JAKARTA - Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan momen penuh keberkahan, tidak hanya dari segi spiritual, tetapi juga bagi geliat perekonomian masyarakat luas.
Pernahkah kamu membayangkan bagaimana besarnya antusiasme warga menyambut bulan puasa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang sangat kuat?
Di wilayah Jakarta Timur, sebuah acara baru saja membuktikan bahwa sinergi solid antara pemerintah, pelaku usaha mikro, dan masyarakat mampu menciptakan perputaran uang yang fantastis.
Kegiatan bertajuk Pasar Tumbuh yang meramaikan Bazar Pangan Ramadhan 2026 sukses menyedot perhatian banyak pihak, menjawab kebutuhan warga akan bahan pokok sekaligus memberdayakan bisnis kecil.
Suasana berbeda terlihat jelas di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur pada hari Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Ratusan Petugas Gabungan di Kecamatan Makasar Amankan Botol Miras Jelang Libur Panjang
Area yang biasanya diisi oleh rutinitas birokrasi pemerintahan tersebut mendadak berubah wujud menjadi pusat perbelanjaan dadakan yang sangat meriah.
Penyelenggaraan Pasar Tumbuh dalam rangka memeriahkan Bazar Pangan Ramadhan tahun ini benar-benar disambut dengan antusiasme masyarakat yang meluap-luap.
Tidak sekadar datang untuk melihat-lihat, daya beli warga yang tinggi berhasil membuahkan hasil yang mencengangkan.
Pada akhir hari, total omzet penjualan dari seluruh stan yang berpartisipasi tercatat menyentuh angka sebesar Rp42.132.200. Sebuah pencapaian mengesankan untuk bazar lokal yang digelar satu hari.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur ini memiliki tujuan mulia.
Bazar ini secara khusus digelar untuk menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan suci Ramadhan sekaligus mempersiapkan diri menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kehadiran acara ini sangat membantu masyarakat mendapatkan berbagai produk pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pasar konvensional.
Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga bahan pokok setiap kali memasuki masa puasa, inisiatif kolaboratif ini hadir sebagai angin segar sekaligus solusi konkret dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pokok warga Ibu Kota.
Keberhasilan pencapaian omzet puluhan juta rupiah tersebut tentu tidak lepas dari dukungan berbagai elemen.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kota Administrasi Jakarta Timur, Taufik Yulianto, memberikan penjelasan mendalam.
Ia menekankan bahwa angka penjualan tinggi itu bukan hanya dari kantong warga umum, melainkan juga berkat dukungan penuh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Walikota yang ikut memborong produk.
“Alhamdulillah dari kegiatan ini Binaan Sudin KPKP Kota Jakarta Timur bisa mendongkrak produk UMKM dengan capaian puluhan juta rupiah, antusiasme masyarakat dan ASN Kota Jakarta Timur cukup tinggi,” ungkap Taufik.
Menariknya, peserta yang mengisi puluhan stan di Pasar Tumbuh tidak didominasi oleh pedagang biasa.
Baca juga: Rute Baru Transjabodetabek SH2 Blok M-Soetta Resmi Dibuka, Tarif Cuma Rp3.500!
Mereka berasal dari latar belakang beragam, merepresentasikan kolaborasi luar biasa sepuluh kecamatan di wilayah Jakarta Timur.
Kamu bisa menemukan karya para penggiat urban farming yang memamerkan hasil panen segar mereka.
Selain itu, hadir pula kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pelaku usaha binaan Jakpreneur, Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang unjuk gigi memasarkan produk olahan tangan.
Keterlibatan berbagai elemen membuktikan bahwa semangat wirausaha tumbuh subur di masyarakat.
Gempita bazar ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi daerah yang turun langsung meninjau ke lapangan.
Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, hadir langsung bersama jajaran untuk memberikan dukungan moral kepada para peserta.
Beliau didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin.
Turut hadir pula Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, yang sangat mengapresiasi kelancaran acara tersebut.
Kemeriahan Pasar Tumbuh ini juga tidak terlepas dari sokongan nyata dan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Kota Administrasi Jakarta Timur.
Lebih dari sekadar ajang transaksi jual beli kebutuhan harian, acara ini juga menyelipkan agenda edukasi yang sangat bermanfaat bagi warga.
Pada kesempatan tersebut, diselenggarakan lokakarya urban farming yang secara khusus membahas teknik pemanfaatan lahan sempit perkotaan serta metode penanggulangan hama tanaman yang tepat sasaran.
Sesi edukatif ini menghadirkan narasumber ahli dari penggiat urban farming dan Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pertanian Terpadu (UPT P2BPT) Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta.
Taufik Yulianto menutup penjelasannya dengan sebuah harapan. Melalui kegiatan berkelanjutan ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong mengembangkan praktik urban farming mandiri.
Langkah ini menjadi upaya strategis meningkatkan ketahanan pangan keluarga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kesejahteraan seluruh warga Jakarta Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timur.jakarta.go.id