Viral Sebuah Sepeda Motor Masuk Kolong Transjakarta di Flyover Cijantung , Manajemen Buka Suara: Pengendara Ngaku Mengantuk
JAKARTA - Bayangkan kamu sedang memacu kendaraan di jalanan Jakarta yang lengang saat malam hari, lalu tiba-tiba konsentrasi buyar hanya dalam hitungan detik.
Sesaat kemudian, kendaraanmu sudah berada di bawah kolong bus besar.
Mengerikan, bukan? Itulah pemandangan yang sempat membuat geger warganet Jakarta baru-baru ini.
Sebuah rekaman video dan foto yang memperlihatkan kondisi sepeda motor "tertelan" di bagian belakang bus Transjakarta di kawasan Cijantung beredar luas di media sosial, memicu spekulasi dan kekhawatiran banyak orang.
Visual yang dramatis membuat publik bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di balik insiden tersebut?
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit sepeda motor dan bus TransJakarta ini terjadi tepatnya di Jalan Flyover Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Kamis (12/2/2026) malam.
Insiden ini sontak menjadi pusat perhatian, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang cukup sibuk, bahkan di malam hari.
Namun, di balik foto-foto viral yang beredar, ada fakta dan kronologi yang perlu kamu ketahui agar tidak termakan isu liar.
Menanggapi kesimpangsiuran informasi yang beredar cepat di jagat maya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera bergerak cepat memberikan klarifikasi.
Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan pernyataan resminya pada Jumat (13/2/2026) pagi ini untuk meluruskan duduk perkara.
Ayu menjelaskan bahwa armada yang terlibat dalam insiden tersebut adalah bus dengan kode bodi MYS 18180.
Penting untuk dicatat, saat kecelakaan terjadi, bus tersebut sedang tidak dalam kondisi melayani penumpang.
Bus itu melaju dalam keadaan kosong dan sedang dalam perjalanan kembali menuju depo setelah seharian beroperasi.
"Unit bus tersebut adalah MYS 18180, dalam kondisi kosong tanpa pelanggan karena sedang perjalanan menuju depo," ujar Ayu Wardhani.
Fakta ini sekaligus membantah kekhawatiran bahwa ada penumpang bus yang mungkin terluka akibat guncangan dari tabrakan tersebut.
Namun, pertanyaan besarnya tetap tertuju pada pengendara motor, bagaimana bisa motor tersebut menabrak hingga masuk ke kolong bus?
Berdasarkan investigasi dan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan ini murni disebabkan oleh faktor human error atau kelalaian pengendara.
Ayu Wardhani membeberkan bahwa bus Transjakarta tersebut sebenarnya menjadi korban tabrak belakang.
Baca juga: Pulang Kerja Tak Perlu Panik, Transjakarta Siapkan 520 Ribu Takjil Gratis Selama Ramadhan 2026
Posisi bus sedang melaju di jalurnya, ketika tiba-tiba sebuah sepeda motor menghantam bagian belakang bus dengan cukup keras.
Pengendara sepeda motor tersebut mengakui secara jujur bahwa dirinya sedang dalam kondisi tidak prima dan mengantuk saat berkendara.
Kondisi ini sering dikenal sebagai microsleep, di mana otak tertidur sesaat yang menyebabkan hilangnya kendali motorik dan kesadaran visual, meskipun mata mungkin terlihat terbuka.
"Kecelakaan terjadi akibat bus ditabrak dari belakang oleh pengendara sepeda motor yang mengaku mengantuk, sehingga kendaraan masuk ke kolong bus," jelas Ayu lebih lanjut.
Akibat momentum tabrakan tersebut, motor terdorong hingga tersangkut di bagian bawah sasis belakang bus.
Melihat posisi motor yang ringsek di bawah bus, banyak warganet yang khawatir akan nasib sang pengendara. Beruntung, insiden yang terlihat mengerikan ini tidak berujung pada tragedi maut.
Manajemen TransJakarta memastikan bahwa pengendara motor selamat dari kecelakaan tersebut.
"Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tegas Ayu.
Kalimat ini tentu menjadi kabar yang melegakan bagi publik yang memantau perkembangan kasus ini sejak semalam.
Terkait kerusakan kendaraan, pihak Transjakarta dan pengendara motor sepakat untuk tidak memperpanjang masalah ini ke ranah hukum yang rumit.
Proses penyelesaian dilakukan dengan kepala dingin. Pihak operator bus yang menaungi armada tersebut, yakni Mayasari Bakti, telah bermusyawarah dengan pengendara motor.
"Permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan antara operator Mayasari dengan pengendara tersebut," tambah Ayu.
Langkah ini diambil karena adanya itikad baik dan pengakuan jujur dari pengendara mengenai kondisinya yang mengantuk.
Kasus di Flyover Cijantung ini menjadi pengingat keras bagi kamu dan seluruh warga Jakarta yang setiap hari berjibaku di jalanan.
Baca juga: Transjakarta Alihkan Rute Imbas Genangan Air di Sejumlah Titik, Cek Info Jalur Alternatifnya Disini!
Rasa kantuk saat berkendara bukanlah hal sepele. Memaksakan diri menyetir saat tubuh menuntut istirahat sama saja dengan mempertaruhkan nyawa sendiri dan orang lain.
Menutup keterangannya, pihak Transjakarta memberikan imbauan serius kepada masyarakat.
Ayu mengingatkan agar setiap pengguna jalan selalu memastikan kondisi fisik yang prima sebelum memegang kemudi.
Kewaspadaan harus ditingkatkan berkali-kali lipat, terutama jika kamu berkendara di jam-jam rawan kelelahan, seperti larut malam atau dini hari.
Jika mata sudah terasa berat atau tubuh mulai lelah, menepi sejenak untuk beristirahat adalah keputusan paling bijak.
Jangan biarkan keinginan untuk cepat sampai di rumah membuat kamu mengabaikan sinyal bahaya dari tubuhmu.
Ingat, keselamatan adalah prioritas utama agar kamu bisa berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta