Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 09:57 WIB

Pasca Kebakaran Mampang, Pemkot Jakarta Selatan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak di Jalan Bangka III

Author

Kondisi di Lokasi Kebakaran di Jalan Bangka III, Mampang, Jakarta Selatan (Luthfia Miranda Putri/ANTARA)

JAKARTA - Bayangkan jika tempat yang selama ini menjadi naungan paling aman, tiba-tiba hangus tak bersisa hanya dalam hitungan jam.

Rasa syok, sedih, dan bingung tentu campur aduk menjadi satu. Itulah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh puluhan warga di Jalan Bangka III, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, setelah si jago merah melahap pemukiman mereka pada Selasa (10/2/2026) dini hari lalu.

Merespons musibah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada para korban guna meringankan beban mereka di masa pemulihan ini.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, meninjau langsung lokasi pasca kebakaran pada Jumat (13/2/2026).

Kehadiran pemerintah di tengah puing-puing sisa kebakaran ini bukan hanya sekadar kunjungan formal, melainkan membawa bantuan konkret yang sangat dibutuhkan warga saat ini.

Baca juga: Warga Petukangan Selatan Segera Bebas Genangan! Revitalisasi Saluran Air di Jalan Haji Jaid Tembus 70 Persen

Dalam keterangannya di lokasi, Anwar menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga RT 14/RW 02 tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendampingi warga melewati masa sulit ini.

"Kami memberikan bantuan berupa uang santunan dan peralatan kebutuhan sehari-hari untuk sementara waktu," ujar Anwar saat ditemui di lokasi kebakaran.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat tanggap darurat (emergency response) agar warga tidak kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya pasca kehilangan harta benda.

Bantuan yang disalurkan oleh Pemkot Jakarta Selatan terbilang cukup komprehensif dan menyasar kebutuhan spesifik keluarga.

Tidak hanya uang santunan, paket bantuan logistik yang diserahkan meliputi barang-barang krusial yang sering kali terlupakan saat panik menyelamatkan diri.

Beberapa jenis bantuan yang telah didistribusikan, antara lain alat mandi dan kebersihan diri, peralatan kebersihan lingkungan, seragam sekolah (untuk anak-anak), makanan siap saji, serta kebutuhan khusus untuk bayi.

"Sesuai informasi dari pemerintah setempat, akan memberikan bantuan secara kolektif semampunya," tambah Anwar.

Dengan adanya suplai logistik ini, diharapkan warga bisa sedikit bernapas lega dan tetap memiliki semangat untuk bangkit menata kembali kehidupan mereka, meskipun harus dimulai dari nol.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, dampak dari kebakaran ini cukup masif.

Api yang berkobar sejak pukul 04.39 WIB pada Selasa lalu itu menghanguskan setidaknya 16 rumah tinggal.

Estimasi kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Angka ini mencerminkan betapa besarnya dampak ekonomi yang dirasakan oleh warga setempat.

Baca juga: Atasi Banjir di Jakarta Selatan, Wagub Rano Karno Targetkan Embung Kebagusan Rampung Desember 2026

Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 91 personel dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat lebih luas ke pemukiman padat penduduk lainnya.

Beruntung, kerja keras petugas membuahkan hasil dan api berhasil dipadamkan.

Data resmi mencatat sebanyak 55 jiwa dari 22 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh peristiwa ini.

Kabar baiknya, di tengah kerugian harta benda yang besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa nahas tersebut.

Belajar dari insiden di Mampang Prapatan ini, ada pesan penting yang harus kamu perhatikan demi keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Wali Kota Jakarta Selatan mengingatkan bahwa mayoritas kebakaran di pemukiman padat sering kali dipicu oleh hal-hal sepele yang luput dari pengawasan.

"Biasanya, kejadian seperti ini disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik atau kelalaian dalam penggunaan kompor gas," jelas Anwar.

Oleh karena itu, kamu sangat disarankan untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah.

Hindari penggunaan colokan yang menumpuk, ganti kabel yang sudah terkelupas, dan pastikan kompor gas dalam keadaan mati serta selang regulator terpasang aman sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat.

Kewaspadaan kamu adalah kunci utama untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Semoga bantuan yang diberikan pemerintah dapat menjadi modal awal bagi warga Jalan Bangka III untuk bangkit kembali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU