Senin, 26 JANUARI 2026 • 10:50 WIB

Satpel SDA Kecamatan Koja Tuntaskan Pengerukan di Tugu Selatan, 12 Meter Kubik Lumpur Berhasil Diangkut Demi Cegah Banjir

Author

Satpel SDA Kecamatan Koja Sedang Mengeruk Lumpur di Kelurahan Tugu Selatan, Jakarta Utara (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Upaya mitigasi banjir terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) di berbagai wilayah rawan genangan.

Langkah konkret terbaru ditunjukkan oleh petugas Satpel SDA Kecamatan Koja yang bergerak cepat merespons keluhan warga terkait kondisi saluran air yang dangkal dan tersumbat.

Pada Senin (26/1/2026), tim lapangan mengkonfirmasi keberhasilan mereka dalam menuntaskan pengerukan sedimen lumpur dan sampah yang menumpuk di saluran air Gang Puskesmas, RT 03/05, Kelurahan Tugu Selatan.

Pekerjaan fisik ini menjadi sorotan penting mengingat lokasi saluran yang cukup krusial bagi drainase permukiman padat penduduk.

Penumpukan material sedimen di lokasi tersebut dinilai sangat berisiko memicu luapan air ke jalan dan rumah warga, terutama mengingat intensitas hujan yang tidak menentu belakangan ini.

Baca juga: Tanggul Kali Krukut Petogogan Rampung Diperbaiki, Sudin SDA Jaksel Gerak Cepat Antisipasi Banjir

Respons cepat dari Satpel SDA ini menjadi bukti keseriusan pemerintah setempat dalam menjaga fungsionalitas infrastruktur pengendali air di tingkat mikro.

Respons Cepat Atasi Saluran Tertutup Beton

Tantangan utama dalam pemeliharaan saluran di kawasan perkotaan seperti Tugu Selatan sering kali terletak pada aksesibilitas.

Kepala Satpel SDA Kecamatan Koja, Slamet Riyanto, mengungkapkan bahwa saluran di Gang Puskesmas memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena kondisinya yang tertutup oleh pelat beton.

Situasi ini membuat warga setempat kesulitan untuk memantau kondisi di dalam saluran secara visual.

Akibatnya, pendangkalan akibat lumpur dan sampah sering kali tidak terdeteksi hingga akhirnya menghambat aliran air secara signifikan.

Slamet menegaskan bahwa tindakan pengerukan ini merupakan tindak lanjut langsung dari laporan warga yang khawatir akan potensi genangan.

Pihaknya menyadari bahwa saluran yang tertutup beton, jika dibiarkan tanpa perawatan rutin, dapat menjadi "bom waktu" saat curah hujan tinggi karena kapasitas tampungnya berkurang drastis tanpa terlihat dari permukaan.

Oleh karena itu, pembongkaran akses dan pembersihan menjadi prioritas utama untuk mengembalikan fungsi saluran sebagaimana mestinya.

Kerahkan Pasukan Biru, Angkut Belasan Kubik Sedimen

Untuk menuntaskan pekerjaan ini, Satpel SDA Kecamatan Koja mengerahkan kekuatan penuh dengan menurunkan 10 personel "Pasukan Biru" yang dilengkapi dengan peralatan pendukung memadai. Proses pengerjaan tidak dilakukan dalam semalam.

Slamet merinci bahwa timnya telah mulai bekerja keras sejak hari Kamis pekan lalu. Fokus pengerjaan dilakukan sepanjang 25 meter di dua sisi saluran yang memiliki dimensi lebar dan tinggi sekitar 40 sentimeter.

Volume sampah dan lumpur yang berhasil diangkat dari perut saluran tersebut cukup mencengangkan.

Ketebalan endapan lumpur tercatat mencapai kurang lebih 20 sentimeter, yang artinya hampir setengah dari kapasitas saluran telah terokupasi oleh sedimen.

Setelah bekerja maraton selama beberapa hari hingga tuntas kemarin, total material lumpur dan sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar 12 meter kubik.

Baca juga: Respons Cepat Sudin SDA, Jalan Amblas di Pulau Untung Jawa Diperbaiki

Angka tersebut menunjukkan betapa krusialnya pengerukan tersebut dilakukan untuk memulihkan daya tampung air agar dapat mengalir lancar menuju saluran penghubung yang lebih besar.

Pentingnya Kolaborasi Warga dan Pemerintah

Pengerukan saluran ini sejatinya merupakan bagian dari agenda rutin pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di Kecamatan Koja.

Namun, Slamet Riyanto menekankan bahwa upaya pencegahan genangan tidak bisa hanya bertumpu pada kerja keras petugas di lapangan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan. Imbauan keras disampaikan agar warga tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air, sekecil apa pun sampah tersebut.

Partisipasi warga juga sangat diharapkan dalam bentuk pengawasan. Slamet meminta warga untuk segera melapor melalui kanal pengaduan resmi jika menemukan indikasi penyumbatan atau genangan di wilayah mereka.

Laporan yang cepat dan akurat akan sangat membantu petugas dalam memetakan titik prioritas penanganan sebelum masalah berkembang menjadi banjir yang merugikan banyak pihak.

Apresiasi Warga Kelurahan Tugu Selatan

Hasil kerja keras Pasukan Biru ini langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat sekitar. Syakir (45), salah seorang warga RT 03/05 Kelurahan Tugu Selatan, tidak dapat menyembunyikan rasa leganya.

Ia memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan responsif yang ditunjukkan oleh jajaran Satpel SDA Kecamatan Koja.

Menurut kesaksiannya, sebelum dilakukan pengerukan, saluran air di wilayah tersebut memang kerap bermasalah dan meluap ketika hujan deras turun, yang tentunya membuat warga was-was.

Baca juga: Kerja Keras di Balik Surutnya Banjir: Suku Dinas SDA Jakarta Utara Kerahkan Puluhan Pompa Lawan Air Pasang

Kini, dengan saluran yang sudah bersih dari endapan lumpur dan sampah, air dapat mengalir dengan lancar tanpa hambatan. 

Syakir dan warga lainnya merasa lebih tenang menghadapi potensi hujan di hari-hari mendatang.

Keberhasilan penanganan di Tugu Selatan ini diharapkan dapat menjadi contoh manajemen pemeliharaan drainase yang efektif di wilayah Jakarta Utara lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU