Senin, 13 APRIL 2026 • 06:57 WIB

Hadiri Halal Bihalal PJT, Gubernur Pramono Anung Puji Peran Warga Jateng sebagai Kunci Harmoni dan Kemajuan Jakarta Global

Author

Gubernur Pramono Anung Hadiri Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT) (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana Jakarta bisa tetap rukun, aman, dan terus berkembang secara dinamis di tengah hiruk-pikuk keberagaman budaya yang hidup di dalamnya?

Jawabannya ternyata berakar sangat kuat pada daya tahan komunitas daerah yang menjadi fondasi sosial ibu kota.

Salah satu pilar penopang paling vital tersebut adalah kontribusi nyata dari masyarakat perantauan asal Jawa Tengah.

Baru-baru ini, realitas sosial ini kembali ditekankan secara lantang di ruang publik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara gamblang menegaskan betapa krusialnya peran komunitas daerah dalam menjaga stabilitas kota.

Melalui momen silaturahmi yang sarat akan keakraban, Pramono menyoroti bahwa sinergi erat antara jajaran pemerintah dan paguyuban daerah adalah kunci utama untuk membawa Jakarta melangkah maju.

Baca juga: Hadiri Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Gubernur Pramono Anung Ajak Warga Jaga Identitas Jakarta Menuju Kota Global

Hal ini menjadi prasyarat mutlak dalam proses transformasi Jakarta menjadi kota global yang tidak hanya diakui modern secara infrastruktur, tetapi juga berdaya saing tinggi dan inklusif di mata dunia internasional.

Penegasan penuh makna tersebut disampaikan langsung oleh Pramono Anung saat menghadiri perhelatan akbar Halalbihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT).

Acara ini berlangsung meriah di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Minggu (12/4/2026). Mengusung tema besar yang sarat akan filosofi yakni “Bersatu dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa”, perhelatan ini terbukti bukan sekadar ajang seremonial atau kumpul-kumpul biasa pasca perayaan hari raya.

Momentum ini sengaja dikonsep sebagai ruang strategis untuk mempererat kembali ikatan persaudaraan sesama warga perantauan, sekaligus mempertegas peta jalan peran aktif mereka dalam kerangka pembangunan ibu kota.

Kemeriahan dan bobot acara ini semakin terasa pekat dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional yang memiliki rekam jejak panjang.

Tampak hadir membaur di lokasi, Dewan Pengawas PJT yang juga merupakan tokoh militer senior, Jenderal TNI (Purn) Wiranto. 

Selain itu, hadir pula tokoh legendaris yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007, Sutiyoso, serta sang nakhoda paguyuban, yakni Ketua Umum PJT Leles Sudarmanto Mangun Nagoro.

Kehadiran lintas generasi dan tokoh sentral ini membuktikan bahwa nyala semangat untuk terus membangun Jakarta secara gotong royong nyatanya tak pernah pudar oleh gerusan waktu.

Dalam pidato arahannya yang menggugah, Pramono Anung menyoroti dengan sangat tajam betapa besarnya skala kontribusi masyarakat Jawa Tengah.

Dampak positif ini secara langsung dan nyata dirasakan dalam denyut nadi kehidupan ekonomi maupun sosial masyarakat di Jakarta.

Menurut pandangan orang nomor satu di DKI tersebut, terdapat sebuah kekuatan tak terlihat namun sangat efektif yang selama ini bertindak sebagai perekat sosial utama di tengah masyarakat urban yang sangat heterogen.

Kekuatan luhur itu bersumber dari penerapan nilai-nilai budaya Jawa dalam keseharian masyarakatnya.

Pramono secara spesifik dan penuh kebanggaan menyebutkan filosofi andhap asor yang bermakna sikap rendah hati, tidak sombong, serta budaya etika untuk selalu saling menghargai dan menghormati sesama warga.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Kebut Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Kramat Jaya Makin Modern

Rangkaian nilai kultural yang begitu kuat melekat pada karakter kepribadian warga Jawa Tengah inilah yang dipandang menjadi perisai paling ampuh dalam merawat keharmonisan kota metropolitan ini.

Di tengah pesatnya arus modernisasi dan tingginya tekanan hidup di ibu kota, sikap guyub serta kelembutan toleransi ini dinilai sangat krusial karena terbukti mampu meredam berbagai potensi gesekan sosial yang sewaktu-waktu bisa memicu konflik horizontal di kota sebesar Jakarta.

Tidak sekadar melempar pujian manis, Pramono juga menghadirkan pandangan segar yang konstruktif terhadap laju semangat yang diusung oleh komunitas paguyuban tersebut.

Ia memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas deretan program kerja positif dari PJT yang selama ini terpantau berjalan dengan konsisten.

Hal ini mencakup berbagai inisiatif mandiri warga maupun kolaborasi strategis dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta.

“Kontribusi Paguyuban Jawa Tengah bagi Jakarta itu luar biasa. Saya bersyukur berbagai kegiatan yang diadakan baik oleh Paguyuban Jawa Tengah, maupun yang dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Jakarta selama ini berjalan dengan baik. Secara khusus sekali lagi, saya ingin mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas kontribusi dukungan Bapak Ibu,” ungkap Pramono.

Menariknya, di hadapan para tokoh, ia mengusulkan sebuah filosofi tambahan yang sangat mendalam guna menyempurnakan semboyan paguyuban.

“Guyub rukun, gayeng saklawase, kalau boleh ditambahkan, migunani. Migunani itu bermanfaat. Maka saya berharap keberadaan paguyuban terus memberikan manfaat nyata bagi Jakarta,” tuturnya memberikan wejangan.

Penambahan identitas migunani ini menjadi penegas kuat bahwa eksistensi paguyuban di perkotaan modern wajib menebarkan kemanfaatan sosial secara inklusif bagi masyarakat sekitarnya.

Lebih jauh, momentum silaturahmi lintas tokoh ini juga secara cerdas dimanfaatkan oleh Pramono untuk menegaskan komitmen kuatnya demi menjaga kesinambungan pembangunan.

Ia berjanji akan melanjutkan serta menyempurnakan berbagai program unggulan lintas sektor yang telah dirintis dengan susah payah oleh para gubernur pendahulunya. 

Bagi Pramono, menyulap Jakarta menjadi kota global sejati membutuhkan kolaborasi maraton. Dalam proses penyempurnaan kebijakan ini, dukungan kolektif dari elemen masyarakat luas dinilai memegang peranan sangat vital.

Kolaborasi murni antara pemerintah daerah dan komunitas akar rumput pada akhirnya menjadi fondasi tak tergantikan dalam menciptakan Jakarta yang harmonis.

“Mudah-mudahan acara paguyuban yang seperti ini halal bihalal memberikan dampak positif bagi kita semua, terutama untuk bersilaturahmi,” pungkas Pramono.

Baca juga: Strategi Jitu Gubernur Pramono Anung Jaga Ekonomi Jakarta Tumbuh Cepat Tanpa APBD, Ini Buktinya!

Melihat kenyataan betapa besarnya potensi sebuah paguyuban dalam memajukan daerah, bagaimana denganmu?

Sudahkah perkumpulan di lingkunganmu ikut serta memberikan jejak manfaat nyata bagi kota tempat kamu berpijak hari ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU