JAKARTA - Kabar gembira akhirnya menyelimuti warga Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Penantian panjang akan adanya ruang publik yang layak sekaligus solusi penanganan banjir akhirnya terjawab dengan diresmikannya Waduk Batu Licin pada Senin (12/1/2026) kemarin.
Peresmian ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Waduk yang sebelumnya dikenal dengan nama Waduk Giri Kencana ini kini telah bersolek dan siap menjadi ikon baru kebanggaan warga setempat.
Antusiasme warga terlihat jelas dari sambutan hangat mereka. Dwi Hartanti, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 06 Kelurahan Cilangkap, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum LMK DKI Jakarta, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.
Mewakili suara hati masyarakat, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas rampungnya proyek ini.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 13 Januari 2026: Warga Jakarta Wajib Siap Payung!
Bagi Dwi dan warga sekitar, waduk ini bukan sekadar infrastruktur pengendali air, melainkan sebuah ruang kehidupan baru.
Kini, warga memiliki tempat yang nyaman untuk berbagai aktivitas positif.
Bayangan tentang tempat rekreasi murah meriah, area jogging di pagi hari, hingga sekadar duduk bercengkrama mempererat interaksi sosial antarwarga, kini sudah ada di depan mata.
Waduk yang terletak di Jalan Giri Kencana, RW 06 ini memang sudah lama didambakan kehadirannya untuk mengubah wajah lingkungan mereka menjadi lebih hidup dan asri.
Namun, di balik keindahannya, fungsi utama Waduk Batu Licin adalah sebagai perisai dari bencana banjir.
Dwi mengenang masa-masa sulit sebelum waduk ini direvitalisasi, di mana permukiman warga di RW 06, RW 02, dan RW 03 kerap menjadi langganan banjir.
Tidak tanggung-tanggung, ketinggian air kala itu bisa mencapai 80 hingga 100 sentimeter, melumpuhkan aktivitas warga.
Dengan adanya waduk ini, harapan agar lingkungan mereka bebas dari genangan kini menjadi kenyataan.
Dari sisi teknis, transformasi yang dilakukan terbilang masif. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa proyek revitalisasi ini baru saja rampung pada Desember 2025 dengan menelan anggaran sebesar Rp 56 miliar.
Ia juga meluruskan mengenai perubahan nama menjadi "Batu Licin", yang ternyata diambil untuk menghormati sejarah kawasan tersebut yang dulunya memang dikenal dengan sebutan itu.
Abdul Rauf memaparkan data yang mengesankan mengenai peningkatan kapasitas waduk.
Dengan luas area mencapai 4,5 hektare, daya tampung air melonjak drastis dari yang sebelumnya hanya 35.749 meter kubik menjadi 92.225 meter kubik.
Hal ini dimungkinkan berkat pengerukan kedalaman waduk, dari yang semula hanya 2 meter kini menjadi 6 meter.
Untuk menjamin keamanan, tepian waduk diperkuat dengan lapisan bronjong berteknologi polimer HDPE (PoliMac) yang dirancang untuk menjaga stabilitas tanah dan daya tahan infrastruktur dalam jangka panjang.
Tidak hanya fokus pada penampungan air, Waduk Batu Licin didesain sebagai ruang terbuka yang ramah pengunjung.
Kepala Seksi Pembangunan Suku Dinas SDA Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri, merinci berbagai fasilitas "mewah" yang bisa dinikmati publik.
Warga dimanjakan dengan adanya lapangan basket, outdoor gym untuk kebugaran, jalur lari (jogging track), hingga jalur sepeda (cycling track).
Bagi yang ingin bersantai, tersedia viewing deck dan berbagai spot foto yang instagramable.
Kenyamanan pengunjung benar-benar dipikirkan dengan matang. Kawasan ini dilengkapi dengan tiga jembatan penghubung yang memudahkan akses antar area, serta fasilitas sanitasi yang sangat memadai.
Terdapat total 18 unit toilet umum yang tersebar di tiga titik lokasi, masing-masing terdiri dari tiga toilet pria dan tiga toilet wanita.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti Kantor Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Cipayung, musala, power house, serta area parkir yang mampu menampung lima mobil dan 30 sepeda motor juga telah tersedia.
Penataan lanskap yang apik menjadikan Waduk Batu Licin sebagai perpaduan harmonis antara ruang terbuka hijau dan biru.
Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir dapat berjalan beriringan dengan penyediaan ruang publik yang inklusif, nyaman, dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Cilangkap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta