Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:19 WIB

Kecelakaan Transjakarta Rute 1E di Jaksel: CCTV Ungkap Detik-Detik Korban Terhuyung Sebelum Terlindas

Author

Transjakarta Rute Blok M-Pondok Labu (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Kabar duka kembali menyelimuti aspal Ibu Kota, kali ini insiden tragis terjadi di wilayah Jakarta Selatan yang melibatkan moda transportasi andalan warga Jakarta.

Sebuah kecelakaan fatal yang melibatkan armada Transjakarta Rute 1E jurusan Blok M-Pondok Labu terjadi di Jalan Margasatwa Raya pada Kamis (12/2/2026).

Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya.

Namun, titik terang mulai muncul setelah rekaman CCTV mengungkap detik-detik mengerikan sebelum korban terjatuh ke kolong bus.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) langsung merespons insiden ini dengan menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

Baca juga: Pulang Kerja Tak Perlu Panik, Transjakarta Siapkan 520 Ribu Takjil Gratis Selama Ramadhan 2026

Manajemen menyadari bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap operasional layanan mereka.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa pihak Transjakarta tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah kooperatif sesaat setelah kejadian berlangsung.

Ayu memastikan bahwa perusahaan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

Transjakarta membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak berwenang guna mengungkap fakta yang sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi.

"Penanganan kasus saat ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan pihak kepolisian, yakni Polda Metro Jaya. Transjakarta memastikan akan mendukung proses penyelidikan secara terbuka dan transparan," ujar Ayu dalam keterangan resminya.

Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam kasus ini adalah temuan awal dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan analisis visual sementara, terungkap sebuah fakta yang cukup mengejutkan mengenai kondisi korban sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Ayu mengungkapkan bahwa dalam rekaman tersebut, korban terlihat tidak dalam kondisi stabil.

Korban diduga kuat sudah dalam keadaan terhuyung-huyung saat berada di dekat jalur yang dilintasi oleh bus. 

Gerakan yang tidak stabil ini kemudian berujung fatal ketika korban terjatuh tepat ke arah kolong bus yang sedang melaju.

Situasi ini semakin rumit karena posisi jatuhnya korban berada di area blind spot atau titik buta kendaraan besar.

Pramudi (pengemudi) bus Transjakarta diduga sama sekali tidak menyadari keberadaan korban yang tiba-tiba terjatuh masuk ke bawah kendaraan.

Akibatnya, insiden nahas tersebut tidak dapat terelakkan meski bus melaju di jalurnya.

Baca juga: Transjakarta Alihkan Rute Imbas Genangan Air di Sejumlah Titik, Cek Info Jalur Alternatifnya Disini!

Penjelasan ini memberikan perspektif baru bahwa kecelakaan ini kemungkinan besar merupakan sebuah musibah yang tidak disengaja akibat kondisi tak terduga dari korban di lapangan, bukan semata-mata karena kelalaian ugal-ugalan pengemudi.

Saat ini, bola penyelidikan sepenuhnya ada di tangan Subdit Gakkum Polda Metro Jaya.

Polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan selain rekaman CCTV untuk memastikan kronologi yang presisi.

Transjakarta menegaskan posisi mereka untuk tidak mendahului hasil penyelidikan polisi.

Ayu Wardhani menekankan bahwa segala informasi resmi terkait penyebab pasti kecelakaan akan menunggu rilis dari pihak kepolisian. 

Langkah ini diambil agar tidak terjadi simpang siur informasi yang bisa membingungkan kamu dan masyarakat luas.

"Transjakarta tetap menunggu hasil resmi penyelidikan dan menegaskan komitmennya terhadap keselamatan," tambah Ayu.

Kejadian di Jalan Margasatwa Raya ini menjadi alarm keras bagi manajemen Transjakarta untuk terus melakukan evaluasi.

Meskipun temuan awal menunjukkan adanya faktor eksternal dari kondisi korban, Transjakarta berkomitmen untuk melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan mereka.

Pihak manajemen berjanji akan menjadikan insiden ini sebagai bahan pelajaran krusial demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Bagi kamu yang sehari-hari menggunakan transportasi umum atau melintas di jalur padat seperti Jakarta Selatan, peristiwa ini juga menjadi pengingat untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar.

Transjakarta menutup pernyataannya dengan harapan agar proses hukum dapat berjalan lancar dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Sementara itu, layanan Rute 1E (Blok M–Pondok Labu) tetap beroperasi melayani pelanggan dengan peningkatan kewaspadaan di setiap armadanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU