Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 19:09 WIB

Demi Kelancaran Perayaan Imlek, Ratusan Aparat di Jakarta Pusat Jaga Ketat Vihara: PMKS "Pemburu Angpao" Jadi Atensi Utama

Author

Satpol PP Lakukan Pengamanan di Sejumlah Vihara di Jakarta Pusat (pusat.jakarta.go.id)

JAKARTA - Aroma hio yang khas dan ornamen lampion merah mulai menghiasi berbagai sudut ibu kota hari ini, Senin (16/2/2026).

Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Jakarta Pusat berlangsung meriah, namun tetap menuntut kewaspadaan tinggi demi kekhusyukan ibadah.

Di tengah euforia perayaan ini, kenyamanan warga Tionghoa yang sedang sembahyang menjadi prioritas utama pemerintah kota.

Oleh karena itu, ratusan personel gabungan telah disiagakan untuk memastikan tidak ada gangguan berarti, terutama dari kerumunan yang tidak diinginkan.

Jika kamu berencana melintas di sekitar area pecinan atau pusat peribadatan di Jakarta Pusat hari ini, jangan kaget melihat banyaknya aparat yang berjaga.

Baca juga: Sambut Imlek 2026, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Pastikan Klenteng dan Vihara Kinclong Jelang Perayaan Besok

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat bersama jajaran Polri dan TNI telah terjun langsung ke lapangan untuk mengamankan titik-titik vital perayaan.

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Purnama Hasudungan, mengonfirmasi bahwa langkah preventif ini diambil untuk menjamin kelancaran perayaan Imlek.

Sebanyak 100 personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri, dan TNI dikerahkan secara khusus untuk menjaga 10 vihara besar yang diprediksi akan dipadati jemaat.

"Personel Satpol PP, Polri, dan TNI melakukan pengamanan di lokasi yang ramai dikunjungi warga etnis Tionghoa untuk beribadah di perayaan Imlek 2026," ujar Purnama.

Salah satu tantangan terbesar yang menjadi atensi utama petugas tahun ini adalah kehadiran Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Sudah menjadi rahasia umum bahwa momen Imlek sering dimanfaatkan oleh PMKS untuk berkumpul di halaman vihara, berharap mendapatkan angpao atau sedekah dari jemaat yang datang.

Meskipun niat berbagi itu baik, kerumunan PMKS yang tidak terkendali sering kali mengganggu akses masuk dan kekhusyukan prosesi ibadah.

Purnama menjelaskan bahwa strategi pengamanan difokuskan pada perimeter luar. Personel Satpol PP disiagakan tepat di pintu gerbang dan area luar vihara. Tujuannya jelas, mencegah PMKS masuk ke area sakral peribadatan.

"Kami juga bekerja sama dengan Sudin Sosial dan Perhubungan Jakarta Pusat untuk mengamankan PMKS yang membandel masuk ke dalam tempat peribadatan dan mengatur parkir liar yang menimbulkan kemacetan," ungkapnya.

Kolaborasi dengan Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) juga sangat krusial, mengingat volume kendaraan di sekitar vihara pasti meningkat drastis.

Penertiban parkir liar dilakukan agar arus lalu lintas di sekitar tempat ibadah tidak terkunci, sehingga kamu yang sekadar melintas pun tidak terjebak macet parah.

Bagi kamu yang hendak beribadah atau sekadar ingin tahu lokasi mana saja yang mendapat pengawalan ketat, berikut adalah daftar vihara dan klenteng di Jakarta Pusat yang menjadi fokus operasi, yakni: 

  • Vihara Tri Ratna
  • Vihara Sin Tek Bio
  • Vihara Lautze
  • Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Tong)
  • Vihara Dharma Yuga
  • Vihara Maitreya Jaya
  • Vihara Dharma Jaya
  • Vihara Dharma Amurva Bhumi (Hok Tek Tjeng Sin)
  • Vihara Buddha Metta Arama
  • Klenteng/Vihara Sapto Ronggo

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada jumlah jemaat yang biasanya membludak setiap tahunnya, menjadikan lokasi-lokasi tersebut rawan gesekan jika tidak dikelola dengan baik.

Baca juga: Jelang Tahun Baru Imlek, Pasukan Oranye Adakan Kegiatan Bersih-Bersih di Vihara Viriya Bala

Selain fokus pada tempat ibadah, aparat juga menyadari bahwa Imlek merupakan hari libur nasional yang dimanfaatkan warga Jakarta untuk berwisata.

Oleh karena itu, skema pengamanan tidak hanya statis di satu titik. Purnama menegaskan bahwa pihaknya juga menggelar patroli lingkar wilayah menyisir jalan-jalan protokol.

"Selain pengamanan di tempat ibadah, Satpol PP juga melakukan penjagaan menyasar objek wisata karena Imlek merupakan hari libur nasional," tandas Purnama.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketertiban umum tetap terjaga di seluruh wilayah Jakarta Pusat, serta memantau pergerakan massa yang mungkin beralih dari tempat ibadah menuju pusat-pusat keramaian lainnya.

Dengan adanya penjagaan ketat namun humanis ini, diharapkan perayaan Imlek 2026 dapat berjalan damai, tertib, dan penuh sukacita bagi semua pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU