JAKARTA - Kabar melegakan datang dari wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada hari Senin (19/1/2026).
Setelah sempat dikepung oleh genangan air yang cukup tinggi akibat cuaca ekstrem sehari sebelumnya, kini kondisi di sejumlah titik krusial telah kembali kondusif.
Genangan air yang sempat melumpuhkan aktivitas warga dan akses jalan kini dipastikan telah surut total.
Warga yang sebelumnya was-was, kini sudah dapat kembali menjalani rutinitas harian mereka dengan normal, membersihkan sisa-sisa dampak banjir, dan kembali bekerja atau bersekolah tanpa hambatan berarti.
Peristiwa ini bermula pada hari Minggu (18/1/2026), ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam durasi yang cukup lama.
Baca juga: Pasca Hujan Deras Akhir Pekan, Genangan di Ruas Jalan Utama Jakarta dan 15 RT Dinyatakan Surut
Akibatnya, debit air meningkat drastis dan menyebabkan genangan di beberapa lokasi sejak pukul 04.00 WIB dini hari.
Berdasarkan laporan di lapangan, titik-titik yang terdampak cukup parah meliputi kawasan RW 04 dan RW 05 di Kelurahan Rawa Terate, Jalan Cakung Cilincing di Kelurahan Cakung Barat, serta kawasan perumahan di Jalan Era Mas 2000, Kelurahan Pulo Gebang.
Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Cakung, Dian Nur Cahyono, memberikan penjelasan rinci mengenai situasi yang terjadi.
Menurutnya, faktor utama penyebab genangan bukan hanya curah hujan lokal yang tinggi, melainkan juga adanya luapan dari Kali Cakung Drain yang tidak mampu lagi menampung volume air yang melimpah.
Dian menyoroti bahwa dampak paling signifikan dirasakan oleh warga di RW 05, Kelurahan Rawa Terate. Di lokasi ini, ketinggian air tercatat mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan, yakni hingga 145 sentimeter.
Ketinggian air seperti itu tentu saja membuat mobilitas warga terhenti total dan memaksa mereka untuk tetap waspada di rumah masing-masing atau mencari tempat yang lebih aman.
Namun, respons cepat dari pemerintah setempat patut diacungi jempol. Pihak Satpel SDA Kecamatan Cakung tidak tinggal diam menunggu air surut secara alami.
Dian Nur Cahyono memaparkan bahwa pihaknya segera mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat proses penyurutan air.
Strategi penanganan dilakukan dengan mengerahkan armada pompa untuk menyedot air dari permukiman dan membuangnya ke saluran pembuangan utama yang lebih besar.
Sebanyak tiga unit pompa mobile (bergerak) dan lima unit pompa apung diterjunkan ke lokasi-lokasi strategis yang paling parah terdampak.
Tidak hanya mengandalkan mesin, sisi humanis dari penanganan ini terlihat dari kerja keras para petugas di lapangan.
Sebanyak 20 personel "Pasukan Biru" dikerahkan untuk berjibaku di tengah genangan, memastikan pompa beroperasi dengan maksimal, membersihkan sampah yang menyumbat aliran air, dan memantau kondisi tanggul serta saluran air.
Kerja keras tim ini menjadi kunci utama dalam pengendalian bencana tersebut.
Upaya tak kenal lelah dari tim SDA membuahkan hasil manis. Bendahara RW 05 Kelurahan Rawa Terate, Nurhasan, menjadi saksi bagaimana kondisi lingkungan tempat tinggalnya berangsur membaik.
Baca juga: 5 Hotel Terbaik di Kepulauan Seribu untuk Staycation Impian: Amankan Sebelum Kehabisan!
Ia menuturkan bahwa tanda-tanda air mulai surut sudah terlihat pada Minggu malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Perlahan tapi pasti, ketinggian air terus menurun seiring dengan beroperasinya pompa-pompa penyedot air.
Puncaknya terjadi pada tengah malam. Nurhasan mengonfirmasi bahwa tepat pada pukul 00.00 WIB atau pergantian hari menuju Senin, seluruh genangan di wilayahnya sudah surut total alias kering.
Hal ini tentu menjadi "kado" istirahat yang tenang bagi warga yang seharian penuh dilanda kecemasan.
Mewakili warga setempat, Nurhasan menyampaikan apresiasi yang mendalam dan rasa terima kasihnya kepada jajaran Satpel SDA Kecamatan Cakung.
Kesigapan petugas dalam merespons situasi darurat dinilai sangat efektif sehingga durasi banjir tidak berlangsung berlarut-larut hingga berhari-hari. Kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat yang terdampak.
"Alhamdulillah, genangan sudah surut malam tadi. Ini berkat kerja keras petugas. Mudah-mudahan hari ini cuaca cerah dan tidak turun hujan deras seperti kemarin, sehingga tidak terjadi genangan lagi dan kami bisa beraktivitas dengan tenang," ujar Nurhasan penuh harap.
Kini, dengan surutnya air, fokus warga beralih pada pembersihan lingkungan pasca-banjir. Meskipun situasi telah normal, kewaspadaan tetap dijaga mengingat musim penghujan belum sepenuhnya berakhir.
Namun, keberhasilan penanganan cepat di Cakung ini setidaknya menjadi bukti kesiapan infrastruktur dan personel dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem di Ibu Kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta