Jumat, 06 MARET 2026 • 08:37 WIB

Sudinhub Jakarta Barat Babat Habis Terminal Bayangan, 5 Bus AKAP Langsung Ditilang

Author

Sejumlah Bus Ditilang Petugas Gabungan Sudinhub Jakbar di Terminal Bayangan (barat.jakarta.go.id)

JAKARTA - Pernahkah kamu terjebak kemacetan parah di kawasan Cengkareng atau Kalideres pada sore hari, dan ternyata penyebab utamanya adalah deretan bus besar yang ngetem sembarangan di pinggir jalan?

Fenomena terminal bayangan memang selalu menjadi momok menyebalkan bagi para pengendara di ibukota, khususnya di wilayah Jakarta Barat yang menjadi gerbang keluar-masuk kendaraan antar kota.

Menjawab keresahan warga tersebut, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat akhirnya mengambil langkah tegas.

Melalui operasi gabungan yang intensif, petugas membabat habis titik-titik yang kerap dijadikan terminal ilegal.

Hasilnya tidak main-main, lima bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang nekat mangkal langsung ditindak dan diberikan sanksi tilang di tempat.

Baca juga: Antisipasi Krisis Stok Darah Selama Ramadhan, Pemkot dan PMI Jakarta Barat Incar 5.000 Pendonor

Operasi penertiban yang berlangsung baru-baru ini bukanlah patroli biasa.

Mengingat membandelnya para awak bus AKAP yang kerap "kucing-kucingan" dengan petugas, Sudinhub Jakarta Barat mengerahkan kekuatan penuh.

Penindakan ini dilakukan secara sinergis melalui patroli gabungan yang melibatkan Tim Lintas Jaya Sudinhub, Seksi Pengendalian Operasional (Dalops) Tim Tindak 2 Sudinhub Jakarta Barat, dan dibantu langsung oleh satuan kepolisian dari Satlantas Polres Metro Jakarta Barat.

Kasi Ops Sudinhub Jakarta Barat, Agus Prasetiyo, membenarkan adanya kegiatan penertiban skala besar tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Kamis (5/3/2026), Agus menjelaskan bahwa tim gabungan menyisir area-area yang selama ini sudah masuk dalam radar pemantauan petugas karena kerap memicu kemacetan lalu lintas.

"Ada lima armada bus yang kami tindak dari tiga titik. Lima bus tersebut dikenakan sanksi BAP Tilang oleh Tim Lintas Jaya Sudinhub Jakarta Barat," jelas Agus.

Tiga titik utama yang menjadi sasaran empuk penertiban kali ini adalah kawasan Exit Tol Cengkareng (Kapuk), Jembatan Gantung Cengkareng, dan area Outer Ring Road Kecamatan Kalideres.

Ketiga lokasi ini memang dikenal sebagai jalur sibuk dan urat nadi perekonomian Jakarta Barat.

Keberadaan bus-bus berbadan besar yang berhenti berlama-lama di bahu jalan raya otomatis memakan lajur kendaraan lain dan menciptakan efek leher botol (bottleneck) yang mengekor panjang hingga berkilo-kilometer.

Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa bus-bus AKAP ini lebih memilih menaikkan penumpang di pinggir jalan tol atau jembatan gantung ketimbang masuk ke terminal resmi seperti Terminal Terpadu Kalideres?

Dari kacamata operasional bus, terminal bayangan dianggap lebih "praktis" untuk memotong waktu tempuh dan menghindari biaya retribusi terminal resmi.

Selain itu, banyak penumpang yang merasa lebih dekat mengakses bus dari titik-titik pinggir jalan tersebut daripada harus repot pergi ke terminal utama.

Namun, data dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan kepraktisan sesaat tersebut. Berikut beberapa dampak negatif dari menjamurnya terminal bayangan.

Baca juga: Sudinpora Buka Pendaftaran Pemuda Pelopor Jakbar 2026: Raih Hadiah Jutaan Rupiah dan Wakili Jakarta Barat ke Tingkat Provinsi

Pertama, memicu kemacetan parah dan merugikan pengguna jalan lain. Satu bus AKAP bisa memakan hingga dua lajur jalan saat berhenti atau bermanuver di bahu jalan.

Di kawasan Outer Ring Road Kalideres yang volume kendaraannya sangat padat, berhentinya satu bus saja bisa menghentikan laju ratusan mobil dan motor di belakangnya. 

Waktu produktif warga Jakarta terbuang sia-sia hanya karena keegoisan segelintir armada transportasi.

Kedua, ancaman keselamatan penumpang tinggi. Menunggu bus di pinggir jalan tol seperti di Exit Tol Cengkareng sangatlah berbahaya.

Penumpang sering kali berdiri di bahu jalan tanpa adanya fasilitas ruang tunggu, trotoar yang memadai, atau atap pelindung.

Risiko terserempet kendaraan berkecepatan tinggi yang baru keluar dari jalan tol sangat mengintai nyawa para calon penumpang tersebut.

Terakhir, merusak ekosistem transportasi resmi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelontorkan dana besar untuk merevitalisasi dan merawat terminal-terminal resmi agar aman dan nyaman.

Keberadaan terminal bayangan membuat terminal resmi menjadi sepi dan mematikan ekosistem ekonomi di dalamnya, termasuk para pedagang resmi dan petugas kebersihan yang menggantungkan hidup di sana.

Tindakan pemberian Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Tilang kepada lima armada bus AKAP kali ini diharapkan bisa memberikan efek jera yang signifikan.

Sanksi BAP Tilang bukan sekadar teguran biasa, pelanggaran ini tercatat secara hukum dan denda yang dijatuhkan cukup memberatkan pihak perusahaan otobus (PO) jika mereka terus mengulangi kesalahan yang sama.

Agus Prasetiyo menegaskan bahwa operasi yang melibatkan kepolisian ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Pihaknya menyadari bahwa para awak bus kerap mencari celah kelengahan petugas.

Oleh karena itu, intensitas patroli Lintas Jaya akan semakin diperketat, terutama di jam-jam rawan seperti sore hingga malam hari, serta menjelang akhir pekan atau musim libur panjang di mana mobilitas warga ke luar kota sedang tinggi-tingginya.

"Penertiban terminal bayangan di Jakarta Barat akan terus kita laksanakan. Armada bus yang melanggar akan ditindak dan dikenakan sanksi," tandas Agus memberikan peringatan keras kepada seluruh operator bus AKAP yang melintasi wilayahnya.

Langkah Sudinhub Jakarta Barat dan kepolisian ini patut mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari masyarakat.

Penegakan aturan berlalu lintas adalah kunci utama untuk menciptakan jalanan Jakarta yang lebih tertib, lancar, dan aman bagi semua pihak.

Baca juga: Warga Jakarta Utara Kini Bisa Bernapas Lega! Ribuan Pohon Rawan Tumbang Sukses Dibereskan Pasukan Hijau Tamhut

Sebagai warga Jakarta yang cerdas, kamu juga bisa berkontribusi dengan cara selalu naik dan turun bus AKAP dari terminal-terminal resmi yang telah disediakan oleh pemerintah, bukan dari pinggir jalan atau tol.

Kebiasaan kecil ini akan sangat membantu memutus mata rantai keberadaan terminal bayangan di ibukota.

Bagaimana tanggapan kamu mengenai langkah Sudinhub Jakarta Barat ini?

Apakah daerah tempat tinggal kamu juga sering terdampak kemacetan akibat terminal bayangan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Barat.jakarta.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU