Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 12:46 WIB

Main Golf Sambil Rawat Bumi, Emang Bisa? Wagub Rano Karno Ajak Warga Peduli Pulau Pari Lewat Turnamen Ini!

Author

Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, dalam Acara 8th INFOBANK Green Golf Tournament (Andri Widiyanto/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah nggak sih kamu membayangkan kalau olahraga yang sering dianggap eksklusif dan "sultan" seperti golf, ternyata bisa jadi jalan pintas buat menyelamatkan bumi?

Biasanya, kita melihat golf hanya sebagai ajang lobi bisnis atau sekadar gaya hidup mewah.

Tapi, pandangan itu bakal berubah total kalau kamu melihat apa yang terjadi di Pondok Indah Golf Course akhir pekan ini.

Di balik hijaunya rumput lapangan golf, tersimpan misi besar untuk masa depan salah satu pulau tercantik di Jakarta, yaitu Pulau Pari.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, baru saja meresmikan pembukaan 8th INFOBANK Green Golf Tournament pada Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Wagub Rano Karno Tantang DPMPTSP DKI Jakarta Pakai AI Demi Wujudkan Kota Global: Siap Berubah?

Bukan sekadar turnamen biasa, ajang ini membawa pesan kuat bahwa hobi dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan.

Rano Karno, yang akrab disapa "Bang Doel" ini hadir langsung di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, untuk memberikan dukungan penuh pada gerakan yang digagas oleh Infobank ini.

Dalam sambutannya yang hangat, Rano Karno tak bisa menyembunyikan apresiasinya terhadap inisiatif ini.

Menurutnya, Jakarta butuh lebih banyak aksi nyata seperti ini, bukan sekadar wacana.

Turnamen ini menargetkan penggalangan dana yang akan dialokasikan langsung untuk dua isu krusial di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, yakni pendidikan dan lingkungan.

Target utama dari penggalangan dana turnamen ini mencakup Penanaman 10.000 Pohon Mangrove sebagai langkah konkret untuk mencegah abrasi pantai dan menjaga ekosistem laut Jakarta, serta Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak agar anak-anak Pulau Pari tidak perlu merantau jauh.

Mengenai inisiatif ini, Rano Karno menyampaikan antusiasmenya. 

"Kegiatan ini ingin berbuat sesuatu untuk Pulau Pari. Atas nama Pemprov DKI Jakarta, saya mengucapkan terima kasih atas atensi dari kegiatan ini." 

Bagi kamu yang peduli isu perubahan iklim, langkah penanaman 10.000 mangrove ini sangat krusial karena mangrove dikenal sebagai penyerap karbon yang jauh lebih efektif dibandingkan hutan hujan tropis, menjadikannya aset vital bagi kelangsungan lingkungan ibu kota.

Di balik keindahan wisatanya, Rano Karno membuka fakta yang cukup menohok mengenai kondisi pendidikan di Kepulauan Seribu.

Ia menjelaskan bahwa dari total 128 pulau yang ada di gugusan Kepulauan Seribu, Pulau Pari adalah salah satu yang masih tertinggal dari segi infrastruktur pendidikan.

"Sampai saat ini, Pulau Pari belum memiliki bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)," ungkap Rano.

Ketiadaan SMK ini menjadi masalah serius bagi pengembangan sumber daya manusia di sana.

Baca juga: Waduk Aseni Rampung Maret 2026, Solusi Banjir di Jakarta Barat dan Spot Hangout Baru Pilihan Rano Karno

Padahal, potensi pariwisata Pulau Pari sangat besar dan membutuhkan tenaga kerja terampil yang bisa dicetak melalui pendidikan vokasi.

Rano berharap momen turnamen golf ini bukan hanya menjadi acara seremonial sesaat, tetapi menjadi pemantik gerakan berkelanjutan.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut, bukan hanya saat ini saja," harapnya.

Masalah di Pulau Pari ternyata tak berhenti di sekolah saja.

Rano juga menyoroti minimnya akses informasi dan hiburan bagi warga setempat.

Bayangkan, di era digital seperti sekarang, Pulau Pari ternyata belum memiliki menara pemancar untuk stasiun televisi nasional seperti TVRI.

Merespons hal ini, Rano menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk segera bertindak.

Pihaknya berencana menggandeng TVRI untuk membangun infrastruktur pemancar di kawasan tersebut. 

Langkah ini penting agar kesenjangan informasi antara warga daratan Jakarta dan warga kepulauan bisa dipangkas.

Bagi kamu yang terbiasa dengan internet kencang dan layanan streaming, tentu sulit membayangkan hidup tanpa akses informasi yang memadai, bukan?

Acara pembukaan turnamen ini ditutup dengan simbolisasi yang sangat bermakna.

Rano Karno tidak hanya memukul bola golf pertama atau memotong pita, melainkan melakukan aksi lingkungan secara langsung.

Ia menanam pohon trembesi, yang dikenal sebagai pohon peneduh raksasa dengan kemampuan menyerap CO2, serta melepasliarkan burung ke alam bebas.

Aksi ini seolah menjadi pesan bahwa setiap pembangunan atau kegiatan ekonomi (seperti turnamen golf) harus selalu "membayar kembali" kepada alam.

Baca juga: Atasi Banjir di Jakarta Selatan, Wagub Rano Karno Targetkan Embung Kebagusan Rampung Desember 2026

Keseimbangan inilah yang ingin dicapai oleh Pemprov DKI Jakarta bersama para stakeholder.

Inisiatif di atas membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa datang dari mana saja, termasuk dari lapangan golf.

Kalau para pegolf saja bisa berkontribusi menanam 10.000 mangrove, kamu juga pasti bisa melakukan sesuatu yang berdampak.

Ingin ikut berkontribusi? Kamu nggak perlu nunggu jadi pejabat atau main golf dulu.

Mulailah dengan langkah kecil, seperti kurangi penggunaan plastik sekali pakai saat traveling, dukung pariwisata lokal dengan liburan ke Pulau Pari, atau ikut donasi di kampanye lingkungan terpercaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU