Viral Preman di Tanah Abang Palak Sopir Bajaj, Gubernur Pramono Anung: Pelaku Sudah Ditangkap Semua
JAKARTA - Pernahkah kamu merasa was-was saat melintasi atau mencari nafkah di kawasan perbelanjaan yang padat di ibu kota?
Keamanan adalah hak dasar bagi setiap warga, terutama bagi mereka yang berjuang di jalanan setiap hari demi menghidupi keluarga.
Sayangnya, ketenangan publik baru-baru ini terusik oleh sebuah insiden yang memicu amarah banyak pihak di jagat maya.
Sebuah video yang menampilkan aksi premanisme dan pemalakan dengan kekerasan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Tak tanggung-tanggung, para pelaku menyasar rakyat kecil kelas pekerja, yakni seorang sopir bajaj dan pedagang bakso keliling.
Di tengah keresahan warga yang memuncak tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terbukti tidak tinggal diam.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah cepat memastikan tidak ada lagi ruang bernaung bagi para preman di ibu kota kita.
Bagi kamu yang belum sempat mengikuti alur beritanya, insiden persekusi ini bermula dari rekaman amatir warga yang tersebar luas di internet pada awal pekan.
Dalam video singkat tersebut, terlihat sekelompok pemuda melakukan intimidasi psikologis dan fisik terhadap pekerja sektor informal di area Pasar Tanah Abang.
Para preman itu secara arogan meminta uang setoran alias pungutan liar (pungli) kepada seorang sopir bajaj yang tengah menunggu penumpang, serta seorang pedagang bakso keliling.
Sangat miris, aksi pemalakan jalanan ini tidak sekadar berhenti pada ancaman verbal.
Saat korban mencoba menolak secara halus karena tak mampu memenuhi besaran tuntutan uang, pelaku dengan beringas langsung melakukan aksi perusakan barang dagangan.
Kejadian memilukan yang menimpa warga kecil di kawasan Tanah Abang pada jam sibuk ini sontak memicu simpati dan kemarahan publik.
Netizen di media sosial mempertanyakan mengapa aksi premanisme ini bisa terjadi bebas di salah satu pusat perekonomian terbesar tersebut.
Laporan visual valid dari warga inilah yang akhirnya menjadi bukti tak terbantahkan bagaimana penegak hukum harus segera turun tangan.
Merespons derasnya gelombang protes dan keresahan mendalam di masyarakat, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, segera memberikan pernyataan resmi yang sangat melegakan hati publik.
Ia tampil ke depan untuk memastikan bahwa aparat kepolisian telah bergerak senyap dan memberantas oknum premanisme yang meresahkan harmoni kota.
Saat ditemui oleh sejumlah awak media di wilayah Jakarta Timur pada Selasa (14/4/2026), Pramono mengonfirmasi langsung bahwa aparat telah sukses menciduk para pelaku arogan yang terekam jelas dalam video viral itu.
"Kemarin yang melakukan pemalakan baik itu kepada pedagang maupun bajaj, sudah ditangkap semua," ujar Pramono.
Pernyataan ini jelas menjadi hembusan angin segar bagi kamu dan jutaan warga Jakarta lainnya.
Tertangkapnya para pelaku memalukan ini dalam waktu yang sangat singkat menunjukkan bukti sinergi luar biasa antara kepedulian masyarakat, kecepatan respons pihak kepolisian, dan pengawalan ketat dari roda pemerintahan DKI Jakarta.
Pramono Anung lebih lanjut menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta memiliki komitmen penuh dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang kondusif.
Ia menegaskan kembali bahwa praktik kotor pungli yang secara khusus menargetkan masyarakat kelas bawah yang sedang memeras keringat, murni merupakan tindakan kriminal yang sama sekali tak bisa ditoleransi.
Gubernur sangat menyadari bahwa pahlawan ekonomi seperti pedagang kaki lima, pengemudi angkutan umum, dan pekerja lapangan lainnya adalah tulang punggung perputaran ekonomi akar rumput.
"Dan Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya untuk hal yang seperti ini gak boleh terjadi lagi," katanya.
Sebagai langkah preventif jangka panjang, instansi terkait di DKI Jakarta akan terus merapatkan barisan dengan aparat kepolisian.
Pramono berjanji akan terus memberi dukungan penuh demi menyapu bersih jalanan Jakarta dari premanisme.
"Jadi saya sebagai Gubernur Jakarta termasuk memberikan support untuk mengambil tindakan tegas premanisme kepada siapapun di Jakarta ini," ucap Pramono.
Kawasan komersial Tanah Abang sejatinya memiliki nilai ekonomi yang amat vital bagi stabilitas perdagangan nasional.
Puluhan ribu orang beraktivitas di sana setiap harinya. Oleh sebab itu, jaminan perlindungan keamanan merupakan syarat mutlak.
Aksi premanisme tentu tak sekadar menguras harta korban, tapi berpotensi mencoreng nama baik Jakarta sebagai kota bisnis yang ramah dan modern.
Bagi kamu warga metropolitan, peristiwa ini adalah pengingat betapa besarnya fungsi media sosial sebagai sistem kontrol publik.
Baca juga: Gubernur Pramono Anung Kebut Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Kramat Jaya Makin Modern
Keberanian warga melapor terbukti memperlancar proses penangkapan oleh penegak hukum. Pemprov DKI sungguh berharap partisipasi aktif ini terus menyala.
Apabila kamu menjumpai pemalakan di jalan, segeralah melapor menggunakan aplikasi canggih JAKI atau datangi pos polisi terdekat.
Semoga ke depan, kualitas patroli aparat di kawasan publik, stasiun, hingga pasar bisa semakin dimaksimalkan.
Di bawah komitmen Pramono Anung, kita meyakini Jakarta sedang berjalan menuju era kota yang humanis dan bebas teror premanisme. Kebebasan mencari nafkah adalah prioritas kita bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta