerita bahwa sang ibu baru saja menjalani proses cuci darah pada hari Rabu (27/5/2026), dan dijadwalkan untuk sesi berikutnya keesokan harinya.

Tanpa pikir panjang, ia langsung mengambil tindakan cepat dengan menggendong ibunya keluar menjauhi amukan api.

"Iya digendong dulu, baru agak jalan dikit ke sana, ke depan," tambahnya dengan nada lega karena berhasil mengevakuasi sang ibu tepat waktu.

Setelah memastikan keluarganya berada di titik aman, Sujay memberanikan diri kembali mendekati lokasi yang dipenuhi asap tebal untuk mengevakuasi sepeda motor kesayangannya.

Di momen inilah suasana makin horor. Ia mendengar suara ledakan keras yang diduga kuat berasal dari tabung gas warga, disusul kobaran api yang makin menggila.

"Ada kayak itu pas saya evakuasi motor ya, setelah ibu saya keluar, evakuasi motor tuh ada ledakan kayak gitu, ada gas kayaknya. Ada ledakan itu udah gede banget itu apinya. Gas kayaknya itu," ceritanya.

Meski nyaris ikut terbakar dengan jarak hanya sekitar lima meter dari titik api, ia sangat bersyukur kuda besinya berhasil diselamatkan. "Alhamdulillah, selamat. Berapa meter lagilah itu, kayaknya 5 meter kali ya."

Dari data lapangan, dampak musibah di Jakarta Barat ini benar-benar masif. Sedikitnya 27 rumah hangus rata dengan tanah, membuat 250 jiwa warga Tambora terdampak dan kehilangan tempat bernaung.

Untuk menjinakkan kobaran api di permukiman yang saling berdempetan ini, pihak pemadam kebakaran bahkan harus menerjunkan 21 unit mobil damkar.

Butuh waktu berjam-jam hingga api akhirnya bisa dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.32 WIB.

Bagi keluarga Sujay sendiri, secara fisik mereka memang selamat tanpa luka sedikit pun. Namun, kerugian materiil tak bisa dihindari karena mereka kehilangan segalanya.

Baca juga: Pasca Kebakaran Mampang, Pemkot Jakarta Selatan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak di Jalan Bangka III

"Aman, alhamdulillah. Nggak ada yang luka sama sekali. Cuma pakaian semua habis semua," ujarnya pasrah.

Kini, harapan terbesarnya bertumpu pada empati dan langkah nyata dari pemerintah.

Sebagai korban yang rumahnya ludes tak bersisa, ia sangat menantikan bantuan material bangunan agar bisa kembali menata hidupnya.

"Ya, harapan, pemerintah ya, mudah-mudahan bisa terbantu dengan alat-alat bangunannya, ya kan? Biar meringankanlah beban saya, yang telah jadi korban kebakaran, itu aja," tutup Sujay penuh harap.

Tragedi Tambora ini menjadi wake-up call buat kita semua di DKI Jakarta untuk selalu ekstra waspada terhadap ancaman kebakaran.

Mari kita doakan agar para korban diberikan ketabahan dan segera mendapatkan penanganan terbaik dari pihak berwenang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU