JAKARTA - Kehilangan sosok pahlawan lingkungan di tengah padatnya permukiman ibu kota tentu menyisakan duka yang sangat mendalam.
Hal ini tengah dirasakan oleh warga Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran. Salah satu kader terbaik mereka, Nurhayati, yang dikenal begitu aktif sebagai kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), harus berpulang dengan cara yang mengejutkan banyak pihak.
Beliau menjadi salah satu korban dalam insiden kecelakaan KRL di Bekasi Timur. Kabar duka ini tidak hanya menyayat hati keluarga dan tetangga terdekat, tetapi juga sampai ke telinga para petinggi daerah.
Bagi kamu yang sering berinteraksi dengan ibu-ibu penggerak di lingkungan rumah, pasti paham betul seberapa besar tenaga dan waktu yang mereka korbankan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga sekitarnya.
Sebagai bentuk empati dan penghargaan atas pengabdian panjang almarhumah, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, bersama sang istri, Yeni Witri, menyempatkan diri bertakziah langsung ke rumah duka pada hari Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Cek Stasiun Bekasi Timur, Menteri AHY Targetkan Evakuasi Gerbong KRL Rampung Sore Ini
Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Pusat ini disambut dengan suasana haru oleh pihak keluarga yang masih sangat terpukul atas kepergian Nurhayati.
Dalam kunjungannya tersebut, Arifin menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya.
Ia sangat mengapresiasi jejak langkah almarhumah semasa hidup yang tak pernah lelah melayani masyarakat sekitar.
"Sosok Nurhayati dikenal sebagai kader Jumantik dan aktif di Posyandu serta PKK RW. Kepedulian dan keikhlasan almarhumah menjadi teladan bagi kita semua," ungkap Arifin.
Kehadiran pejabat daerah ini seolah membuktikan bahwa peran sekecil apapun di tingkat akar rumput, seperti yang dijalani Nurhayati, selalu memiliki arti dan dampak yang sangat besar bagi kemajuan dan kesehatan lingkungan kota.
Di balik kepedihan yang menyelimuti, terselip kisah memilukan tentang bagaimana peristiwa nahas itu merenggut nyawa sang kader kebanggaan warga Utan Panjang tersebut.
Andi, salah satu menantu almarhumah Nurhayati, turut membagikan cerita mengenai detik-detik sebelum kepergian sang mertua tercinta.
Menurut penuturannya, pada hari kejadian, Nurhayati tengah dalam perjalanan menggunakan moda transportasi KRL. Ia tidak bepergian sendirian, melainkan ditemani oleh adik ipar dan cucunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta