JAKARTA- Sebanyak 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Jakarta Utara yang bertugas di bidang bendahara serta pengadaan barang dan jasa mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Edukasi Antikorupsi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Discovery Ancol, Pademangan, pada 24–25 November 2025.
Bimtek yang digelar Inspektorat Pembantu Wilayah Kota Jakarta Utara ini mengangkat tema “Membangun Budaya Integritas dan Akuntabilitas pada Pelayanan Publik di Lingkungan Pemkot Jakarta Utara.”
Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata formalitas, melainkan upaya konkret pemerintah menanamkan nilai-nilai integritas kepada ASN sebagai bentuk pencegahan korupsi. Menurutnya, integritas tidak hanya dipahami secara logis, tetapi harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari. Dhany menjelaskan bahwa para peserta merupakan ASN yang memiliki peran krusial dalam proses penerimaan, penyimpanan, pembayaran, hingga pelaporan keuangan. Karena itu, mereka diharapkan mengikuti bimtek dengan serius agar pengendalian laporan keuangan dapat dilakukan secara optimal.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai bimtek ini penting untuk meningkatkan kualitas pengadaan dan tata kelola keuangan daerah agar semakin transparan, efektif, dan bebas dari penyimpangan. Menurutnya, layanan publik seperti fasilitas sosial, kesehatan, pendidikan, hingga administrasi akan semakin baik jika keuangan daerah dikelola secara profesional.
Menjelang akhir tahun anggaran, Hendra juga berpesan agar seluruh ASN dapat merampungkan proses pengadaan tepat waktu tanpa mengabaikan mutu dan kepatuhan pada regulasi. Sementara itu, Kepala Irbanko Jakarta Utara, Danu Yudianto, menyebutkan bahwa bimtek ini diharapkan memberi dampak nyata bagi percepatan pembangunan dan peningkatan layanan publik. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli, termasuk Kepala BPSDM DKI Jakarta 2024–2025, akademisi FH UI, perwakilan PPATK, serta narasumber dari LKPP. Danu menekankan bahwa profesionalisme, akuntabilitas, dan integritas merupakan fondasi utama dalam bekerja, serta menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap bentuk penyimpangan sekecil apa pun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta