JAKARTA– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) mengerahkan lebih dari seribu petugas kebersihan untuk memulihkan kondisi ibu kota pasca-aksi unjuk rasa yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu. Sebanyak 1.150 petugas diterjunkan dalam operasi kebersihan yang dilakukan secara masif. Dukungan logistik pun disiapkan dengan total 48 unit penyapu jalan otomatis (road sweeper), 60 truk pengangkut sampah, dan 45 mobil lintas, guna mempercepat proses pembersihan di sejumlah titik strategis.
"Sejak kemarin, seluruh armada sudah bergerak. Kami berupaya memastikan Jakarta kembali bersih dan tertata seperti semula," ujar Asep Kuswanto, Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Sabtu (30/8). Asep menjelaskan, Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan tingkat pembersihan tertinggi. Di sana, 200 petugas berhasil mengangkut 230 meter kubik sampah, atau sekitar 50,61 ton, dengan dukungan 18 road sweeper, 13 truk, dan 13 mini dump truk.
Sementara itu, distribusi personel dan alat berat di wilayah lain meliputi: Jakarta Utara: 50 petugas, 2 road sweeper, 4 truk, 2 mobil pikap Jakarta Barat: 100 petugas, 10 road sweeper, 5 truk Jakarta Selatan: 100 petugas, 10 road sweeper, 3 truk, 10 mobil lintas Jakarta Timur: 200 petugas, 8 road sweeper, 10 truk, 5 mobil lintas Upaya ini juga didukung penuh oleh Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA) dengan tambahan 500 personel, 25 truk, 10 mobil lintas, dan satu alat berat crane berkapasitas 80 ton. “UPSBA menjadi tulang punggung tambahan untuk memperkuat seluruh wilayah,” jelas Asep.
Fokus utama pembersihan dilakukan di titik-titik krusial seperti Gedung DPR/MPR, kawasan Medan Merdeka, Istana Negara, Monas, Balai Kota, Terminal Senen, dan Lapangan Banteng. Setiap lokasi melibatkan puluhan petugas dan alat berat untuk menangani sampah dalam volume besar.
Sebagai contoh, di sekitar Gedung DPR/MPR, 50 petugas berhasil membersihkan 70 meter kubik sampah (15,41 ton), sementara di area Monas hingga Balai Kota, 40 petugas mengangkut sekitar 8,8 ton sampah.
“Pembersihan masih terus berlangsung, terutama di titik-titik yang sempat terkena dampak langsung dari gas air mata dan konsentrasi massa aksi,” tambah Asep.
Selain area utama, jalan protokol lain seperti Jalan KKO Usman, Istiqlal, dan kawasan Senen juga menjadi target operasi. Asep menuturkan bahwa kecepatan respon dan kerja sama tim di lapangan menjadi faktor utama dalam percepatan pemulihan kebersihan kota.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk berperan menjaga ketertiban dan kebersihan Jakarta pasca-aksi massa. "Kami apresiasi tinggi untuk para petugas yang bekerja tanpa kenal lelah. Tapi menjaga Jakarta tetap bersih tak bisa hanya mengandalkan mereka—perlu keterlibatan semua pihak. Mari jaga Jakarta bersama," pungkasnya.
Baca juga: Pemprov DKI Siap Jalankan Arahan Mendagri, Libatkan Publik Jaga Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta