JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan sebuah Jakarta di mana mengurus perizinan usaha semudah menjentikkan jari, tanpa antrean panjang, dan didukung kecerdasan buatan yang canggih?
Bayangan akan birokrasi yang futuristik dan efisien inilah yang kini sedang dikejar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Di tengah riuh rendah ambisi Jakarta untuk sejajar dengan kota-kota besar dunia seperti New York atau Tokyo, sebuah tantangan besar baru saja dilemparkan kepada garda terdepan pelayanan publik ibu kota.
Bukan sekadar wacana, ini merupakan panggilan untuk revolusi pelayanan yang dituntut langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Dalam suasana perayaan yang meriah namun sarat makna pada acara Gebyar Setia Fest menyambut HUT ke-11 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan pesan yang sangat tegas.
Bertempat di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (30/1/2026) kemarin, sosok yang akrab disapa "Bang Doel" ini meminta seluruh jajaran DPMPTSP untuk tidak lagi bekerja dengan cara-cara lama.
Menurutnya, integritas saja tidak cukup, diperlukan kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman yang bergerak sangat cepat.
Tuntutat Adaptasi Teknologi dan Kecerdasan Buatan
Dunia kini sedang dilanda arus globalisasi yang tak terbendung, diiringi dengan pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah lanskap kerja di berbagai sektor.
Rano Karno menyoroti betapa krusialnya peran teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Ia menegaskan bahwa birokrasi Jakarta harus semakin adaptif dan responsif terhadap penguatan inovasi layanan.
Kamu tidak bisa lagi mengharapkan investor global tertarik menanamkan modalnya di Jakarta jika sistem perizinannya masih tertinggal dan kaku.
Pernyataan Rano ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov DKI Jakarta menginginkan adanya transformasi digital yang menyeluruh.
Di era di mana data adalah emas baru, penggunaan AI diharapkan mampu memangkas birokrasi yang berbelit, mempercepat analisis data perizinan, dan memberikan kepastian waktu bagi para pemohon.
Bagi Rano, DPMPTSP memiliki peran yang sangat strategis. Mereka adalah wajah pertama yang dilihat oleh para calon investor.
Jika wajah ini ramah, profesional, dan canggih, maka peluang investasi akan terbuka lebar, yang pada akhirnya akan mendongkrak perekonomian warga Jakarta.
Salah satu poin menarik yang disampaikan Rano adalah mimpinya mengenai standarisasi layanan.
Ia membayangkan masa depan di mana masyarakat dan investor dapat mengakses layanan perizinan serta investasi di service point manapun dengan standar pelayanan yang sama.
Artinya, kualitas pelayanan yang kamu dapatkan di pusat kota harus sama primanya dengan yang ada di wilayah pinggiran Jakarta.
Baca juga: Resmikan Masjid As-Sakinah di Tebet, Pramono Anung: Bikin Hati Tenteram di Tengah Cuaca Ekstrem
Tidak boleh ada ketimpangan kualitas yang membuat masyarakat merasa dibeda-bedakan.
Insan DPMPTSP di setiap tingkatan diminta untuk siap menangkap peluang investasi dan berperan sebagai mitra strategis yang solutif bagi siapa saja yang datang membutuhkan layanan.
Target Ambisius Menembus Top 50 Global City
Transformasi layanan ini bukan tanpa tujuan besar. Saat ini, Jakarta tengah menjalani fase transformasi masif menuju Top 50 Global City Index pada tahun 2030 dan menargetkan masuk ke jajaran Top 20 pada tahun 2045.
Rano memaparkan data bahwa posisi Jakarta saat ini berada di peringkat 71.
Tugas berat menanti di depan mata karena Pemprov DKI menargetkan lompatan signifikan, yakni kenaikan sekitar 20 peringkat hanya dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
Target ini terdengar ambisius, namun Rano optimis hal tersebut bisa dicapai jika fondasi pelayanan publiknya diperkuat.
Untuk merealisasikan visi besar tersebut, perbaikan tidak hanya dilakukan di sektor administrasi, tetapi juga pada infrastruktur fisik yang menunjang kehidupan warga.
Rano menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mendorong berbagai program strategis yang berdampak langsung pada kenyamanan hidup kamu di kota ini.
Mulai dari perluasan rute TransJakarta hingga menjangkau kawasan Bodetabek untuk memudahkan mobilitas kaum komuter, hingga penyediaan transportasi publik gratis bagi 15 golongan masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, revitalisasi ruang publik integrasi seperti Blok M Hub dan peresmian JPO Ancol-JIS menjadi bukti nyata pembenahan tata kota.
Namun, yang paling menyita perhatian adalah persiapan groundbreaking mega proyek Giant Sea Wall Jakarta yang dijadwalkan pada September 2026.
Proyek tanggul laut raksasa ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah, sekaligus menjadi ikon baru ketahanan kota Jakarta.
Pada usia yang ke-11 tahun ini, Rano meyakini bahwa insan DPMPTSP telah memiliki fondasi talenta, pendidikan, dan pengalaman yang cukup kuat untuk mendukung semua rencana besar tersebut.
Momentum ulang tahun ini diharapkan menjadi penguat langkah untuk bergerak bersama menjadikan Jakarta sebagai Kota Global yang sesungguhnya.
Baca juga: Atasi Banjir di Jakarta Selatan, Wagub Rano Karno Targetkan Embung Kebagusan Rampung Desember 2026
Bagaimana menurut kamu, apakah layanan perizinan di Jakarta saat ini sudah cukup memuaskan untuk mendukung status Kota Global?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta