Banjir di Pulau Untung Jawa Cepat Surut, Petugas Gulkarmat dan PPSU Gerak Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem
JAKARTA - Cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya memang sering kali membuat kita was-was.
Hujan deras yang turun tiba-tiba sering menjadi momok menakutkan, terutama bagi kamu yang tinggal di kawasan rawan genangan.
Bayangkan saja, aktivitas yang sudah tersusun rapi bisa berantakan seketika saat air mulai naik masuk ke pemukiman.
Namun, kabar melegakan datang dari salah satu destinasi wisata favorit di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Untung Jawa.
Meskipun sempat tergenang air akibat kombinasi curah hujan tinggi dan pasang air laut, situasi kini telah kembali kondusif berkat kesigapan petugas di lapangan.
Kawasan pemukiman di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, sempat mengalami genangan yang cukup mengganggu pada hari Jumat (30/1/2026) ini.
Fenomena ini bukan sekadar banjir biasa, melainkan hasil "kolaborasi" antara hujan deras yang mengguyur sejak pagi dan fenomena banjir rob atau pasang air laut.
Kondisi air laut yang sedang tinggi membuat air hujan yang jatuh di daratan sulit mengalir keluar ke laut, sehingga terjadilah antrean air yang menyebabkan genangan di beberapa titik pemukiman warga.
Respons Cepat Petugas Gabungan Taklukkan Genangan
Kabar baiknya, genangan air tersebut tidak bertahan lama. Muhamad Isro, petugas piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Pulau Untung Jawa, melaporkan bahwa banjir telah surut dengan cepat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air sempat tercatat di wilayah RT 02/03 dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.
Sementara itu, di wilayah RT 03/03, ketinggian air sedikit lebih tinggi, mencapai kisaran 25 hingga 30 sentimeter.
Angka tersebut tentu cukup untuk membuat aktivitas warga terganggu jika tidak segera ditangani.
Namun, berkat kerja keras tim gabungan, air bisa segera dipompa keluar.
Isro menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan dua unit pompa apung untuk menyedot air dari pemukiman dan membuangnya ke laut.
Tidak bekerja sendirian, operasi penanganan banjir ini melibatkan sekitar 15 personel gabungan yang terdiri dari petugas Gulkarmat, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) setempat.
Kolaborasi lintas instansi ini terbukti efektif mempercepat surutnya air sehingga warga tidak perlu berlama-lama terjebak dalam genangan.
Penanganan bencana tidak berhenti hanya pada saat air surut. Sesaat setelah air kering, peran petugas PPSU menjadi sangat krusial.
Isro menambahkan bahwa pasukan oranye tersebut langsung bergerak melakukan pembersihan pasca-banjir.
Baca juga: Waspada Banjir Rob Jakarta: BPBD Minta Warga Pesisir Siaga Hingga 3 Februari 2026
Biasanya, sisa genangan akan meninggalkan lumpur, sampah, atau material lain yang terbawa arus air.
Pembersihan cepat ini dilakukan semata-mata agar warga dapat kembali melanjutkan aktivitas mereka dengan aman dan nyaman tanpa takut terpeleset sisa lumpur atau terganggu bau tidak sedap.
Kewaspadaan Tetap Diperlukan di Tengah Cuaca Tak Menentu
Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, memberikan apresiasi tinggi terhadap respons cepat yang ditunjukkan oleh para petugas di lapangan.
Menurutnya, tindakan sigap ini berhasil meminimalisir dampak yang dirasakan warga sehingga banjir kali ini tidak tergolong parah.
Pihak kelurahan sendiri terus melakukan pemantauan intensif mengingat potensi banjir rob masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kesiapsiagaan petugas menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan warga pulau di tengah cuaca yang sulit ditebak.
Meskipun penanganan kali ini berjalan sukses, Muslim tetap mengingatkan seluruh warga untuk tidak lengah.
Ia mengimbau agar kamu dan seluruh masyarakat setempat tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat susulan yang disertai angin kencang.
Selain faktor alam, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Warga diminta untuk proaktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat sampah.
Saluran air yang lancar akan sangat membantu mempercepat aliran air hujan menuju laut, terutama saat kondisi air laut sedang tidak pasang.
Ingatlah bahwa cuaca ekstrem dan angin kencang masih bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan panjang.
Bagi kamu yang berencana berkunjung atau sedang berada di kawasan Kepulauan Seribu, pastikan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini demi keselamatan bersama.
Jika kamu melihat adanya potensi genangan atau saluran air yang tersumbat di lingkungan sekitarmu, jangan ragu untuk segera melapor ke petugas terkait atau melalui aplikasi pengaduan masyarakat resmi agar penanganan dini bisa segera dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta