Sabtu, 07 MARET 2026 • 10:01 WIB

Sidak Takjil Ramadhan Pasar Rawamangun, Pemkot Jaktim Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi

Author

Inspeksi Mendadak (Sidak) Takjil Ramadhan Bersama Pemkot Jakarta Timur dan BBPOM (timur.jakarta.go.id)

JAKARTA - Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan tradisi berburu takjil yang menyenangkan menjelang waktu berbuka puasa.

Berbagai macam jajanan pasar, es buah segar, hingga gorengan renyah berjajar rapi menggugah selera di setiap sudut jalan.

Namun, pernahkah kamu membayangkan jika di balik warna-warni cantik makanan tersebut tersembunyi bahaya kimia yang mengancam kesehatan?

Untuk mencegah hal itu terjadi dan memastikan keamanan pangan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) DKI Jakarta turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Pada Jumat (6/3/2026), tim gabungan ini menyisir area Pasar Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, guna menguji kelayakan takjil yang dijajakan.

Baca juga: Keren! PMI Jaktim Bagikan Sembako dan Santunan untuk 2.000 Anggota PMR di Bulan Ramadhan

Langkah preventif ini membuktikan komitmen serius pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari peredaran zat beracun di tengah tingginya lonjakan konsumsi selama bulan puasa.

Sidak yang berlangsung pada sore hari yang sibuk tersebut dipimpin secara langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin.

Kehadiran jajaran Pemkot beserta tim ahli dari BPOM tentu saja langsung menarik perhatian para pengunjung maupun pedagang yang memadati area Pasar Rawamangun.

Menggunakan peralatan uji cepat (rapid test kit) yang dibawa dalam laboratorium keliling, petugas dengan sigap mengambil 35 sampel makanan dan minuman yang dicurigai berpotensi mengandung bahan tambahan pangan terlarang.

Sampel yang dikumpulkan mewakili jajanan yang paling banyak diburu warga, meliputi kerupuk, pacar cina, tahu, mie kuning basah, hingga aneka kue tradisional.

Hasil dari pengujian yang dilakukan secara langsung di tempat tersebut cukup memberikan angin segar, meskipun tidak bisa dikatakan sepenuhnya bersih.

Dari total 35 sampel yang diperiksa dengan teliti, 34 di antaranya dinyatakan aman dari zat berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil kimia.

Namun, ada satu temuan yang cukup mengejutkan; sebuah sampel kue mangkok berwarna cerah terbukti secara meyakinkan mengandung rhodamin.

"Dari 35 sampel, alhamdulillah sebagian besar aman, kecuali kue mangkok yang memang terindikasi zat terlarang, dan sudah diambil, sudah ditarik karena bahaya untuk dikonsumsi," tegas Munjirin.

Wali Kota juga menitipkan pesan penting, menekankan tingginya kewajiban moral para pedagang takjil untuk selalu memperhatikan kualitas dan keamanan bahan baku produk yang mereka jual, agar ibadah puasa warga tidak dirusak oleh masalah kesehatan.

Penemuan kue mangkok yang mengandung zat pewarna rhodamin dalam sidak kali ini harus menjadi wake-up call bagi kita semua.

Sebagai informasi yang sangat penting untuk kamu ketahui, Rhodamin B sejatinya adalah pewarna sintetis yang dirancang dan lazim digunakan secara eksklusif untuk industri tekstil, kertas, dan tinta, bukan diperuntukkan bagi sistem pencernaan manusia.

Warnanya yang merah terang, tajam, atau merah keunguan sering kali disalahgunakan oleh oknum produsen makanan yang tidak bertanggung jawab untuk menekan biaya produksi dan membuat tampilan jajanan pasar menjadi sangat mencolok serta menarik perhatian mata pembeli.

Baca juga: Razia Gabungan di Eks Lokalisasi Boker Ciracas, Jaring 10 PPKS dan Puluhan Botol Miras

Jika kamu atau keluargamu secara tidak sengaja mengonsumsi makanan yang terpapar zat ini secara terus-menerus, dampaknya bagi kesehatan tubuh sangatlah destruktif.

Data dari berbagai jurnal kesehatan dan panduan BPOM menyebutkan bahwa akumulasi rhodamin B di dalam tubuh manusia dapat memicu iritasi parah pada saluran pernapasan dan pencernaan, merusak fungsi organ vital seperti hati dan ginjal secara permanen, hingga menjadi agen karsinogenik yang meningkatkan risiko penyakit kanker dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, langkah tegas Pemkot Jaktim yang langsung menarik produk kue mangkok tersebut dari peredaran adalah sebuah tindakan penyelamatan darurat yang sangat krusial.

Penanganan atas temuan zat berbahaya di Pasar Rawamangun ini tidak hanya berhenti pada sekadar penyitaan barang bukti.

Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati, yang memantau langsung jalannya pengujian, membenarkan adanya kandungan pewarna tekstil pada sampel makanan tersebut.

Ia memastikan bahwa seluruh produk yang terindikasi membahayakan nyawa langsung diamankan dalam kantong khusus saat itu juga, sehingga dipastikan tidak ada satu pun yang sempat terjual dan berpindah ke tangan pembeli.

Menariknya, pendekatan yang diterapkan oleh pihak berwenang di lapangan tidak semata-mata bersifat punitif, melainkan sangat mengedepankan aspek pembinaan yang manusiawi.

Sofiyani menjelaskan bahwa pedagang takjil skala kecil yang kedapatan menjual kue beracun tersebut sering kali hanyalah korban ketidaktahuan.

Mereka umumnya hanya menerima titipan barang dagangan dari pembuat atau supplier lain tanpa menyadari adanya kandungan bahan berbahaya di dalamnya.

"Untuk saat ini, produknya sudah diambil, disita, dan pedagangnya sudah diberikan edukasi terkait bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi," tutur Sofiyani.

Melalui langkah edukasi langsung di lapangan ini, pemerintah berharap dapat memutus rantai peredaran makanan beracun dari tingkat pengecer yang paling bawah.

Pedagang dibekali pengetahuan agar ke depannya mereka menjadi jauh lebih selektif dan berani menolak pasokan dagangan dari produsen jika warna atau teksturnya mencurigakan.

Agar kamu dan orang-orang terdekat terhindar dari bahaya laten jajanan takjil yang tidak sehat, ada beberapa langkah antisipasi sederhana namun efektif yang bisa kamu terapkan saat berbelanja di pasar tumpah.

Pertama, jadilah konsumen yang jeli terhadap warna. Waspadalah jika melihat makanan dengan warna yang terlampau mencolok, berpendar terang, atau justru meninggalkan bekas warna yang sulit hilang di jari tangan.

Baca juga: Dispora DKI & PMKI Masifkan Senam Rutin di RPTRA Hingga Perkantoran, Siap Bikin Warga Jakarta Makin Bugar!

Makanan yang menggunakan pewarna alami (seperti daun suji atau buah bit) biasanya memiliki warna yang cenderung lebih lembut, natural, dan tidak ngejreng.

Kedua, selalu perhatikan tekstur makanan yang hendak kamu beli. Jika kamu membeli tahu, mie kuning, atau lontong yang teksturnya terlampau kenyal, sangat keras, tidak mudah hancur saat ditekan, atau lalat sama sekali tidak mau hinggap di atasnya, bisa jadi makanan tersebut telah dicampur dengan pengawet mayat seperti formalin atau pengenyal boraks.

Terakhir, perhatikan kebersihan lapak pedagang dan jangan sungkan untuk bertanya dari mana mereka mendapatkan pasokan makanannya.

Sidak yang dieksekusi dengan sigap oleh Pemkot Jaktim dan BPOM di Pasar Rawamangun ini menjadi bukti konkret hadirnya negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakatnya.

Kita tentu berharap pengawasan proaktif semacam ini dapat terus digencarkan secara rutin, tidak hanya di satu titik, tetapi merata di seluruh sentra kuliner Ramadhan di wilayah Jakarta Timur.

Dengan begitu, kamu bisa menjalankan ibadah puasa dengan hati yang tenang dan berbuka dengan hidangan yang benar-benar menyehatkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timur.jakarta.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU