Kamis, 05 MARET 2026 • 09:30 WIB

Warga Jakarta Utara Kini Bisa Bernapas Lega! Ribuan Pohon Rawan Tumbang Sukses Dibereskan Pasukan Hijau Tamhut

Author

Pasukan Hijau Tamhut Jakarta Utara (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Bayangkan kamu sedang asyik berkendara atau sekadar berjalan kaki menyusuri trotoar di bawah rindangnya pepohonan ibu kota.

Tiba-tiba, langit berubah gelap, angin kencang berhembus pesat, dan hujan turun dengan derasnya. 

Dalam situasi cuaca ekstrem seperti itu, rasa was-was akan bahaya dahan patah atau pohon tumbang pasti langsung menghampiri pikiran, bukan?

Kekhawatiran semacam ini adalah hal yang sangat wajar bagi warga pesisir. Namun, kini kamu bisa sedikit lebih bernapas lega.

Sepanjang awal tahun 2026, Pasukan Hijau dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Utara telah melakukan langkah antisipasi besar-besaran.

Baca juga: Waspada Tawuran dan Balap Liar Selama Ramadhan 1447 H, Forkopimko Jakarta Utara Perketat Keamanan

Sebanyak lebih dari seribu pohon rawan tumbang di enam kecamatan telah sukses ditangani demi menjamin keselamatan dan kenyamanan warga saat beraktivitas di luar ruangan.

Memasuki periode Januari hingga Februari 2026, kondisi cuaca di wilayah DKI Jakarta memang kerap tidak menentu.

Hujan lebat disertai angin kencang sering kali datang tanpa permisi. Menyadari tingginya risiko kecelakaan akibat pohon tumbang, jajaran Suku Dinas Tamhut Jakarta Utara tidak tinggal diam.

Mereka mengerahkan personel Pasukan Hijau untuk menyisir berbagai titik rawan di enam kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, Reina Camelia, memaparkan bahwa kegiatan penataan dan pemangkasan ini bukanlah aksi reaktif semata, melainkan program rutin yang sudah terencana dengan matang.

Tujuan utamanya sangat jelas, yakni menjaga keselamatan warga dari potensi bahaya yang mengancam.

Upaya preventif melalui pemangkasan dan penataan pohon secara berkala ini dinilai sebagai metode yang paling efektif untuk menekan angka kejadian pohon tumbang di ruang publik.

Dalam keterangan resminya pada Kamis (5/3/2026), Reina menyampaikan rasa syukurnya atas hasil kerja keras tim di lapangan.

Ia mengonfirmasi bahwa pada bulan ini telah terjadi penurunan kasus pohon tumbang yang cukup signifikan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari langkah proaktif tim Pasukan Hijau yang telah lebih dulu melakukan pemangkasan rutin di lokasi-lokasi yang teridentifikasi rawan, sebelum bencana benar-benar terjadi.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai skala operasi ini, data rekapitulasi penanganan pohon selama dua bulan pertama di tahun 2026 menunjukkan angka yang fantastis.

Total ada 1.150 pohon rawan tumbang dan sempal yang berhasil dieksekusi oleh petugas.

Rincian data pendukung ini menjadi bukti nyata bahwa proses mitigasi bencana dilakukan secara serius dan terukur.

Baca juga: Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara Kebut Perbaikan 3.896 Titik Jalan Rusak di Awal Tahun 2026 Demi Keselamatan Pengguna

Dari ribuan pohon yang ditangani, petugas melakukan klasifikasi tindakan berdasarkan tingkat kerawanannya.

Sebanyak 199 pohon mendapatkan penanganan kategori ringan, yang biasanya meliputi perapihan daun dan ranting kecil. 

Kemudian, mayoritas penanganan berada pada kategori sedang dengan jumlah 743 pohon, di mana dahan-dahan yang mulai lapuk atau terlalu menjuntai ke jalan raya dipotong.

Sementara itu, 84 pohon lainnya masuk dalam kategori penanganan berat yang membutuhkan peralatan khusus dan waktu pengerjaan yang lebih lama.

Tindakan tegas juga harus diambil untuk kondisi yang sudah sangat kritis. Petugas mencatat ada 16 kasus dahan sempal yang harus segera dibersihkan agar tidak menimpa kendaraan atau pejalan kaki.

Puncaknya, sebanyak 47 pohon terpaksa harus ditebang habis hingga ke akarnya karena kondisinya dinilai sudah sangat membahayakan keselamatan publik, baik karena usia pohon yang sudah tua, akar yang keropos, maupun kemiringan batang yang ekstrem.

Kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Pepatah ini sangat cocok untuk menggambarkan capaian Sudin Tamhut Jakarta Utara.

Tren positif sangat terlihat jelas pada kurva jumlah kejadian pohon tumbang di awal tahun ini. Pada bulan Januari, tercatat ada 57 kasus kejadian darurat pohon tumbang.

Namun, berkat intervensi masif yang dilakukan, angka tersebut terjun bebas menjadi hanya empat kasus saja sepanjang bulan Februari.

Capaian gemilang ini sangat didukung oleh konsistensi pelaksanaan sebuah program inovatif bernama "Rabu Menoping".

Program ini digelar secara serentak di seluruh kecamatan pada hari Rabu setiap pekannya.

Reina Camelia mengungkapkan bahwa program Rabu Menoping terus dijalankan dengan melibatkan sinergi personel di tingkat kota maupun kecamatan.

Mereka bergerak bersama menyisir pepohonan yang dirasa terlalu rimbun, menutupi rambu lalu lintas, menyentuh kabel utilitas, atau yang struktur dahannya berpotensi patah saat diterjang angin.

Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendirian. Peran aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman.

Baca juga: Antisipasi Krisis Stok Darah Selama Ramadhan, Pemkot dan PMI Jakarta Barat Incar 5.000 Pendonor

Reina sangat mengapresiasi tingginya kesadaran warga Jakarta Utara dalam melaporkan potensi bahaya.

Ia mengimbau agar kamu dan seluruh elemen masyarakat tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.

Apabila menemukan pohon yang kondisinya mengkhawatirkan, kamu bisa langsung melaporkannya melalui kanal resmi aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Respon cepat dari petugas terhadap laporan warga juga patut diapresiasi.

Selama rentang waktu dua bulan ini, Sudin Tamhut Jakarta Utara telah berhasil menindaklanjuti sebanyak 217 laporan warga yang masuk terkait permasalahan pohon. 

Kolaborasi digital semacam ini membuktikan bahwa pelayanan publik di Jakarta semakin responsif dan terintegrasi.

Di samping urusan keselamatan yang menjadi prioritas utama, penataan pohon ini juga membawa dampak positif bagi tata kota.

Lingkungan yang tadinya terkesan suram dan berantakan akibat dahan liar, kini menjadi lebih terang dan tertata rapi.

Estetika kota yang terjaga dinilai mampu memberikan kenyamanan visual serta ketenangan batin bagi para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Reina menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh warga Jakarta Utara tetap bisa merasa aman dan nyaman saat beraktivitas di luar rumah, sekalipun cuaca sedang tidak bersahabat.

Sebagai langkah lanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, program "Jumat Menanam" juga terus digencarkan.

Jika Rabu digunakan untuk memangkas dan merapikan, maka Jumat didedikasikan untuk menghijaukan kembali.

Program ini bertujuan untuk menjaga keasrian lingkungan, memperkuat paru-paru kota, serta memastikan regenerasi pepohonan berjalan dengan baik.

Harapannya, seluruh rangkaian upaya berkelanjutan ini tidak hanya meningkatkan faktor keamanan, tetapi juga mampu menjaga identitas Jakarta Utara sebagai kawasan pesisir yang tetap hijau, asri, dan tertata dengan indah untuk generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU