Kamis, 28 MEI 2026 • 18:14 WIB

Viral Penumpang Gratisan di Bus Non-BRT, Transjakarta Siapkan Aturan Ketat untuk Warga!

Author

PT Transjakarta (Nugroho Sejati)

JAKARTA - Pernah nggak sih kamu lagi capek-capeknya pulang kerja atau kuliah, terus bus Transjakarta yang kamu tunggu akhirnya datang, tapi di dalam udah penuh sesak sama orang yang ternyata nggak bayar?

Yap, belakangan ini lini masa media sosial lagi heboh membahas fenomena penumpang "gratisan" di layanan bus feeder atau Non-BRT Transjakarta.

Buat kamu yang tiap hari naik transportasi umum di Jakarta, isu ini pasti relate banget dan bikin bete. Gimana nggak?

Kita yang sudah tertib tap kartu dan bayar sesuai aturan, malah harus berdesak-desakan dengan mereka yang memanfaatkan celah sistem dengan santainya.

Fenomena ini pertama kali di-spill dan jadi sorotan panas akibat keluhan seorang pengguna di Threads dengan akun @angmr*.

Baca juga: Keren Banget! Rute Transjakarta PIK 2-Blok M Tembus 1,4 Juta Penumpang Selama Setahun Terakhir

Dalam cuitannya, ia curhat kalau belakangan ini makin sering menemukan penumpang nakal di rute Non-BRT (bus yang beroperasi di jalan raya biasa, bukan jalur khusus).

Menurutnya, celah sistem pembayaran ini makin meresahkan karena banyak banget penumpang yang naik-turun di titik pemberhentian (bus stop) tanpa melakukan tap in maupun tap out sama sekali.

Usut punya usut, kondisi ini marak terjadi karena di dalam armada Non-BRT saat ini sudah tidak ada lagi petugas pramusapa yang berjaga.

Di sisi lain, sang sopir (pramudi) juga dinilai mustahil harus merangkap tugas mengawasi mesin tap sambil tetap fokus berjuang menembus macetnya lalu lintas Jakarta.

Alhasil, pengawasannya jadi super longgar dan banyak yang curi-curi kesempatan.

Melihat isu yang makin ramai di jagat maya, pihak Transjakarta tidak tinggal diam. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, langsung angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa saat ini perusahaannya tengah melakukan evaluasi besar-besaran, baik dari segi sistem pengawasan lapangan maupun teknologi ticketing.

Tujuannya, untuk menekan risiko kebocoran pendapatan perusahaan akibat penumpang yang tidak taat aturan.

"Transjakarta terus melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap titik layanan, khususnya pada koridor dan halte layanan Non-BRT dengan volume pelanggan tinggi. Proses ini dilakukan melalui monitoring operasional dan penguatan pengawasan lapangan," ujar Ayu.

Lebih lanjut, Ayu mengingatkan betapa pentingnya kepatuhan kamu sebagai pelanggan untuk selalu melakukan tap in dan tap out.

Bukan cuma soal tarif operasional, kebiasaan baik ini wajib banget dilakukan demi menjaga ketertiban layanan, memastikan akurasi data perjalanan, dan pastinya mengoptimalkan ekosistem transportasi publik di Jakarta.

Untuk mengatasi anomali dan para penumpang yang suka "lupa" bayar ini, Transjakarta ternyata sudah menyiapkan sejumlah opsi penguatan yang sedang dikaji secara internal.

Baca juga: Panduan Lengkap Naik Transjakarta ke Indonesia Arena GBK, Anti Macet dan Makin Gampang!

Agar langkah yang diambil bisa efektif, proporsional, namun tetap menjaga kenyamanan para pelanggan setia, berikut beberapa opsi yang kemungkinan akan diterapkan:

  • Penempatan Petugas Verifikasi: Transjakarta berencana menempatkan petugas khusus untuk memverifikasi kartu pelanggan di titik-titik layanan tertentu, terutama di lokasi yang volume penumpangnya membeludak atau tingkat ketidakpatuhannya tinggi;
  • Penerapan Paid Area (Area Berbayar): Opsi ini mengkaji kemungkinan dibuatnya area berbayar pada titik perhentian tertentu yang dinilai butuh pengendalian akses pelanggan secara lebih maksimal. Jadi, nggak ada lagi cerita bisa nyelonong masuk bus begitu saja!
  • Penguatan Edukasi: Edukasi agar warga makin sadar akan kewajiban tap in dan tap out bakal terus digencarkan secara masif.

Menurut Ayu, semua konsep implementasi perbaikan ini akan disesuaikan dengan data operasional operasional di lapangan.

Jadi, harapannya solusi yang dieksekusi nanti bisa benar-benar tepat sasaran.

Nah, sebagai generasi muda Jakarta yang peduli dengan fasilitas umum, yuk mulai dari diri sendiri untuk selalu tertib aturan.

Transportasi publik yang nyaman itu berawal dari vibes positif dan kesadaran kita bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IDN Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU