Kamis, 05 MARET 2026 • 09:20 WIB

Antisipasi Krisis Stok Darah Selama Ramadhan, Pemkot dan PMI Jakarta Barat Incar 5.000 Pendonor

Author

Donor Darah (Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana jadinya jika pasokan darah di rumah sakit ibu kota tiba-tiba menipis tepat saat ada pasien yang berpacu dengan maut?

Menjelang bulan suci Ramadhan, ada satu krisis sunyi yang kerap melanda fasilitas kesehatan, yakni merosotnya ketersediaan kantong darah secara drastis.

Saat umat muslim fokus menjalankan ibadah puasa, jumlah pendonor aktif biasanya menurun tajam karena khawatir akan kelelahan.

Padahal, kebutuhan darah untuk pasien kritis, operasi darurat, hingga penanganan demam berdarah tidak pernah mengenal hari libur.

Menyadari ancaman kekosongan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mengambil langkah proaktif yang sangat strategis.

Baca juga: Sudinpora Buka Pendaftaran Pemuda Pelopor Jakbar 2026: Raih Hadiah Jutaan Rupiah dan Wakili Jakarta Barat ke Tingkat Provinsi

Berkolaborasi penuh dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat, sebuah aksi sosial donor darah skala besar siap digelar demi mengamankan ketersediaan kantong darah sebelum bulan puasa tiba.

Aksi donor darah massal ini dijadwalkan akan berlangsung selama satu pekan kerja penuh, mulai dari Senin (9/3/2026) hingga Jumat (13/3/2026) pekan depan.

Pemilihan waktu ini dinilai sangat tepat karena memberikan jeda yang cukup sebelum masyarakat memasuki rutinitas ibadah puasa.

Pemerintah Kota Jakarta Barat menyadari bahwa mengandalkan pendonor sukarela dari kalangan masyarakat umum saja mungkin tidak akan cukup untuk menutup potensi defisit stok darah di Jakarta.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah mobilisasi massa yang terstruktur dan masif.

Sebagai penggerak utama di wilayahnya, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, langsung turun tangan memberikan instruksi tegas.

Ia mengimbau seluruh jajarannya, tanpa terkecuali, untuk ikut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini.

Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemkot Jakarta Barat diminta untuk segera mendaftarkan diri.

Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan bentuk nyata pelayanan abdi negara kepada masyarakat yang melampaui tugas administratif sehari-hari.

“Kami targetkan kegiatan diikuti 5.000 pendonor," ucap Yuli, pada hari Rabu (3/3/2026).

Target yang dipatok oleh jajaran Pemkot ini menunjukkan optimisme dan keseriusan yang tinggi dalam menjaga ketahanan medis di wilayah DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Barat.

Memfasilitasi 5.000 orang pendonor dalam waktu lima hari tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan manajemen logistik dan kesiapan tenaga medis yang sangat prima.

Sekretaris PMI Jakarta Barat, Ujang Sungkawa, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk menunjang kelancaran acara tersebut.

Baca juga: Momen Haru Safari Ramadhan di Jakarta Barat: Wali Kota Iin Mutmainnah Salurkan Santunan Yatim & Ajak Warga Perkuat Sinergi Bangun Kota

Untuk memastikan tidak ada antrean yang mengular panjang dan proses donor berjalan efisien, PMI Jakarta Barat telah menyiapkan sebanyak 30 tempat tidur layanan.

Dengan fasilitas ini, rotasi pendonor diharapkan bisa berjalan cepat namun tetap mengedepankan standar operasional prosedur kesehatan yang ketat.

“Jadi per harinya diharapkan dapat 1.000 kantong. Kegiatan sosial ini untuk memenuhi stok darah di Jakarta, khususnya di bulan Ramadhan,” tandas Ujang.

Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap tetes darah yang dikumpulkan dari balai kota tersebut akan langsung didistribusikan ke bank darah untuk menopang kebutuhan rumah sakit di seluruh penjuru Jakarta.

Dengan tercapainya target harian ini, PMI bisa bernapas sedikit lebih lega saat grafik pendonor reguler mulai menurun di pertengahan bulan puasa nanti.

Bagi kamu yang mungkin bertanya-tanya, mengapa krisis darah selalu menjadi ancaman tahunan saat bulan puasa?

Jawabannya terletak pada perubahan pola aktivitas dan psikologis masyarakat.

Banyak orang beranggapan bahwa mendonorkan darah saat sedang berpuasa dapat membatalkan puasa atau menyebabkan tubuh menjadi sangat lemas hingga jatuh pingsan. Padahal, secara medis, donor darah tetap aman dilakukan.

Namun, untuk menghindari risiko medis dan penurunan partisipasi, PMI memang selalu menyarankan agar masyarakat mendonorkan darahnya sesaat sebelum Ramadhan tiba, atau melakukannya pada malam hari setelah berbuka puasa.

Oleh karena itu, inisiatif Pemkot Jakarta Barat yang menggelar acara ini tepat sebelum memasuki bulan suci adalah langkah antisipasi (mitigasi) bencana kesehatan yang patut diacungi jempol.

Meskipun target utamanya adalah jajaran pegawai di lingkungan Pemkot Jakarta Barat, aksi kemanusiaan semacam ini sejatinya adalah panggilan untuk kita semua.

Mendonorkan darah bukan hanya tentang menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga membawa segudang manfaat bagi kesehatan tubuhmu sendiri.

Dengan mendonorkan darah, tubuh kamu akan terstimulasi untuk memproduksi sel-sel darah merah yang baru, menjaga kesehatan jantung, serta secara tidak langsung menjadi momen medical check-up gratis karena darahmu akan melalui proses skrining yang ketat.

Inisiatif Pemkot dan PMI Jakarta Barat ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang terarah, krisis sebesar apa pun dapat dicegah.

Baca juga: Respons Cepat Pasukan Biru SDA Perbaiki Turap Longsor di Pulo Gebang Jakarta Timur: Progres Capai 80 Persen, Warga Kini Bebas Cemas

Hal ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi denyut nadi utama di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Jika kamu berada di sekitar Jakarta Barat pekan depan dan memenuhi syarat kesehatan, tidak ada salahnya untuk ikut menyumbangkan darah.

Satu kantong darahmu bisa menjadi tiket kehidupan bagi mereka yang sedang berjuang di ruang gawat darurat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU