KRL di Stasiun Bogor (Faisal Hanafi/Unsplash)
JAKARTA - Buat anak kereta atau "anker", KRL Commuter Line emang udah jadi andalan banget buat bolak-balik dari daerah penyangga ke Jakarta.
Sayangnya, rutinitas pagi yang padat pada Kamis (23/7/2026) harus berantakan gara-gara ulah oknum nggak bertanggung jawab.
Pihak KAI Commuter Indonesia (KCI) ngecam keras aksi vandalisme perusakan kabel sinyal kereta di sekitar area emplasement Stasiun Citayam.
Buat kamu yang tiap pagi ngejar waktu ke kantor atau kampus pasti ngerasain banget betapa nyeseknya kejadian ini.
Aksi iseng yang ngerugiin banyak orang ini bikin kelancaran operasional kereta pagi jadi lumpuh seketika.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, udah membenarkan insiden ini. Ia mengkonfirmasi kalau ada perangkat kabel persinyalan yang sengaja dirusak oleh oknum tersebut.
"Perangkat kabel yang dirusak," ucap Karina, dikutip detik News.
Biar masalah ini tuntas, urusan penanganan aset penting yang dirusak bakal diserahkan full ke tangan KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.
Sampai sekarang, pihak Daop 1 Jakarta masih belum ngasih kepastian soal langkah hukum buat si pelaku. Karina menambahkan kalau info soal kelanjutan kasus ini bakal di-update langsung dari pihak PT. KAI Daop 1 ke depannya.
Yang bikin makin apes perusakan kabel ini kejadian pas banget waktu rush hour alias jam sibuk orang berangkat kerja dan sekolah.
Alhasil, laju Commuter Line rute Bogor arah Jakarta Kota yang mau masuk Stasiun Citayam jadi nyangkut. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, juga ikutan spill kondisi di lapangan.
Menurutnya, sampai jam 08.00 WIB pagi kelakuan iseng ini bikin enam jadwal KRL arah Manggarai dan Jakarta Kota terganggu.
Nggak tanggung-tanggung, total waktu keterlambatannya sampai 30 menit. Delay setengah jam buat kamu yang lagi buru-buru ngejar absen masuk kantor pastinya bikin mood pagi langsung drop banget. Iya, kan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Detik News