Rabu, 29 APRIL 2026 • 14:21 WIB

Firasat Haru Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Sebelum Wafat, Wali Kota Jaktim Turut Berduka

Author

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, Takziah ke Rumah Duka Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan kereta jarak jauh Argo Bromo di Bekasi Timur tidak hanya menyisakan kerusakan material, tetapi juga meninggalkan luka batin yang mendalam bagi banyak keluarga. 

Kehilangan seseorang secara tiba-tiba akibat insiden tragis tentu bukanlah hal yang mudah untuk diterima.

Kesedihan ini sangat dirasakan oleh keluarga Harum Anjarsari (27), seorang ibu muda asal Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi salah satu korban jiwa.

Simpati dan dukungan moril pun terus mengalir, termasuk dari Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, yang langsung mendatangi rumah duka pada Rabu (29/4/2026) pagi untuk menyampaikan belasungkawa.

Sosok Harum Anjarsari selama ini dikenal oleh warga sekitarnya sebagai pahlawan keluarga yang tak kenal lelah.

Baca juga: Wali Kota Jakarta Pusat Takziah ke Rumah Kader PKK Utan Panjang Korban Tragedi KRL Bekasi Timur

Di usianya yang masih sangat muda, ia mengemban tanggung jawab besar sebagai seorang istri bagi Ryan Aditya Suryana sekaligus ibu tangguh dari dua anak yang masih kecil.

Tidak berhenti di situ, Harum juga merupakan sosok pekerja keras yang memegang posisi sebagai supervisor di sebuah perusahaan swasta di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Meski sudah berkeluarga dan menempati rumah di kawasan Tambun, Bekasi, almarhumah tidak pernah melupakan tanggung jawabnya untuk selalu membantu memenuhi perekonomian orang tuanya di Kelurahan Setu.

Di balik rutinitasnya yang padat tersebut, kepergian Harum rupanya sempat diiringi oleh serangkaian tanda yang kini dirasakan sebagai firasat oleh pihak keluarga.

Ibunda almarhumah, Sri Lestari (58), mengungkapkan betapa ia sangat kehilangan sosok anak sulungnya yang begitu penyayang tersebut.

Dengan suara bergetar, Sri membeberkan bahwa perilaku Harum terasa agak berbeda menjelang hari kejadian nahas itu.

"Sebelum meninggal, almarhumah seperti punya firasat. Ia sering meminta pulang ke Setu, padahal selama ini tinggal di Tambun," tutur Sri mengenang.

Firasat tersebut terasa semakin kuat ketika seminggu sebelum kecelakaan terjadi, Harum sempat berinisiatif mengajak teman-teman dekatnya untuk berkumpul di kediaman orang tuanya.

Niat hati ingin merajut silaturahmi, nyatanya momen tersebut menjadi kepingan kenangan pamungkas.

"Tanpa disangka, ajakan tersebut justru terwujud dalam suasana duka, ketika para kerabat berdatangan untuk melayat," ujar Sri.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa empati mendalam dari pemerintah daerah, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, tiba di rumah duka tepat pada pukul 06.10 WIB.

Kehadirannya tidak sendirian. Ia turut didampingi oleh Camat Cipayung, Diman; Lurah Ceger, Ahmad Syaefudin; serta Lurah Setu, Dwi Widiastuti.

Rombongan pemerintah kota ini langsung membaur dengan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan doa bersama yang dipimpin dengan khidmat oleh Ketua RW 03 Kelurahan Setu, Maah Setiawan.

Baca juga: Update Kecelakaan KRL di Bekasi Timur 29 April: 15 Tewas, 91 Luka-Luka dan 38 Diantaranya Diperbolehkan Pulang

Seusai memanjatkan doa bagi ketenangan arwah almarhumah, Munjirin secara langsung menyerahkan bantuan uang duka kepada ibunda Harum.

Di hadapan keluarga yang tengah dirundung duka, ia menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati.

"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya almarhumah dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Munjirin.

Munjirin juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen penuh untuk memfasilitasi jalannya proses pemakaman Harum di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipayung.

Proses tersebut telah dikoordinasikan secara responsif dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota setempat agar keluarga bisa mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan lancar.

Jenazah almarhumah Harum sebelumnya telah tiba di rumah duka usai melewati proses identifikasi oleh tim di RS Polri Kramat Jati pada Selasa (28/4/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Tragedi yang merenggut nyawa pejuang keluarga ini menjadi pengingat bagi kamu semua tentang pentingnya menghargai setiap momen bersama orang tersayang, sembari terus mendoakan yang terbaik bagi mereka yang telah mendahului kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU