Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 08:49 WIB

Waduk Aseni Rampung Maret 2026, Solusi Banjir di Jakarta Barat dan Spot Hangout Baru Pilihan Rano Karno

Author

Wagub Rano Karno Sambangi Lokasi Pembangunan Waduk Aseni, Kalideres, Jakarta Barat (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Warga Jakarta Barat, apakah kamu sudah lelah dengan drama banjir tahunan yang tak kunjung usai atau sekadar bingung mencari ruang terbuka hijau yang nyaman untuk melepas penat di akhir pekan?

Ada kabar segar yang membawa angin optimisme bagi kita semua, khususnya bagi kamu yang tinggal di sekitar kawasan Kalideres.

Bukan sekadar janji manis, sebuah proyek infrastruktur vital yang digadang-gadang menjadi tameng air sekaligus oase baru di tengah hiruk-pikuk kota kini memasuki babak akhir.

Penantian panjang sejak peletakan batu pertama pada tahun 2023 akhirnya akan segera terbayar lunas dalam hitungan bulan, mengubah wajah Kelurahan Semanan menjadi lebih asri dan aman.

Kabar gembira ini datang langsung dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang baru saja melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek di Jalan H Aseni Raya, Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (30/1/2026) kemarin.

Baca juga: Resmikan Masjid As-Sakinah di Tebet, Pramono Anung: Bikin Hati Tenteram di Tengah Cuaca Ekstrem

Dengan penuh optimisme, Bang Doel (sapaan akrab Rano Karno) menargetkan bahwa pembangunan Waduk Aseni akan rampung sepenuhnya pada Maret 2026.

Proyek ini memang bukan pekerjaan semalam, melainkan hasil kerja keras bertahap yang dilakukan secara konsisten selama tiga tahun terakhir demi menciptakan sistem tata air yang lebih baik bagi ibu kota.

Dari Lahan Biasa Menjadi Pengendali Banjir Andal

Pembangunan Waduk Aseni merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memitigasi bencana hidrometeorologi yang kerap menghantui wilayah barat Jakarta.

Rano Karno menjelaskan bahwa waduk ini didesain khusus sebagai sarana penampungan air sementara yang sangat krusial.

Secara keseluruhan, kawasan Waduk Aseni berdiri di atas lahan seluas 4,47 hektar yang dibagi menjadi dua fungsi utama yang saling melengkapi.

Fokus utama tentu saja pada area badan air atau yang disebut sebagai zona biru. Area ini memiliki luas sekitar 1,74 hektar dengan kedalaman mencapai empat meter.

Dengan dimensi sebesar itu, zona biru Waduk Aseni mampu menampung volume air hingga 69.600 meter kubik.

Bayangkan, puluhan ribu kubik air yang biasanya meluap ke jalanan atau pemukiman warga saat hujan deras, kini akan memiliki "rumah" sementara. 

Rano menegaskan bahwa dengan daya tampung sebesar itu, waduk ini memiliki catchment area atau daerah tangkapan air seluas 11,25 kilometer.

Dampak positifnya sangat signifikan, yakni diharapkan mampu mereduksi potensi banjir di kawasan sekitar hingga 13 persen.

Angka tersebut tentu menjadi harapan baru bagi warga Kalideres agar bisa tidur lebih nyenyak saat musim hujan tiba.

Lebih dari Sekadar Penampungan Air, Ini Wajah Baru Ruang Publik Jakarta

Namun, daya tarik Waduk Aseni tidak berhenti pada fungsi teknisnya sebagai pengendali banjir.

Pemerintah menyadari bahwa warga Jakarta sangat haus akan ruang publik yang inklusif dan berkualitas.

Baca juga: Atasi Banjir di Jakarta Selatan, Wagub Rano Karno Targetkan Embung Kebagusan Rampung Desember 2026

Oleh karena itu, sisa lahan seluas 2,73 hektar dimanfaatkan sebagai area tapak atau zona kering yang disulap menjadi pusat aktivitas sosial dan olahraga yang modern.

Kamu tidak akan menemukan lahan kosong yang gersang, melainkan berbagai fasilitas yang siap memanjakan warga dari berbagai lintas generasi.

Bagi kamu yang gemar berolahraga, kehadiran lapangan mini soccer tentu menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak.

Tidak hanya itu, tersedia pula boardwalk atau jalur pejalan kaki yang estetik di tepian waduk, sangat cocok untuk jogging pagi atau sekadar berjalan santai menikmati senja.

Fasilitas ini juga dilengkapi dengan playground yang ramah anak, balai warga untuk pertemuan komunitas, hingga taman lansia yang didesain khusus untuk kenyamanan warga senior.

Integrasi antara infrastruktur pengendali banjir dan ruang ketiga ini menjadikan Waduk Aseni sebagai destinasi wisata kota yang sangat potensial.

Selain aspek rekreasi, Waduk Aseni juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Waduk ini dilengkapi dengan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang canggih.

Fasilitas ini dirancang untuk menampung dan mengolah air limbah dengan kapasitas sekitar 470 meter kubik yang berasal dari 2.260 jiwa warga sekitar.

Kehadiran IPAL ini memastikan bahwa air yang masuk ke badan air waduk tetap terjaga kualitasnya dan tidak mencemari lingkungan, menciptakan ekosistem yang sehat bagi wilayah Semanan.

Terbuka untuk Umum dengan Pengawasan Ketat

Rano Karno memastikan bahwa setelah resmi beroperasi nanti, Waduk Aseni akan dibuka untuk masyarakat luas.

Namun, ia memberikan catatan penting terkait pengelolaan fasilitas tersebut. Pengelola akan menerapkan sistem kurasi atau pengaturan bagi pengguna fasilitas.

Hal ini dilakukan bukan untuk membatasi, melainkan agar aktivitas warga tidak mengganggu fungsi utama waduk sebagai penampungan air dan demi menjaga keselamatan para pengunjung itu sendiri.

Saat ini, status pekerjaan di lapangan tinggal menyisakan tahap finishing atau penyempurnaan akhir.

Dengan target peresmian di bulan Maret tahun ini, warga Jakarta Barat hanya perlu bersabar sedikit lagi untuk menikmati fasilitas publik berstandar tinggi ini.

Baca juga: Jalan Rusak di Jakarta Ganggu Aktivitas Harian Kamu? Lapor ke Sini, Dinas Bina Marga Langsung "Gercep" Perbaiki!

Waduk Aseni adalah bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur kota bisa berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan gaya hidup warganya.

Siap menyambut wajah baru Kalideres dan menikmati senja di tepi waduk?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU