Minggu, 19 APRIL 2026 • 17:00 WIB

Nostalgia Pramono Anung di ITB Hingga Komitmen Lanjutkan Mega Proyek Eks Gubernur DKI Jakarta

Author

Gubernur Pramono Anung Hadiri Halal Bihalal Ikatan Orangtua Mahasiswa ITB (Andri Widiyanto/Berita Jakarta)

JAKARTA - Tahukah kamu bahwa sosok nomor satu di DKI Jakarta saat ini menyimpan kisah masa muda yang penuh dengan dinamika, perjuangan, dan idealisme?

Kisah menarik ini terungkap saat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Ikatan Orangtua Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Minggu (19/4/2026).

Bertempat di sebuah gedung pertemuan di Jalan Pati Unus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, momen silaturahmi ini tak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga panggung bagi sang Gubernur untuk memaparkan deretan rencana besar bagi masa depan ibu kota.

Bagi Pramono Anung, hadir dalam acara tersebut adalah sebuah kehormatan yang membawa kembali ingatan pada masa-masa perjuangannya.

Ia secara terbuka menceritakan bahwa di masa lalunya, ia adalah salah satu mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan ITB yang sukses menyelesaikan studi berkat beasiswa dari Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB.

Baca juga: Viral Preman di Tanah Abang Palak Sopir Bajaj, Gubernur Pramono Anung: Pelaku Sudah Ditangkap Semua

"Jadi saya merasa menjadi bagian utama dari acara Halal Bihalal ini. Makanya saya hadir, dan mudah-mudahan nanti saya masih diundang lagi," tutur Pramono.

Pramono juga membagikan cerita semasa ia menjadi aktivis kampus yang menduduki jabatan strategis, mulai dari Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang, Ketua Senat Mahasiswa Tambang, hingga Ketua Dewan Mahasiswa ITB.

Menariknya, ia sempat menyinggung lagu berjudul "Erika" yang belakangan ini sedang viral di media sosial. Semasa kuliah, Pramono tergabung dalam grup musik kecimpling dan mengaku sangat hafal lagu tersebut.

Menurutnya, lagu "Erika" pada masa itu bukan sekadar hiburan, melainkan simbol perlawanan mahasiswa ITB terhadap rezim pemerintahan, yang kerap diiringi dengan aksi teatrikal pidato meniru suara Presiden Soeharto.

Beranjak dari memori masa mudanya, Pramono menegaskan visi besarnya sebagai pemimpin Jakarta saat ini, khususnya di sektor pendidikan. Kepeduliannya ini dibuktikan melalui alokasi dana yang fantastis.

Pemprov DKI Jakarta dipastikan akan terus melanjutkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang menelan anggaran sekitar Rp 1,6 triliun demi membiayai 707.520 siswa.

Selain itu, kucuran dana kurang lebih Rp 380 miliar juga disiapkan untuk Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.

Tidak berhenti di situ, Pramono sedang merancang gebrakan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Ia berencana meluncurkan program beasiswa setara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus dari Pemprov Jakarta.

Target utamanya adalah membantu warga Jakarta yang kurang mampu namun memiliki tekad kuat untuk kuliah ke luar negeri.

Rencananya, program unggulan ini akan mulai dieksekusi pada tahun 2027 dengan kuota tahap awal sebanyak 100 mahasiswa.

Sebagai seorang negarawan, Pramono Anung menunjukkan kedewasaan berpolitik dengan tidak "menghapus" jejak pemimpin sebelumnya.

Sebaliknya, ia berkomitmen merampungkan berbagai mega proyek warisan eks Gubernur DKI Jakarta demi kepentingan masyarakat luas.

Baca juga: Hadiri Halal Bihalal PJT, Gubernur Pramono Anung Puji Peran Warga Jateng sebagai Kunci Harmoni dan Kemajuan Jakarta Global

Berikut beberapa program keberlanjutan yang tengah dikebut oleh Pemprov DKI Jakarta, di antaranya:

  • Era Sutiyoso: Sebanyak 109 tiang proyek monorel yang mangkrak berpuluh tahun di sepanjang Jalan HR Rasuna Said kini telah dipotong seluruhnya. Jalur tersebut sedang diperbaiki dan rencananya akan diresmikan pada bulan Juni mendatang dengan mengundang langsung Sutiyoso yang dijuluki sebagai "gubernur legend".
  • Era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok): Pembebasan lahan sengketa untuk Rumah Sakit Sumber Waras akhirnya tuntas. Di lokasi tersebut akan dibangun Rumah Sakit Internasional. Pramono bahkan telah mengajukan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan ini dijadikan Proyek Strategis Nasional (PSN).
  • Era Fauzi Bowo dan Anies Baswedan: Program pelestarian budaya Kebetawian dari masa kepemimpinan Fauzi Bowo tetap dilanjutkan. Sementara itu, untuk menyempurnakan Jakarta International Stadium (JIS) warisan Anies Baswedan, Pemprov DKI kini tengah membangun konektivitas lahan parkir dengan kawasan Ancol yang mampu menampung lebih dari 10 ribu kendaraan. Aksesibilitas JIS juga akan semakin dipermudah dengan kehadiran stasiun KRL baru di kawasan tersebut.

Langkah strategis Pramono Anung membuktikan bahwa pembangunan Jakarta membutuhkan kesinambungan, bukan sekadar pergantian rezim.

Bagi kamu warga Jakarta, sinergi antara nostalgia masa lalu yang penuh idealisme dengan eksekusi kebijakan yang nyata ini tentu menjadi angin segar.

Bagaimana menurutmu tentang deretan beasiswa dan penyelesaian mega proyek ibu kota ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU