Selasa, 27 JANUARI 2026 • 19:27 WIB

Preview Surabaya Samator vs Jakarta Garuda Jaya Proliga 2026: Drama Lima Set akan Kembali Terulang?

Author

Jakarta Garuda Jaya Saat Melawan Jakarta Bhayangkara Presisi di Proliga 2026 (PBVSI via BeritaSatu.com)

JAKARTA - Gelaran kompetisi bola voli kasta tertinggi di tanah air, Proliga, akan kembali menyuguhkan pertarungan panas pada Putaran 1 Minggu ke-4.

Sorotan utama kali ini tertuju pada laga krusial yang mempertemukan Surabaya Samator melawan tim yang tengah naik daun, Jakarta Garuda Jaya, atau yang biasa kita tahu sebagai Tim Nasional (Timnas) Voli Indonesia U-21.

Pertandingan sarat gengsi ini dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu (29/1/2026), di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur.

Laga ini bukan hanya memperebutkan  poin klasemen dan slot ke babak Final Four, melainkan pembuktian konsistensi bagi kedua kubu yang memiliki tren performa bertolak belakang dalam beberapa pekan terakhir.

Terdapat satu fakta menarik dari kubu Jakarta Garuda Jaya. Meskipun mereka merupakan tim berlabel “Timnas U-21”, skuad asuhan Nur Widayanto ini ternyata memiliki satu pemain asing berposisi sebagai Outside Hitter (OH) “jangkung” asal Rusia, yakni Tim Sokolov.

Baca juga: Mengenal Neriman Ozsoy: Eks Timnas Turki yang Jadi Top Skor Proliga 2026 Putri Bersama Jakarta Elektrik PLN Mobile

Bagi Surabaya Samator, bermain di hadapan publik Jawa Timur seharusnya menjadi keuntungan moral tersendiri.

Namun, tekanan justru berada di pundak mereka setelah hasil minor yang didapat pada pekan sebelumnya.

Sebaliknya, Jakarta Garuda Jaya datang ke Gresik dengan kepercayaan diri tinggi setelah menumbangkan salah satu raksasa liga.

Sejarah pertemuan kedua tim yang kerap berakhir dramatis semakin membumbui ekspektasi bahwa laga Rabu nanti tidak akan selesai dengan mudah dalam tiga set saja.

Momentum Berbeda Jelang "Big Match" di GOR Tri Dharma

Kondisi psikologis kedua tim bisa dikatakan berada di kutub yang berbeda jelang peluit pertama dibunyikan. Surabaya Samator sedang dalam fase mencari jati diri setelah mengalami kekalahan telak di laga terakhir mereka.

Pada Minggu (25/1/2026) lalu, Surabaya Samator harus mengakui keunggulan runner-up musim lalu, Jakarta LavAni Livin' Transmedia, dengan skor telak 0-3 tanpa balas. 

Kekalahan tersebut menambah catatan inkonsistensi mereka musim ini, di mana sebelumnya pada 11 Januari 2026, mereka juga takluk 1-3 dari sang juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi. 

Satu-satunya kemenangan Samator di musim 2026 sejauh ini diraih dengan susah payah saat menang tipis 3-2 melawan tim debutan Medan Falcons Tirta Bhagasasi pada 17 Januari.

Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya justru sedang menikmati tren positif yang mengejutkan banyak pengamat.

Tim ini sukses menyapu bersih dua laga terakhir dengan kemenangan impresif. 

Puncaknya terjadi pada Sabtu (24/1/2026) kemarin, di mana mereka secara sensasional menumbangkan raksasa Jakarta Bhayangkara Presisi melalui pertarungan sengit lima set dengan skor 3-2.

Kemenangan tersebut melengkapi hasil positif sebelumnya saat mereka membungkam Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan skor 3-1 pada pertengahan Januari.

Kebangkitan ini menjadi sinyal bahaya bagi Samator, mengingat Jakarta Garuda Jaya musim ini terlihat jauh lebih solid dibandingkan performa mereka di akhir musim 2025 yang sempat menelan kekalahan beruntun dari Palembang Bank Sumsel Babel dan Jakarta Bhayangkara Presisi.

Baca juga: Jakarta LavAni Livin' Transmedia Bungkam Surabaya Samator 3 Set Langsung, Perkasa di Puncak Klasemen Sementara Proliga 2026

Kilas Balik dan Potensi Terulangnya Drama Lima Set

Jika melihat rekor pertemuan atau head to head, pendukung kedua tim layak memprediksi bahwa laga tersebut akan berjalan alot.

Surabaya Samator memang memiliki catatan manis saat bertemu Jakarta Garuda Jaya, namun kemenangan tersebut tidak pernah diraih dengan mudah.

Berdasarkan data pertemuan terakhir pada Proliga 2025 yang dihimpun Flashscore, Surabaya Samator selalu berhasil keluar sebagai pemenang, tetapi kemenangan itu selalu diraih melalui "darah dan keringat" hingga set kelima.

Pada pertemuan tanggal 9 Februari 2025, Samator menang tipis 3-2.

Hal serupa juga terjadi pada pertemuan awal musim lalu tanggal 4 Januari 2025, di mana Samator juga dipaksa bermain lima set sebelum menang 3-2. 

Fakta tersebut menunjukkan bahwa secara kualitas permainan, Jakarta Garuda Jaya sebenarnya mampu mengimbangi permainan Surabaya Samator, hanya saja mereka kerap kurang beruntung di poin-poin kritis set penentuan.

Namun, data tersebut mungkin tidak sepenuhnya relevan untuk menggambarkan kekuatan Jakarta Garuda Jaya saat ini.

Kemenangan mereka atas Jakarta Bhayangkara Presisi pekan lalu adalah bukti valid bahwa mentalitas tim ini telah berubah. 

Jika pada musim 2025 mereka kerap kehilangan fokus di set akhir, musim 2026 ini mereka menunjukkan ketenangan luar biasa.

Baca juga: Sempat Tertinggal di Set Pertama, Jakarta Livin' Mandiri Berhasil "Epic Comeback" Kontra Jakarta Popsivo Polwan

Sebaliknya, Surabaya Samator justru terlihat rapuh saat menghadapi tekanan tim besar. 

Jika anak asuh Rodolfo Sanchez tersebut tidak segera memperbaiki pertahanan dan variasi serangan mereka pasca kekalahan dari Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, bukan tidak mungkin rekor kemenangan head to head mereka akan terpatahkan di kandang sendiri.

Pertandingan di GOR Tri Dharma nanti diprediksi akan menjadi ujian berat bagi lini pertahanan Surabaya Samator.

Apakah sejarah drama lima set akan kembali terulang dengan Surabaya Samator sebagai pemenang, atau justru Jakarta Garuda Jaya yang akan membalaskan “dendam kesumat” masa lalu sekaligus memperpanjang tren positif mereka?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Flashscore

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU