Pasukan Kuning Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur Sukses Tambal 1.745 Jalan Berlubang di 10 Kecamatan
JAKARTA - Pernahkah kamu merasa was-was saat melintasi jalanan Jakarta Timur di tengah musim hujan belakangan ini?
Genangan air yang menutupi lubang jalan memang menjadi "jebakan batman" yang menakutkan bagi para pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Namun, kabar baik datang dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Tanpa menunggu lama, Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Timur bergerak cepat mengerahkan "Pasukan Kuning" untuk menambal ribuan titik jalan rusak demi keselamatan kamu di jalan raya.
Langkah responsif ini diambil menyusul tingginya intensitas hujan yang mengguyur Ibu Kota sejak awal tahun.
Kerusakan infrastruktur jalan menjadi tak terelakkan, namun upaya perbaikan darurat yang dilakukan terbukti efektif mengembalikan kenyamanan berkendara warga.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, menjelaskan bahwa kerusakan aspal yang terjadi belakangan ini memang dipicu oleh faktor cuaca.
Hujan yang turun terus-menerus sejak Januari menyebabkan genangan di berbagai titik, yang secara perlahan menggerus lapisan aspal hingga menimbulkan lubang.
Menyadari bahaya yang mengintai pengendara, pihak Sudin Bina Marga tidak tinggal diam.
Benhard menegaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem "jemput bola" dengan melakukan pemantauan setiap hari ke lapangan.
"Sejak awal Februari hingga sekarang, tercatat sudah ada 1.745 titik jalan berlubang di Jakarta Timur yang telah ditambal. Perbaikan ini kami lakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan," ujar Benhard
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memastikan mobilitas warga tidak terganggu, meskipun cuaca sedang tidak bersahabat.
Perbaikan ini tidak hanya terpusat di satu area, melainkan tersebar merata di 10 wilayah kecamatan di Jakarta Timur.
Kinerja Pasukan Kuning Jakarta Timur bukan sekadar klaim semata, melainkan didukung oleh data teknis yang solid. Skala perbaikan yang dilakukan dalam waktu singkat ini cukup masif.
Benhard memaparkan rincian material yang digunakan untuk menutup 1.745 titik lubang tersebut.
Untuk memastikan tambalan kuat dan tahan lama, tim di lapangan menggunakan kombinasi material berkualitas.
Tercatat, penggunaan material hotmix mencapai 558,62 meter kubik, coldmix sebanyak 1.575,68 meter kubik, material scrap (daur ulang aspal) sebanyak 427,04 meter kubik, serta beton instan sebanyak 0,12 meter kubik untuk kasus-kasus tertentu.
"Jika dihitung, total panjang jalan yang ditambal mencapai 2.758,86 meter dengan lebar rata-rata 0,93 meter. Adapun luas perbaikannya mencapai 2.561,46 meter persegi," terang Benhard secara rinci.
Angka ini menunjukkan betapa luasnya cakupan area yang telah berhasil diperbaiki dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
Baca juga: Meski Genangan Telah Surut, PMI Jakarta Timur Sigap Salurkan Bantuan Logistik ke Pulo Gebang
Proses perbaikan jalan di tengah kota yang sibuk tentu memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah potensi kemacetan.
Namun, Sudin Bina Marga Jakarta Timur telah mengantisipasi hal ini.
Di setiap lokasi perbaikan atau titik target, mereka mengerahkan satu tim solid yang terdiri dari delapan hingga sepuluh personel Pasukan Kuning.
Tugas mereka tidak hanya fokus pada teknis pengaspalan atau penambalan lubang.
Benhard menyebutkan bahwa para personel ini juga merangkap tugas untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan.
"Selain melakukan perbaikan, mereka juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi untuk meminimalisir kemacetan," ucapnya.
Dengan strategi ini, proses perbaikan jalan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas warga tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang berarti.
Beberapa ruas jalan protokol dan arteri yang telah mendapatkan sentuhan perbaikan antara lain Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Laksamana Malahayati, Jalan DI Panjaitan, hingga Jalan Raya Matraman.
Titik-titik ini dikenal sebagai jalur sibuk dengan volume kendaraan yang tinggi setiap harinya.
Benhard mengakui bahwa pekerjaan rumah mereka belum sepenuhnya selesai. Sifat kerusakan jalan yang dipengaruhi cuaca membuat situasi di lapangan sangat dinamis.
"Kondisi jalan berlubang ini bersifat dinamis. Pasalnya, setelah hujan deras atau muncul genangan, kerap timbul lubang baru. Kami terus melakukan pemantauan setiap hari, jika ditemukan kerusakan, perbaikan langsung dilakukan," ungkapnya.
Kerja keras dan respons cepat Pasukan Kuning ini menuai apresiasi positif dari masyarakat. Cahyadi (51), seorang warga Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Sebagai pengguna jalan, ia merasa lebih tenang dengan adanya penanganan cepat terhadap jalan rusak yang seringkali membahayakan pengendara motor.
"Kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat Suku Dinas Bina Marga. Kami juga berharap seluruh jalan berlubang di Jakarta Timur dapat segera diperbaiki agar tidak ada lagi korban kecelakaan akibat jalan rusak," tandas Cahyadi.
Bagi kamu yang melintasi kawasan Jakarta Timur, tetaplah berhati-hati dan waspada.
Meskipun perbaikan terus dikebut, faktor cuaca masih bisa memunculkan lubang baru sewaktu-waktu. Namun setidaknya, kehadiran
Pasukan Kuning yang siaga setiap hari memberikan jaminan bahwa kenyamanan kamu di jalan raya tetap menjadi prioritas utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta