Wali Kota Jakarta Barat Pimpin Apel Gerakan "Jaga Jakarta Bersih", Turun Tangan Atasi Sisa Banjir di Cengkareng
JAKARTA - Langit mendung di awal Februari 2026 tidak menyurutkan semangat ribuan personel gabungan yang memadati area Gapura Apartemen Vittoria Residence, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng.
Pada Minggu pagi (8/2/2026), Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, secara resmi memimpin apel "Jaga Jakarta Bersih".
Kegiatan ini merupakan langkah taktis pemerintah kota dalam merespons tingginya curah hujan dan ancaman banjir yang masih mengintai ibu kota.
Apel pagi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen kekuatan kota, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, pasukan oranye (PPSU), hingga jajaran Suku Dinas (Sudin) teknis seperti Lingkungan Hidup, Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Gulkarmat, Perhubungan, Kesehatan, PMI, serta BUMD.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta Barat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Baca juga: Jangan Cuma Jadi Penonton! Mahasiswa Betawi Wajib Jadi Tuan Rumah di Jakarta Kota Global
Dalam sambutannya yang tegas, Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti massal ini adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Instruksi tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar pada 2 Februari 2026 lalu.
Presiden menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh kepala daerah menghadapi puncak musim hujan.
“Kerja bakti ini bertujuan mengoptimalkan saluran pembuangan air menuju drainase makro dan sungai, terutama di titik-titik rawan genangan,” ujar Iin di hadapan para personel.
Fokus utama dari gerakan ini adalah pencegahan banjir dan genangan.
Mengingat bulan Februari 2026 diprediksi masih memiliki intensitas hujan yang tinggi, pembersihan saluran air menjadi kunci vital agar aliran air tidak tersumbat dan meluap ke pemukiman warga.
Salah satu alasan mengapa Kecamatan Cengkareng, khususnya Rawa Buaya, menjadi lokasi apel utama adalah riwayat genangan yang terjadi di wilayah ini.
Iin mengungkapkan data yang cukup mengejutkan terkait volume sampah pasca-banjir.
Banjir dan genangan yang sempat melanda beberapa waktu lalu ternyata meninggalkan residu sampah dalam jumlah masif.
Dalam kurun waktu singkat, yakni 48 jam, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat harus mengerahkan tenaga ekstra untuk membersihkan wilayah tersebut.
“Dalam waktu 48 jam, kami mengerahkan hampir 30 armada truk untuk mengangkut sampah di wilayah Cengkareng, khususnya Rawa Buaya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kerja bakti rutin,” ungkap Iin.
Data tersebut menjadi bukti nyata bahwa sumbatan aliran air sering kali disebabkan oleh tumpukan sampah domestik yang terbawa arus.
Oleh karena itu, Iin menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk memastikan tidak ada sampah, sedimen lumpur, maupun rumput liar yang menghambat laju air di saluran drainase.
Meskipun apel dipusatkan di Cengkareng, gaung "Jaga Jakarta Bersih" bergema di seluruh penjuru Jakarta Barat.
Kerja bakti ini dilaksanakan secara serentak di delapan kecamatan, meliputi Kebon Jeruk, Kalideres, Grogol Petamburan, Tambora, Taman Sari, Palmerah, dan Kembangan.
Para pejabat kota, Camat, hingga Lurah turun langsung ke lapangan untuk memimpin wilayahnya masing-masing.
Kegiatan fisik yang dilakukan sangat beragam dan menyeluruh, antara lain mengangkat sedimen yang mendangkalkan saluran air, mengangkut sampah plastik dan organik dari sungai, mengantisipasi pohon tumbang saat angin kencang, dan menambal jalan berlubang ringan akibat tergerus air dan menata trotoar.
Selain masalah air dan sampah, Iin juga menyoroti pentingnya ketertiban umum.
Ia menginstruksikan sterilisasi trotoar dari parkir liar, papan iklan ilegal, dan spanduk yang merusak estetika kota.
Hal ini penting agar fungsi trotoar kembali kepada pejalan kaki dan tidak menambah kesemrawutan saat hujan turun.
Iin juga meminta dukungan penuh dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, TNI, dan Polri untuk mengatur lalu lintas.
Ketidaktertiban pengguna kendaraan saat hujan deras sering kali menjadi biang kerok kemacetan parah yang menghambat mobilitas warga dan kendaraan darurat.
Menutup arahannya, Iin menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi adalah kunci keberhasilan program ini.
“Kerja bakti ini menjadi wujud sinergi dan gotong royong. Kita libatkan masyarakat, RT, RW, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha,” tegasnya.
Sebagai warga Jakarta, peran kamu sangat dinantikan dalam menjaga keberlanjutan program ini.
Upaya ribuan petugas di lapangan akan sia-sia jika perilaku membuang sampah sembarangan masih terus dilakukan.
Kamu bisa mulai dari hal kecil, seperti memastikan saluran air di depan rumah tidak tersumbat dan memilah sampah rumah tangga dengan bijak.
Baca juga: Gerakan "Jaga Jakarta Bersih" Digelar Serentak, Pemprov DKI Turun Tangan Bareng Warga!
Wali Kota Jakarta Barat berharap program "Jaga Jakarta Bersih" ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, lingkungan yang bersih, indah, dan bebas genangan bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang bisa dinikmati bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta