Wujudkan Stasiun Sehat, Perumda Paljaya dan PT KAI Resmi Jalin Kerja Sama Kelola Air Limbah Transportasi Publik
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan ke mana perginya air limbah dari ratusan ribu penumpang yang memadati stasiun kereta api di Jakarta dan sekitarnya setiap hari?
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas transportasi publik yang tiada henti, masalah sanitasi dan pengelolaan lingkungan sering kali luput dari pandangan mata kita.
Padahal, volume limbah domestik yang dihasilkan di area stasiun maupun fasilitas operasional kereta api sangatlah masif dan membutuhkan penanganan yang sangat serius agar tidak mencemari lingkungan.
Berangkat dari kesadaran akan pentingnya ekosistem sanitasi yang mumpuni, sebuah langkah bersejarah baru saja ditorehkan.
Perumda Paljaya secara resmi menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) strategis untuk mengelola air limbah di seluruh stasiun, aset, dan infrastruktur milik KAI.
Baca juga: Cegah Bencana Tak Sekadar Teori, BPBD DKI Jakarta Mantapkan Kolaborasi Pentahelix di Tahun 2026!
Langkah kolaboratif ini bukan sekadar tentang membuang limbah, melainkan sebuah revolusi hijau untuk memastikan kenyamananmu sebagai penumpang selaras dengan kelestarian alam kota.
Momen penting yang menandai dimulainya era baru sanitasi perkeretaapian ini berlangsung pada hari Selasa (24/2/2026).
Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama Perumda Paljaya, Untung Suryadi, bersama dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin.
Pertemuan krusial yang menyatukan dua institusi besar ini mengambil tempat di Kantor KAI JRC (Jakarta Railway Centre) yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat.
Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi warga Jakarta yang mendambakan fasilitas publik yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga higienis dan berwawasan lingkungan.
Bagi Direktur Utama Paljaya, Untung Suryadi, penandatanganan Nota Kesepahaman ini bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan langkah awal dari sebuah sinergi jangka panjang antara Paljaya dan PT KAI.
Tujuannya sangat jelas, yakni untuk mewujudkan sistem pengelolaan air limbah yang jauh lebih terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan, khususnya di lingkungan operasional perkeretaapian yang padat aktivitas.
Untung menekankan bahwa kerja sama ini sekaligus menjadi penegasan komitmen kedua belah pihak dalam menjaga kualitas lingkungan secara menyeluruh, serta melindungi kesehatan masyarakat yang beraktivitas di area stasiun maupun aset operasional KAI lainnya.
Jika kamu bertanya-tanya apa saja yang sebenarnya akan dikerjakan melalui kolaborasi ini, ruang lingkup Nota Kesepahaman ini dirancang sangat komprehensif dan menyentuh akar permasalahan sanitasi.
Fokus utamanya mencakup pengembangan dan pengelolaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di area milik KAI.
Selain itu, kesepakatan ini juga mengatur pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Lebih jauh lagi, Paljaya akan bertanggung jawab atas penyedotan serta pengolahan lumpur tinja atau lumpur hasil olahan IPAL secara terjadwal.
Hal ini memastikan tidak ada lagi risiko penumpukan limbah yang bisa mengganggu kenyamanan penumpang.
Kerja sama ini juga meliputi penyediaan sarana dan prasarana IPAL baru, penanganan khusus untuk pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta melakukan evaluasi menyeluruh atas sistem pengelolaan air limbah domestik dan limbah B3 yang saat ini sudah diterapkan atau existing di fasilitas KAI.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang menjadi ujung tombak dalam bidang pengelolaan air limbah domestik, Paljaya tentu tidak main-main.
Untung Suryadi menilai bahwa institusinya memiliki segudang pengalaman dan kompetensi tingkat tinggi untuk memastikan seluruh proses pengelolaan limbah ini dilakukan sesuai dengan standar teknis yang ketat.
Semua langkah yang diambil akan dipastikan patuh pada ketentuan peraturan perundang-undangan lingkungan hidup yang berlaku.
Melalui kolaborasi strategis ini, Paljaya berkomitmen penuh untuk mendukung PT KAI dalam memperkuat infrastruktur sanitasi di berbagai fasilitas publik yang mereka kelola.
Komitmen Perumda Paljaya terhadap kebersihan lingkungan kota tidak hanya dibuktikan melalui kerja sama bisnis B to B atau Business to Business, tetapi juga melalui aksi sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.
Untung menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, Paljaya telah sukses mengeksekusi berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) yang berfokus pada sektor sanitasi.
Beberapa rekam jejak gemilang tersebut di antaranya adalah kolaborasi CSR bersama PT Sucofindo yang difokuskan di kawasan Pancoran.
Selanjutnya, ada pula sinergi CSR bersama PT PLN yang menyasar perbaikan sanitasi di Semper Barat. Yang paling baru, Paljaya bergandengan tangan dengan PAM Jaya dalam melaksanakan program Revitalisasi MCK (Mandi, Cuci, Kakus) bagi warga di Kelurahan Manggarai.
Melihat keberhasilan program-program sosial tersebut, Paljaya turut mengajak PT KAI untuk ikut serta dalam barisan program CSR di bidang sanitasi ini.
Ajakan ini merupakan wujud undangan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan peningkatan taraf kesehatan masyarakat luas.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini sejatinya adalah gerbang pembuka menuju transformasi yang lebih besar.
Untung menambahkan bahwa dengan resminya kesepakatan awal ini, tim dari Paljaya dan PT KAI telah sepakat untuk segera melanjutkan tahapan berikutnya.
Mereka akan menggelar serangkaian pembahasan teknis yang mendalam serta melakukan kajian komprehensif di lapangan.
Hasil kajian ini nantinya akan dijadikan landasan utama dalam penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih rinci, mengikat, dan siap dieksekusi dalam waktu dekat.
Pada akhirnya, kolaborasi inovatif antara Perumda Paljaya dan PT KAI ini menyimpan harapan yang sangat besar.
Sinergi ini ditargetkan dapat menjadi proyek percontohan atau model pengelolaan air limbah yang terintegrasi secara sempurna di sektor transportasi publik Tanah Air.
Tidak hanya memberikan kenyamanan bagi kamu sebagai pengguna setia kereta api, kerja sama ini juga memperkuat peran penting kedua institusi dalam menyokong agenda pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan jangka panjang di ibu kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta