Sering Tergenang Saat Hujan, Pasukan Biru Kebut Pengerukan Saluran Air di Batu Ampar Demi Bebas Banjir
JAKARTA - Musim penghujan yang melanda wilayah DKI Jakarta di awal tahun 2026 menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota dan warga setempat.
Curah hujan yang tinggi seringkali menjadi momok menakutkan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan. Salah satu wilayah yang tak luput dari ancaman ini adalah Jalan Batu Ampar III, RW 02, Kelurahan Batu Ampar.
Merespons keluhan warga mengenai genangan air yang kerap muncul, Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Kramat Jati bergerak cepat dengan mengerahkan personel andalan mereka, atau yang akrab disapa "Pasukan Biru", untuk melakukan normalisasi saluran air di kawasan tersebut.
Gerak Cepat Atasi Sedimentasi Tebal
Sebanyak tujuh personel Pasukan Biru dari Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati diterjunkan langsung ke lokasi pada hari Jumat, 9 Januari 2026.
Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi masalah drainase yang kian memburuk akibat penumpukan sedimen.
Baca juga: Jakarta Hujan Lagi? Cek Prakiraan Cuaca BMKG 9 Januari 2026 Sebelum OTW Hangout!
Kondisi saluran air di Jalan Batu Ampar III memang cukup memprihatinkan, di mana pendangkalan akibat lumpur dan sampah menjadi penyebab utama air meluap ke jalanan saat hujan deras turun.
Mulyadi, salah satu personel Pasukan Biru Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati yang bertugas di lapangan, menjelaskan detail pengerjaan yang sedang mereka lakukan.
Menurutnya, fokus utama tim saat ini adalah mengeruk endapan lumpur yang sudah mengeras di dasar saluran.
Tidak tanggung-tanggung, total panjang saluran air yang menjadi target pengerukan mencapai kurang lebih 85 meter.
Tantangan di lapangan cukup berat karena ketebalan sedimentasi yang harus diangkat berkisar antara 25 hingga 30 sentimeter.
Pengerjaan ini dilakukan secara manual dengan menggunakan alat-alat seperti cangkul dan karung, menuntut fisik yang prima dari para petugas demi memastikan aliran air kembali lancar.
Target Rampung Akhir Januari 2026
Proyek normalisasi saluran ini bukanlah pekerjaan semalam. Mulyadi mengungkapkan bahwa proses pengerukan sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 20 Desember 2025 lalu.
Langkah ini diambil curi start sebelum puncak musim hujan tiba agar dampak genangan bisa diminimalisir sedini mungkin.
Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan telah mencapai angka 35 persen. Meskipun dilakukan secara manual, tim Satpel SDA Kramat Jati memiliki target yang jelas.
Mereka optimis seluruh proses pengerukan di sepanjang 85 meter tersebut akan rampung sepenuhnya pada akhir Januari 2026.
Lumpur-lumpur hasil pengerukan tersebut tidak dibiarkan menumpuk di pinggir jalan yang dapat mengganggu estetika dan kenyamanan pengguna jalan.
Sedimen lumpur yang telah dimasukkan ke dalam karung-karung segera diangkut dan dibuang ke area pembuangan yang telah ditentukan, yakni di kawasan Taman BHP yang terletak di RW 06, Kelurahan Dukuh.
Apresiasi Warga dan Harapan Bebas Genangan
Upaya keras yang dilakukan oleh Pasukan Biru ini mendapatkan sambutan positif dari warga setempat.
Siti Zuriyah, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 02 Kelurahan Batu Ampar, menuturkan betapa pentingnya pengerukan ini bagi kenyamanan warga.
Ia menceritakan bahwa sebelum adanya tindakan ini, kawasan Jalan Batu Ampar III menjadi langganan genangan air setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Ketinggian air yang menggenang bisa mencapai 20 hingga 30 sentimeter, yang tentunya sangat mengganggu mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari.
Siti mengakui bahwa kondisi saluran air di wilayahnya memang sudah mengalami sedimentasi yang parah sehingga daya tampung air berkurang drastis.
Oleh karena itu, mewakili warga sekitar, ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati yang sangat responsif dalam menanggapi permohonan warga.
Harapan besar kini digantungkan pada proyek ini, dengan doa agar setelah pengurasan selesai, momok banjir dan genangan tidak lagi menghantui wilayah RW 02.
Namun, Siti juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan bukan hanya berada di pundak petugas SDA.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga hasil kerja keras Pasukan Biru ini.
Peran serta warga sangat dibutuhkan, terutama dalam hal kedisiplinan membuang sampah.
Siti menegaskan agar warga tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air, karena hal tersebut akan memicu kembali terjadinya penyumbatan dan pendangkalan yang pada akhirnya akan merugikan warga sendiri di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta