Minggu, 24 MEI 2026 • 16:13 WIB

Harga Cabai Makin “Pedas” Jelang Idul Adha 1447 H, Ini Strategi Jitu Pemprov DKI Jakarta agar Stok Tetap Aman!

Author

Ilustrasi Cabai Merah Besar (Freepik)

JAKARTA - Pernah nggak sih kamu merhatiin tiap kali mau deket hari raya, harga bahan pokok di pasar tiba-tiba ikutan naik?

Yup, fenomena musiman ini emang selalu bikin pusing, apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha di mana rutinitas masak besar seperti nyate atau bikin gulai jadi tradisi.

Bayangin aja kalau harga bumbu dapur tiba-tiba melambung tinggi, pasti mood perayaan bisa sedikit terganggu.

Tapi tenang aja, buat kamu warga ibu kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta nggak tinggal diam.

Lewat Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), mereka saat ini lagi ngebut memperketat pemantauan fluktuasi harga pangan biar dompet kita nggak makin jebol dan pasokan tetap aman terkendali.

Baca juga: Idul Adha 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Kalender dan Jadwal Liburnya

Di bawah komando Gubernur Pramono Anung, Pemprov DKI Jakarta emang lagi all out bekerja keras menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan warganya.

Mengutip dari pernyataan Chico Hakim selaku Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, fluktuasi harga pangan jelang perayaan Idul Adha ini merupakan fenomena musiman yang emang udah masuk radar dan dipantau dengan sangat ketat.

Nggak main-main, dalam menjaga stabilitas ekonomi makro kota, Pemprov DKI Jakarta terus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Tujuannya, memastikan harga di pasar nggak liar.

Chico juga ngejelasin soal action nyata di lapangan. Dinas KPKP setiap harinya turun langsung untuk melakukan pengawasan terhadap pasokan dan distribusi komoditas strategis di pasar-pasar utama Jakarta.

Rantai pasok dari daerah produsen sampai ke tangan konsumen terus dikawal. Menariknya, Pemprov nggak cuma mikirin harga, tapi juga mengawasi ketat mutu dan keamanan pangannya biar bahan makanan yang sampai ke piring kamu tetap higienis.

Selain blusukan ke pasar, langkah preventif lain yang krusial adalah koordinasi lintas wilayah antara Pemprov DKI, pemerintah pusat, dan daerah-daerah produsen pangan.

Langkah ini penting banget buat jadi back up plan! Soalnya, cuaca yang nggak menentu seringkali jadi plot twist yang memicu gagal panen atau distribusi logistik yang macet.

Lewat koordinasi ini, potensi gangguan krisis pasokan bisa segera diatasi.

Nah, buat kamu yang suka overthinking soal belanja atau mau mastiin harga sebelum jalan ke pasar, Pemprov punya solusi digital yang asyik.

Mereka rutin memublikasikan pembaruan data harga lewat platform Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).

Cukup buka dari layar smartphone, kamu dan para pelaku usaha (terutama kamu yang punya bisnis F&B) bisa memantau pergerakan harga secara transparan.

Fitur ini ngebantu banget biar kamu jadi smart buyer dan nggak gampang kena mark up oknum pedagang.

Langkah super sigap dari jajaran Pemprov ini emang urgent banget kalau kita lihat realita data terbarunya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Menggila Tembus Rp115 Ribu Hari Ini, Cek Daftarnya!

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, buka-bukaan bahwa pada minggu kedua Mei 2026 ini, sejumlah harga komoditas hortikultura udah mulai merangkak naik kalau dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Juara utama kenaikan harga dipegang oleh cabai rawit merah yang harganya makin pedas meroket!

Tercatat ada lonjakan sebesar 12,12 persen atau naik Rp8.689 per kilogram, dari yang awalnya Rp71.664 melonjak tajam jadi Rp80.354 per kilogram.

Lonjakan ini juga “ngajak” teman-temannya yang lain. Cabai merah keriting terpantau ikut naik 5,61 persen (Rp2.926/kg) menjadi Rp55.103 per kilogram, disusul bawang merah yang naik 3,96 persen (Rp2.082/kg) ke angka Rp54.697 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah TW juga naik 3,84 persen jadi Rp62.375 per kilogram, dan cabai rawit hijau merangkak naik 3,05 persen menjadi Rp59.939 per kilogram.

Melihat tren harga cabai dan bawang yang mulai memanas, langkah antisipasi Pemprov DKI Jakarta ini jelas menjadi angin segar buat kita semua.

Harapannya, dengan kolaborasi pengawasan yang ketat dari hulu ke hilir, pasokan kebutuhan Idul Adha tahun ini tetap aman dan kantong kamu nggak perlu menangis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Times Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU