Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 11:44 WIB

Wagub Rano Karno Pimpin 100 Ribu Personel dalam Gerakan "Jaga Jakarta Bersih", Antisipasi Musim Pancaroba di Ibu Kota

Author

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam Gerakan "Jaga Jakarta Bersih" di Jakarta Pusat (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Minggu pagi biasanya menjadi waktu bagi sebagian besar warga Jakarta untuk bersantai atau berolahraga ringan.

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada Minggu (8/2/2026). Ribuan orang memadati jalanan, bukan untuk lari pagi, melainkan dengan membawa sekop, cangkul, dan semangat gotong royong yang membara.

Di bawah komando langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, ibu kota bergerak serentak untuk membersihkan lingkungan dalam sebuah aksi masif yang melibatkan hampir 100 ribu personel gabungan.

Kegiatan ini bukanlah kerja bakti biasa. Bertajuk gerakan “Jaga Jakarta Bersih”, aksi ini merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat, sekaligus implementasi Instruksi Sekretaris Daerah No 2 Tahun 2026.

Fokus utamanya jelas, yaitu mengantisipasi dampak musim pancaroba yang kini mulai menyelimuti Jakarta.

Baca juga: Wali Kota Jakarta Barat Pimpin Apel Gerakan "Jaga Jakarta Bersih", Turun Tangan Atasi Sisa Banjir di Cengkareng

Kamu tentu tahu bahwa peralihan musim sering kali membawa ancaman penyakit, dan Pemprov DKI tidak ingin mengambil risiko.

Rano Karno memilih Jalan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat, sebagai titik tinjauan utamanya.

Di lokasi ini, suasana kebersamaan sangat terasa ketika ASN, petugas PJLP, TNI/Polri, hingga masyarakat umum bahu-membahu membersihkan saluran air dan semak belukar.

Dalam arahannya di lokasi, Rano Karno menekankan bahwa gerakan ini dilakukan secara serentak di 44 kecamatan dan 267 kelurahan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Skala kegiatan yang begitu luas menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani potensi masalah lingkungan.

Wakil Gubernur yang akrab disapa "Bang Doel" ini menyadari bahwa ancaman terbesar saat musim pancaroba bukan hanya potensi genangan air, melainkan juga wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurutnya, langkah preventif membersihkan lingkungan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan pasca-kejadian.

Ia mengingatkan kamu dan seluruh warga Jakarta bahwa mengandalkan fogging atau pengasapan saja tidak cukup untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah.

Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik-jentiknya tetap hidup dan berkembang biak jika lingkungan kotor.

Oleh karena itu, prioritas kerja bakti kali ini adalah menghidupkan kembali semangat 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) dengan aksi nyata.

Sasaran utamanya adalah membersihkan saluran air yang tersumbat sampah, memangkas semak-semak yang menjadi sarang nyamuk, dan menghilangkan genangan air sekecil apa pun.

Dengan kapasitas saluran air yang ditingkatkan melalui pembersihan ini, risiko banjir dan penyebaran penyakit diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Untuk memastikan gerakan “Jaga Jakarta Bersih” berjalan optimal, Pemprov DKI Jakarta tidak main-main dalam mengerahkan sumber daya.

Baca juga: Jangan Cuma Jadi Penonton! Mahasiswa Betawi Wajib Jadi Tuan Rumah di Jakarta Kota Global

Sebanyak 60 unit alat berat dan 144 dump truck diterjunkan untuk menyisir 66 lokasi prioritas yang dianggap rawan.

Kehadiran alat berat ini sangat membantu dalam mengangkat sedimen lumpur dan sampah yang sulit dijangkau dengan tenaga manusia saja.

Selain dukungan alat berat, keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari kolaborasi erat dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta.

PMI memberikan dukungan logistik yang sangat krusial dengan menyiapkan ribuan peralatan kebersihan.

PMI mendistribusikan bantuan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, serta ribuan karung untuk mengangkut sampah.

Distribusi alat ini dilakukan secara merata agar setiap wilayah dapat bekerja maksimal.

Setiap kota administrasi di Jakarta mendapatkan alokasi masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak dorong, dan 600 karung.

Dukungan logistik ini memastikan bahwa para relawan dan warga yang turun ke lapangan memiliki "senjata" yang memadai untuk memerangi sampah dan kekumuhan.

Di akhir peninjauannya, Rano Karno kembali mengingatkan bahwa menjaga Jakarta adalah tanggung jawab kolektif.

Baca juga: Gerakan "Jaga Jakarta Bersih" Digelar Serentak, Pemprov DKI Turun Tangan Bareng Warga!

Pemerintah bisa menyediakan alat dan mengerahkan pasukan, namun kunci utamanya ada pada kesadaran warga. 

Ia mengajak kamu untuk tidak hanya aktif saat ada instruksi kerja bakti, tetapi menjadikan kebersihan sebagai gaya hidup sehari-hari.

Gerakan ini membuktikan bahwa ketika pemerintah dan warganya bergerak bersama dalam satu komando, Jakarta yang bersih, sehat, dan nyaman bukanlah sekadar impian, melainkan sebuah realitas yang bisa diwujudkan bersama.

Mari terus dukung gerakan “Jaga Jakarta Bersih” demi kenyamanan kita semua di musim pancaroba ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU