Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 12:11 WIB

Semarak Jakarta Penuh Warna 2026: Wagub Rano Karno Padukan Perayaan Imlek dengan Antusiasme Piala Dunia

Author

Jakarta Penuh Warna (JPW) 2026 Edisi 1 (Aldi Geri Lumban Tobing/Berita Jakarta)

JAKARTA - Bayangkan suasana pagi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang biasanya dipenuhi pelari dan pesepeda, kini berubah menjadi panggung megah persatuan budaya dan semangat olahraga.

Pada Minggu pagi (8/2/2026), jantung ibu kota berdetak lebih kencang saat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan ajang Jakarta Penuh Warna (JPW) 2026 Edisi 1. 

Acara ini merupakan sebuah simbol harmonisasi yang unik, menyatukan kehangatan perayaan Imlek dengan euforia menyambut Piala Dunia 2026. 

Jika kamu merasa Jakarta membutuhkan penyegaran suasana, inilah momen di mana tradisi luhur dan semangat kompetisi global bertemu dalam satu harmoni yang indah.

Jakarta Penuh Warna (JPW) 2026 Edisi 1 hadir sebagai etalase budaya yang memukau.

Baca juga: Demi Jakarta Bebas Banjir, Gubernur Pramono Anung Pimpin Gerakan "Jaga Jakarta Bersih" Bersama 171 Ribu Personel

Acara ini secara apik memadukan keindahan atraksi budaya Nusantara dengan kekayaan tradisi Tionghoa.

Kolaborasi ini dirancang untuk menyalurkan antusiasme warga Jakarta, tidak hanya dalam menyambut Tahun Baru Imlek, tetapi juga sebagai pemanasan menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada bulan Juni dan Juli mendatang.

Dalam sambutannya, Rano Karno memberikan bocoran menarik mengenai wajah Jakarta dalam beberapa hari ke depan.

Ia mengungkapkan bahwa kawasan Bundaran HI dan sekitarnya akan tampil beda pada 13 Februari 2026 mendatang. 

Gedung-gedung pencakar langit yang mengelilingi lokasi tersebut akan berpartisipasi dalam lomba menghias bangunan dengan ornamen lampion bertema Imlek.

Inisiatif ini diharapkan mampu menghadirkan suasana perayaan yang meriah, hangat, dan inklusif tepat di pusat pemerintahan dan bisnis Jakarta.

Namun, kemeriahan tidak berhenti pada ornamen merah dan emas saja.

Orang nomor dua di DKI Jakarta ini menegaskan bahwa tema Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama yang tak kalah penting. 

Keterlibatan anak-anak dari Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Jakarta dalam acara ini menjadi simbol vital.

Mereka bukan sekadar peserta, melainkan representasi semangat dan harapan bagi masa depan sepak bola nasional.

“Di sini juga hadir anak-anak dari SSB. Jadi tema kita hari ini selain menyambut Imlek juga menyambut Piala Dunia 2026 yang akan dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli, makanya kita libatkan anak-anak sepak bola dari seluruh Jakarta,” ujar Rano dengan antusias di hadapan ribuan warga yang memadati area Car Free Day.

Di balik kemeriahan parade dan musik, terselip pesan edukasi lingkungan yang kuat. Rano Karno memanfaatkan momentum berkumpulnya massa ini untuk menggalakkan gerakan "Jaga Jakarta Bersih".

Uniknya, anak-anak SSB yang hadir tidak hanya datang untuk bermain bola, tetapi juga dibekali kantong sampah untuk membersihkan area kegiatan setelah acara usai.

Baca juga: Wagub Rano Karno Pimpin 100 Ribu Personel dalam Gerakan "Jaga Jakarta Bersih", Antisipasi Musim Pancaroba di Ibu Kota

Sampah yang terkumpul kemudian diangkut oleh armada Dinas Lingkungan Hidup.

Gerakan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap program nasional "Gerakan Indonesia Asri" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menjadi amanah Presiden Prabowo Subianto.

Rano mengajak partisipasi aktif dari seluruh warga yang hadir, menegaskan bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas pemerintah semata.

“Kita sudah berusaha untuk meningkatkan itu, tapi tentunya pemerintah akan sulit berbuat kalau masyarakat tidak terlibat. Minimal tidak buang sampah sembarangan dan taruh sampah di tempat yang sudah ditentukan. Itu saja sudah sangat membantu. Jadi memang kita sendiri yang harus merawat kota yang kita cintai ini,” jelas pemeran "Si Doel" tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menambahkan bahwa JPW hadir untuk mempromosikan keberagaman sebagai aset berharga Jakarta.

Acara ini dimeriahkan oleh parade budaya kolosal yang diiringi marching band Jakarta Drum Corps, atraksi Barongsai yang lincah, serta tari massal bernuansa sepak bola yang energik.

Panggung hiburan semakin pecah dengan penampilan musik dari Moluccan Soul dan The Boys Job.

Tak ketinggalan, sesi bincang menuju Piala Dunia 2026 menjadi magnet tersendiri bagi pecinta bola.

Sesi ini menghadirkan pemain Tim Nasional Indonesia dan pemain Persija Jakarta yang berinteraksi langsung dengan penonton, serta pemutaran video "Jakarta Kota Bola".

Baca juga: Main Golf Sambil Rawat Bumi, Emang Bisa? Wagub Rano Karno Ajak Warga Peduli Pulau Pari Lewat Turnamen Ini!

Melalui kolaborasi seni, budaya, dan olahraga ini, Jakarta membuktikan dirinya sebagai kota yang toleran dan dinamis. 

Bagi kamu yang melewatkan acara pagi ini, semangat menjaga Jakarta tetap bersih dan antusiasme menyambut pesta bola dunia tentu masih bisa kamu rasakan dan terapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU