JAKARTA- Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus memperkuat langkah antisipatif terhadap potensi banjir akibat cuaca ekstrem. Upaya mitigasi dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur pengendali banjir, termasuk penyiagaan pompa stasioner dan mobile, pemeliharaan pintu air, serta pengerukan sungai, waduk, situ, dan embung. Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyebutkan hingga 15 November 2025, terdapat 560 unit pompa stasioner di 191 lokasi dan 627 pompa mobile di seluruh Jakarta. Pompa mobile difokuskan pada lokasi yang sulit dijangkau pompa stasioner. Selain itu, pengerukan telah dilakukan di 1.876 titik dengan volume mencapai 756.000 meter kubik, menggunakan 258 unit ekskavator dan 449 unit dump truck. Dinas SDA juga mulai menerapkan Nature-Based Solutions (NBS) untuk pembangunan waduk, situ, dan embung, guna memperkuat ketahanan kota terhadap banjir. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga Jakarta tetap aman dan tangguh menghadapi cuaca ekstrem, sejalan dengan persiapan kota menuju Jakarta 500th.
Baca juga: Gubernur Pramono Anung Lantik 1.882 Pejabat di Balai Kota, Tekankan Pelayanan Publik Berkualitas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta