Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 22:58 WIB

Transjakarta Tekankan Peran Faktor Manusia untuk Keselamatan dan Keberlanjutan Layanan

Author

Transjakarta Academy (aldi geri lumban tobing)

JAKARTA- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan pentingnya peran manusia sebagai elemen utama dalam keselamatan dan keberlanjutan operasional perusahaan. Pesan ini menjadi fokus dalam seminar “Human Factor: Inti Keselamatan dan Kinerja Operasional” yang digelar Transjakarta Academy di Kantor Pusat Transjakarta, Selasa (28/10).

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menjelaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada sistem, prosedur, dan teknologi, tetapi juga pada manusia sebagai penggerak utama seluruh proses kerja.

“Di balik setiap inovasi dan sistem yang canggih, faktor paling krusial adalah manusia,” ujarnya.

Ia menuturkan, pendekatan human factor membantu perusahaan memahami batasan dan kemampuan manusia, termasuk aspek kelelahan, stres, komunikasi, dan pengambilan keputusan—semua yang berpengaruh langsung pada keselamatan serta mutu layanan publik. Mayangsari menambahkan, Transjakarta berkomitmen membangun sistem kerja yang berpusat pada manusia (human-centered system) demi terciptanya layanan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan.

“Mari jadikan human factor sebagai DNA budaya kerja Transjakarta. Dengan mengutamakan manusia, kita berinvestasi pada aset terbaik perusahaan,” tandasnya. Seminar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Ketua Umum Human Factor Indonesia sekaligus Direktur Safety AirNav 2025, Nur Cahyo Utomo, serta Ketua Bidang Kerja Sama & Riset HFI dan mantan CEO Sriwijaya Air 2021–2023, Ardhana.

Keduanya membagikan wawasan tentang penerapan prinsip human factor di sektor transportasi dan keselamatan kerja, serta bagaimana peran manusia menentukan efektivitas sistem dan keberlanjutan operasional.

Melalui kegiatan ini, Transjakarta Academy mendorong tiga hal utama: Meningkatkan kesadaran akan potensi risiko dalam setiap tindakan operasional dengan mempertimbangkan faktor manusia; Membangun budaya belajar dari setiap insiden atau near miss untuk memperbaiki sistem tanpa menyalahkan individu; Memperkuat kolaborasi lintas divisi antara operasional, teknik, K3, dan mitra operator guna mewujudkan layanan yang aman dan prima bagi warga Jakarta.

Baca juga: BI DKI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program JAWARA 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU