JAKARTA — Ketegangan mewarnai unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Sejak siang hari, sejumlah personel TNI Angkatan Darat tampak berupaya menenangkan amarah massa dengan pendekatan persuasif di pintu utama kompleks parlemen.
Namun situasi berubah menjelang pukul 17.00 WIB, ketika massa mulai melempar petasan ke dalam area gedung, setelah sebelumnya hanya melempar botol air.
Ketegangan pun meningkat tajam. Beberapa demonstran juga merusak kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar gerbang utama, dan sejumlah orang terlihat mencoba memanjat pagar setinggi lima meter untuk menerobos masuk ke dalam kompleks DPR.
Sebelumnya, massa aksi sempat menutup seluruh lajur Jalan Tol S. Parman arah Cawang–Slipi dan memaksa kendaraan yang melintas untuk berbalik arah.
Mereka bahkan membuka separator jalan demi menghentikan arus lalu lintas.
Kelompok mahasiswa seperti BEM SI dan BEM UI juga dijadwalkan menggelar aksi serupa di depan Mapolda Metro Jaya pada hari yang sama, menyusul insiden tragis yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang tertabrak kendaraan taktis (rantis) milik Brimob, Kamis malam (28/8).
Hingga Jumat dini hari, Divisi Propam Polri telah mengamankan dan memeriksa tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: KPK Duga Kerabat Immanuel Ebenezer Pindahkan Mobil dari Rumah Dinas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA