Sabtu, 07 MARET 2026 • 20:41 WIB

Gubernur Pramono Anung Resmi Buka Festival Tabuh Bedug 2026 di TIM, Rawat Tradisi Asli Jakarta!

Author

Gubernur Pramono Anung dalam Acara Festival Tabuh Bedug Provinsi DKI Jakarta 2026 (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu merasakan getaran magis dari gema takbir dan tabuhan bedug yang bersahut-sahutan memecah kesunyian senja, tepat ketika adzan magrib berkumandang di ibu kota?

Di tengah hiruk-pikuk gedung pencakar langit dan deru kendaraan Jakarta yang seakan tak pernah tidur, tradisi memukul bedug nyatanya masih memiliki tempat istimewa di hati warganya.

Memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini, kerinduan akan nuansa religius yang berpadu harmonis dengan kebudayaan lokal kembali dihadirkan secara megah ke hadapan publik.

Pada hari Sabtu (7/3/2026), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka perhelatan akbar Festival Tabuh Bedug Ramadhan 2026.

Mengambil lokasi di pelataran ikonik Plaza Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, acara ini merupakan sebuah komitmen dan tesis nyata dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus menghidupkan serta merawat detak jantung tradisi lokal agar tidak tergerus oleh laju modernisasi zaman.

Baca juga: Pramono Anung Ngaduk Dodol Nyak Mai: Cara Seru Lestarikan Kuliner Tradisional DKI Jakarta

Festival yang sarat akan nilai seni, budaya, dan spiritual ini merupakan inisiatif strategis dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Menariknya, format kompetisi ini tidak hanya berpusat di satu titik elit pada hari H, melainkan dirancang agar gaungnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan ini digelar dengan sistem kompetisi berjenjang yang ketat, dimulai dari babak penyisihan di tingkat kelurahan, merangkak naik ke tingkat kecamatan, hingga akhirnya para jawara berkumpul untuk mewakili kota administrasi dan kabupaten masing-masing di babak grand final tingkat provinsi.

Pendekatan berjenjang ini memastikan bahwa gema kemeriahan Ramadan benar-benar dirasakan hingga ke sudut-sudut gang dan permukiman warga.

Hal ini menjadi bukti bahwa Pemprov DKI Jakarta ingin merangkul seluruh warganya tanpa terkecuali, menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan apresiasi seni budaya Islam yang mengakar kuat di Nusantara.

Dalam pidato sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir di TIM, Gubernur Pramono Anung menegaskan visi besar di balik kesinambungan acara ini.

Menurutnya, langkah proaktif yang dilakukan oleh jajaran Dinas Kebudayaan ini menunjukkan komitmen serius Pemprov DKI untuk terus merawat tradisi yang telah lama hidup, bernapas, dan berkembang di Jakarta.

"Apa yang dilakukan Dinas Kebudayaan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta betul-betul ingin merawat tradisi yang ada di Jakarta ini," ujar pria yang akrab disapa Pram tersebut.

Lebih jauh, Pramono menyoroti bahwa merawat budaya pada hakikatnya adalah upaya merawat kerukunan warga kota metropolitan yang heterogen.

Ia mengingatkan kembali bahwa Pemprov DKI Jakarta selalu berkomitmen hadir untuk memfasilitasi semua golongan masyarakat.

Sebagai bukti, sebelumnya Jakarta juga telah sukses menyelenggarakan berbagai acara keagamaan dan kebudayaan berskala besar yang merangkul keberagaman, mulai dari Christmas Carol Colossal saat perayaan Natal, perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang meriah di kawasan pecinan, hingga rangkaian Semarak Ramadhan.

"Saya yakin adanya Festival Bedug, Pawai Obor, dan partisipasi berbagai komunitas, perayaan Idulfitri di Jakarta akan lebih semarak dan membuat semua orang merasa memiliki kota ini," tuturnya.

Frasa "merasa memiliki kota ini" menjadi inti pesan yang sangat mendalam. Di tengah masyarakat urban yang sering kali rentan terhadap rasa keterasingan dan individualisme, harmoni suara bedug diharapkan menjadi pemersatu, mengingatkan setiap individu bahwa Jakarta adalah rumah besar bersama yang hangat, toleran, dan berbudaya.

Baca juga: Safari Ramadhan Telah Usai, Pemkot Jaktim Sediakan Penitipan Kendaraan Gratis Bagi Warga saat Mudik

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, turut memberikan pandangannya terkait urgensi acara tahunan ini.

Ia menjelaskan secara rinci bahwa Festival Tabuh Bedug merupakan salah satu langkah konkret dalam melestarikan sekaligus mengembangkan tradisi tabuh bedug sebagai bagian integral dari kekayaan budaya masyarakat.

Di era digital saat ini, di mana hiburan virtual jauh lebih mendominasi keseharian, festival ini hadir sebagai sebuah oase yang menyejukkan.

Melalui ajang bergengsi ini, pihak penyelenggara ingin memberikan ruang ekspresi yang aman, menyalurkan letupan kreativitas, serta menumbuhkan apresiasi bagi para generasi muda.

Alih-alih menghabiskan malam-malam Ramadhan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat atau bahkan berpotensi mengganggu ketertiban umum seperti balap liar, para pemuda diajak untuk berkompetisi secara sehat.

Lebih lanjut, kegiatan seni budaya yang positif dan konstruktif ini diklaim sangat efektif untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat dari berbagai wilayah di Jakarta.

"Tercatat ada 16 tim unggulan dari lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu yang akan berkompetisi. Mereka siap menampilkan kemampuan teknik memukul bedug, kreativitas aransemen nada, serta kekompakan koreografi terbaiknya dalam seni tabuh bedug ini," tandas Miftahulloh.

Atmosfer persaingan dipastikan berlangsung sengit karena setiap tim memikul gengsi dan kebanggaan wilayahnya masing-masing di atas panggung Teater Besar TIM.

Visi Pemprov DKI Jakarta rupanya tidak berhenti pada perayaan bedug semata.

Pada momen tersebut, Gubernur Pramono Anung juga membocorkan program keagamaan yang tengah dipersiapkan ke depannya.

Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Sama halnya dengan festival bedug, ajang MTQ juga akan digenjot pembinaannya mulai dari akar rumput.

Pram menaruh harapan besar agar sistem pembinaan berjenjang ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul qari dan qariah.

Ia memimpikan para peserta MTQ yang kesehariannya tekun mengaji di langgar, surau, atau musala kecil di lingkungan RT dan RW, kelak bisa meraih prestasi gemilang di tingkat provinsi, hingga akhirnya membawa harum nama ibu kota di kancah nasional.

"Jika itu dilakukan, saya yakin anak-anak yang memiliki keinginan untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan tartil akan semakin banyak bermunculan," ungkapnya penuh optimisme.

Baca juga: Sidak Takjil Ramadhan Pasar Rawamangun, Pemkot Jaktim Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi

Tidak cukup sampai di situ, Pramono juga membawa kabar gembira terkait apresiasi mendalam terhadap para tokoh agama dan pejuang lokal penyebar kebaikan.

Ia secara khusus telah menginstruksikan Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta untuk mempersiapkan sebuah agenda spiritual berskala masif, yakni Haul Ulama-Ulama Betawi, para Habaib, serta pahlawan pergerakan nasional.

Acara akbar ini rencananya akan dipusatkan di ikon kebanggaan Jakarta, Monumen Nasional (Monas), pada bulan Juni mendatang.

Penyelenggaraan Haul di bulan Juni tersebut dirancang khusus sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada mereka yang berjasa besar bagi perjalanan sejarah dan peradaban Jakarta, sekaligus dirangkai manis sebagai bagian dari penyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

"Selama ini, Haul biasanya bersifat eksklusif atau hanya diselenggarakan oleh komunitas tertentu saja. Namun kali ini, saya meminta agar diselenggarakan dan difasilitasi sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta dalam rangka menyambut HUT ke-499 Jakarta. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan menciptakan keteduhan bagi semua pihak," pungkas Pramono.

Bagi kamu warga Jakarta, rentetan program kebudayaan dan keagamaan dari Pemprov DKI ini tentu menjadi penawar rindu di tengah padatnya aktivitas.

Menikmati syahdunya senja Ramadhan sembari menyaksikan talenta muda menabuh bedug di Taman Ismail Marzuki adalah pengalaman komunal yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU