Cegah Tawuran di Bulan Suci, Wawali Jakut Fredy Setiawan Gaungkan Pesan Damai Lewat Safari Ramadhan 1447 H
JAKARTA - Bulan suci Ramadhan selalu membawa suasana magis yang penuh dengan kedamaian, pengampunan, dan keberkahan.
Namun, di balik semaraknya ibadah puasa dan sholat tarawih berjamaah, ada tantangan sosial yang kerap menghantui warga ibu kota, khususnya di wilayah yang padat penduduk, yakni ancaman tawuran antarkelompok pemuda.
Fenomena musiman seperti perang sarung atau keributan berkedok sahur on the road tentu bisa merusak kesucian bulan penuh berkah ini jika tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengambil langkah proaktif yang merangkul semua pihak.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, turun langsung menyapa warganya untuk memperkuat kebersamaan di bulan Ramadhan 1447 Hijriah ini.
Baca juga: Jaga Kesucian Bulan Ramadhan, Satpol PP Jakarta Utara Sita 637 Botol Miras dalam Operasi Gabungan
Melalui pendekatan kekeluargaan dan silaturahmi yang erat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari gangguan keamanan.
Jika kamu tinggal di Jakarta, terutama di kawasan utara, momen ini menjadi panggilan penting untuk ikut ambil bagian dalam menjaga ketertiban lingkungan tempat tinggalmu.
Langkah nyata dari Pemerintah Kota Jakarta Utara ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang rutin digelar setiap tahunnya.
Pada hari Minggu (22/2/2026), Fredy Setiawan memimpin langsung rombongan pemerintah kota dalam acara Safari Ramadhan yang diselenggarakan di Masjid Al Husna, kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pemilihan lokasi di Tanjung Priok ini tentu bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu wilayah paling dinamis, sibuk, dan padat di Jakarta Utara, kedekatan emosional antara pejabat daerah dan warganya menjadi sangat krusial untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan lancar dan didukung penuh oleh masyarakat akar rumput.
Dalam sambutannya di hadapan para jamaah yang memadati masjid, Fredy menekankan bahwa bulan puasa bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
“Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial di antara kita,” ujar Fredy dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, ia menegaskan kembali bahwa pemerintah daerah tidak pernah berhenti dan terus berkomitmen untuk menghadirkan program pembangunan yang nyata, meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan hingga kota, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di berbagai lapisan ekonomi.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan silaturahmi tersebut adalah sosialisasi program unggulan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni kampanye “Jaga Jakarta”.
Melalui program inovatif ini, kata Fredy, Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali untuk proaktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing, memelihara ketertiban sosial, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang sering kali mulai terkikis di tengah gaya hidup perkotaan yang individualis.
Fredy secara khusus menyoroti potensi kerawanan sosial yang acap kali muncul dan meresahkan warga selama bulan Ramadhan.
Untuk mencegah hal-hal negatif seperti tawuran remaja, ia memberikan imbauan keras namun bernada merangkul.
Ia mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan figur pemuda setempat untuk bergandengan tangan melakukan pengawasan melekat.
Peran orang tua dinilai sangat vital dalam memantau jam malam dan aktivitas anak-anak mereka.
“Mari kita isi bulan Ramadhan dengan ibadah, tadarus Al-Qur'an, dan kegiatan sosial yang bermanfaat,” katanya.
Mengalihkan energi melimpah anak-anak muda ke dalam kegiatan yang positif, seperti menjadi panitia amil zakat, mengatur pembagian takjil gratis di jalanan, atau mengoordinasikan kegiatan membangunkan sahur dengan cara yang tertib dan sopan, merupakan contoh nyata bagaimana masyarakat bisa berkontribusi langsung dalam menjaga kondusivitas wilayahnya.
Senada dengan pesan yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Chico Hakim, yang turut memberikan pandangannya terkait rangkaian acara tersebut, menegaskan bahwa Safari Ramadhan memiliki bobot strategis yang sangat besar bagi jalannya roda pemerintahan.
Menurutnya, kegiatan blusukan dan ibadah bersama warga di masjid-masjid ini adalah jembatan emas untuk menghapus jarak birokrasi.
“Kegiatan Safari Ramadhan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” kata Chico.
Ia memaparkan bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah kegiatan keagamaan masyarakat adalah bentuk komitmen nyata dari Pemprov DKI Jakarta.
Tujuannya sangat jelas, yaitu memastikan suasana ibu kota tetap aman, nyaman, dan sangat kondusif selama sebulan penuh umat Muslim menjalankan ibadah puasanya.
Di kota metropolitan sebesar dan sekompleks Jakarta, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendirian.
Dibutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai pihak agar kebijakan keamanan dan ketertiban bisa berjalan efektif.
“Kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera,” tambah Chico.
Ia mengingatkan bahwa keamanan lingkungan, seperti mengaktifkan kembali Siskamling atau patroli wilayah oleh Karang Taruna, adalah tanggung jawab bersama yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh warga itu sendiri.
Melalui rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang digelar secara maraton ini, Chico menambahkan bahwa ada harapan besar yang dititipkan.
Hubungan yang semakin erat antara pemangku kebijakan dan masyarakat sipil diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling percaya.
Ketika harmoni ini tercipta, maka lingkungan yang aman dan tertib bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan di wilayah Jakarta Utara,” ujarnya memungkasi penjelasannya.
Bagi kamu yang bermukim di Jakarta, mari jadikan Ramadhan 1447 Hijriah ini sebagai titik tolak untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar.
Mulailah dari hal kecil, seperti saling sapa dengan tetangga, hingga ikut serta dalam kegiatan positif di lingkungan rumahmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News